markettrack.id – BritCham Indonesia menggelar acara tahunan Giving Kids a Sporting Chance (GKSC) pada 30 April 2025.
Inisiatif komunitas yang telah berjalan lama ini menghadirkan lebih dari 100 anak dari latar belakang kurang beruntung, berusia 8 hingga 15 tahun, untuk mengikuti hari yang penuh inspirasi dan keseruan olahraga di British School Jakarta.
Sorotan utama dari kegiatan ini adalah klinik sepak bola yang dipandu oleh pelatih profesional dari Manchester City Soccer Schools, yang memberikan pengalaman tak terlupakan dan membangun rasa percaya diri para peserta muda.
Acara ini menekankan pentingnya inklusi, dukungan, dan inspirasi—memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang melalui olahraga.
Kami juga merasa sangat terhormat atas kehadiran Ibu Dr. Sri Wahyuni, S.T., M.Sc., Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora). Kehadiran beliau menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun masa depan generasi muda Indonesia yang lebih sehat dan aktif.
Tahun 2025 menandai pelaksanaan GKSC yang ke-18, sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh CEO BritCham Indonesia, Chris Wren, pada 2008 sebagai wujud komitmen BritCham terhadap keterlibatan komunitas.
Program ini lahir dari visi yang lebih awal, saat Chris Wren dan Brian Watters—saat itu anggota Dewan BritCham—menginisiasi pembentukan identitas komunitas BritCham pada 2007. Hingga kini, inisiatif ini tetap menjadi satu-satunya yang dimiliki kamar dagang asing di Indonesia.
Sebagai bagian dari semangat tersebut, GKSC hadir untuk menjembatani kesenjangan akses fasilitas olahraga, terutama bagi anak-anak dari latar belakang kurang beruntung.
Program ini terinspirasi oleh temuan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang mencatat bahwa kurang dari 12% dari 439.000 sekolah di Indonesia memiliki fasilitas olahraga yang memadai. Selain itu, Laporan SDI 2022 menunjukkan bahwa hanya 30,93% penduduk Indonesia yang aktif berolahraga.
Menanggapi tantangan tersebut, BritCham berupaya menciptakan ruang yang inklusif bagi anak-anak untuk menikmati olahraga, membangkitkan kembali semangat mereka dalam beraktivitas fisik, serta mendorong berbagai manfaat positif yang ditawarkan oleh olahraga—mulai dari kegembiraan, minat yang tumbuh secara alami, hingga peningkatan kesehatan dan kualitas hidup secara menyeluruh.
“Pentingnya olahraga sejak usia dini tidak bisa dianggap remeh,” ujar Ibu Dr. Sri Wahyuni, S.T., M.Sc. “Golden age dalam tumbuh kembang anak—yakni usia 0–5 dan 5–17 tahun—sangat dipengaruhi oleh aktivitas gerak. Ketika kita mampu mengoptimalkan olah tubuh, maka olah rasa dan pikir juga dapat berkembang dengan lebih baik.”
Acara ini mendapat dukungan dari berbagai mitra dan anggota BritCham yang memiliki visi yang sama dalam pemberdayaan generasi muda: ABE UK, Acclime, Allied, Bhumi Varta Technology, British School Jakarta, British Council, Blue Bird, Decorient, Finna Food, Forest Carbon, Fortuna Massif Indonesia, HSBC, Institute of Risk Management, PT Jakarta Land, MAP Active, Sports Direct, PZ Cussons, dan Unilever.
Berkat kontribusi mereka, para peserta menerima bingkisan berisi perlengkapan pembelajaran, olahraga, dan camilan sehat — memastikan anak-anak tidak hanya pulang dengan kenangan indah, tetapi juga dengan bekal untuk terus berkembang.
SF-Admin


