markettrack.id – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas jangkauan pasarnya. Perusahaan pencetak solusi keamanan ini terus berinovasi melalui diversifikasi produk. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi JTPE di berbagai sektor industri.

    JTPE terus beradaptasi dengan memanfaatkan peluang bisnis yang berkembang. Perusahaan ini tidak hanya fokus pada identitas dan pembayaran, tetapi juga merambah bidang baru. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat portofolio produk keamanan mereka.

    Investasi pada teknologi baru menjadi salah satu kunci pertumbuhan JTPE. Perusahaan ini kini telah memasuki pasar telekomunikasi dan keamanan kemasan. Diversifikasi ini membuka pintu bagi peluang pendapatan yang lebih besar di masa depan.

    JTPE aktif memasuki pasar telekomunikasi dengan produk kartu SIM. Produk ini memenuhi kebutuhan semua jenis ponsel, sejalan dengan peraturan yang mendukung penggunaan produk lokal. Perusahaan telah memasok kartu SIM ke operator seluler dan berencana memperluas jangkauannya.

    Selain itu, JTPE juga merambah pasar kemasan keamanan untuk logam mulia. Produk ini menawarkan teknologi canggih untuk menjamin keamanan pengguna. Perusahaan juga mengembangkan teknologi RFID untuk bisnis ritel dan transportasi.

    Strategi Pertumbuhan dan Prospek Ke Depan

    Pengembangan teknologi RFID menjadi strategi pertumbuhan jangka panjang bagi JTPE. Teknologi ini sudah diterapkan pada label pakaian ritel dan sistem E-KIR. Bahkan, RFID juga digunakan dalam pembayaran tol tanpa kartu fisik, serta pada truk dan bus.

    Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menjelaskan, “Diversifikasi produk ini memperkuat dan memperlebar portofolio JTPE di segmen sekuriti.”

    Perusahaan juga mencatat perkembangan positif pada produk identitas dan pembayaran. Segmen non-sekuriti juga mengalami peningkatan pendapatan.

    Hingga paruh pertama tahun ini, penjualan JTPE mencapai Rp666,50 miliar. Segmen sekuriti menyumbang Rp588 miliar, atau sekitar 88,22% dari total penjualan. Laba bersih perusahaan pada periode yang sama mencapai Rp86,56 miliar.

    Allan Wibisono Oei menambahkan, “Ke depan, perusahaan akan memantau dinamika pasar.” Fokus pada produk bermargin tinggi akan dilakukan untuk mengoptimalkan profitabilitas.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply