markettrack.id – Grab resmi mengumumkan lima startup terpilih dalam program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8.
Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, program ini bertujuan mempercepat pertumbuhan startup yang fokus pada solusi ramah lingkungan.
Dari 180 pendaftar, lima startup ini berhasil melewati seleksi ketat berkat inovasi mereka di bidang ekonomi sirkular dan energi terbarukan.
Para finalis yang terpilih adalah CASION (infrastruktur kendaraan listrik), Jejakin (platform manajemen karbon), Liberty Society (daur ulang limbah dengan pemberdayaan perempuan), Rekosistem (layanan pengelolaan sampah), dan Sirsak (pengelolaan sampah kemasan).
Kelimanya akan menjalani program intensif selama enam bulan, yang mencakup mentorship, integrasi dengan ekosistem Grab, dan kesempatan untuk presentasi kepada investor.
Program ini menegaskan komitmen Grab untuk memperkuat ekosistem startup lokal, terutama di tengah tantangan global seperti penurunan pendanaan dan tekanan ekonomi makro.
Kolaborasi strategis dengan Superbank dan Genesis Alternative Ventures menjadi kekuatan utama, yang memberikan akses nyata ke ekosistem perbankan digital dan pembiayaan bagi para finalis. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan startup dapat terus berinovasi dan bertahan.
Menurut Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, pihaknya terinspirasi oleh inovasi yang dibawa oleh para peserta.
Melalui GVV, Grab ingin mendukung pertumbuhan startup lokal yang adaptif dan siap scale-up, meskipun kondisi ekonomi global kurang menentu.
Dukungan kolaboratif dari mitra strategis diharapkan dapat menjadi katalis kemajuan startup di Indonesia.
Laporan Outlook Ekonomi Digital 2025 oleh CELIOS menunjukkan bahwa investasi di sektor startup digital turun drastis, tetapi potensi startup Indonesia tetap menjanjikan.
Peran korporasi semakin penting, berkontribusi hingga 34% terhadap total pendanaan startup. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam GVV Batch 8.
Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, menjelaskan bahwa kemitraan ini membuka peluang bagi startup untuk berkolaborasi dengan ekosistem perbankan digital yang terintegrasi dengan Grab.
Superbank juga menyediakan mentorship untuk membantu para pendiri mengembangkan solusi yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan pilar keberlanjutan mereka, SuperGREEN.
Senada dengan itu, Dr. Jeremy Loh, Managing Partner Genesis Alternative Ventures, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya tentang investasi.
Ini adalah tentang memperkuat ekosistem inovasi teknologi untuk mengatasi tantangan sosial dan lingkungan.
Pihaknya berkomitmen untuk menyediakan solusi pembiayaan fleksibel yang mendukung pertumbuhan startup lokal.
Sejak diluncurkan pada tahun 2018, GVV telah membantu 85% dari 40 startup yang mengikuti programnya.
Angka ini jauh melampaui rata-rata global. Program ini membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, peluang untuk berinovasi tetap terbuka lebar.
Para finalis akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti keynote inspiratif bersama Monika Rudijono, Managing Director Endeavor Indonesia, dan diskusi panel bersama pemimpin industri seperti Vikra Ijas dari Kitabisa.com.
Sesi ini dirancang untuk memperkaya wawasan mereka tentang tantangan dan peluang di industri. Selain itu, ada sesi berbagi pengalaman dari alumni GVV dan networking untuk membangun jejaring.
Dukungan finansial dan akses ke jaringan strategis merupakan dua pilar utama dalam program ini. Grab menyediakan infrastruktur digital yang memungkinkan startup mengintegrasikan solusinya dengan jutaan pengguna Grab. Dengan demikian, mereka bisa menguji produk dan layanan dalam skala besar.
Partisipasi dalam GVV Batch 8 adalah bukti nyata bahwa lima startup ini memiliki potensi besar. Mereka mampu menghadirkan solusi inovatif yang tidak hanya menjanjikan secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Program ini menjadi wadah penting untuk mengakselerasi pertumbuhan mereka.
Secara keseluruhan, Grab Ventures Velocity Batch 8 menunjukkan pentingnya sinergi antara korporasi, lembaga keuangan, dan startup.
Kolaborasi ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung perkembangan inovasi di Indonesia.
Profil Lima Startup Terpilih
Casion
Startup Indonesia yang fokus pada jaringan pengisian kendaraan listrik (EV). Misi mereka adalah mendorong adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi jejak karbon. Perusahaan ini mengoperasikan stasiun pengisian 24 jam dengan standar global.
Jejakin
Startup climate-tech asal Indonesia yang berdiri sejak tahun 2020. Platform terintegrasi mereka membantu individu dan organisasi mengelola jejak lingkungan. Jejakin telah bekerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk swasta, BUMN, dan pemerintah.
Liberty Society
Perusahaan sosial bersertifikat B Corp yang berfokus pada produk ramah lingkungan. Perusahaan ini membantu perusahaan mengurangi limbah dengan mengubahnya menjadi produk dan kampanye. Misi utamanya adalah memberdayakan perempuan dari kelompok marjinal.
Rekosistem
Perusahaan teknologi iklim yang mendorong ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Mereka melayani lebih dari 90.000 rumah tangga dan 200 klien bisnis. Rekosistem mengelola 5.500 ton sampah per bulan di berbagai lokasi.
Sirsak
Startup B2B yang mengelola sampah kemasan. Dengan lebih dari 320 titik pengumpulan, Sirsak mengintegrasikan digitalisasi untuk melibatkan semua pihak dalam pengelolaan sampah. Targetnya adalah mengelola 100.000 ton sampah kemasan pada 2030.
SF-Admin


