markettrack.id – ZTE Corporation, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi global, menunjukkan peran aktifnya di ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2025.
Acara ini menjadi platform penting untuk kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan transformasi digital di Indonesia.
Dengan dukungan Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) dan Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), DTI-CX 2025 mempertemukan pelaku industri dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Acara DTI-CX 2025 menjadi pameran teknologi terbesar di Indonesia, yang berfokus pada 13 sektor industri utama. Berbagai industri, dari pemerintahan hingga layanan kesehatan, hadir untuk mendorong inisiatif digital.
Konferensi ini juga menghadirkan para ahli yang berbagi tantangan dan peluang dalam perjalanan transformasi digital.
Mereka juga memamerkan teknologi inovatif dalam solusi enterprise, cloud, dan artificial intelligence (AI).
ZTE memanfaatkan acara ini untuk menampilkan portofolio solusi digitalnya. Partisipasi ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung fondasi digital Indonesia.
ZTE ingin menjembatani kebutuhan sektor-sektor di Indonesia untuk memacu inklusi digital dan pertumbuhan ekonomi. DTI-CX 2025 adalah momen strategis untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan industri.
Komitmen ZTE untuk Infrastruktur Digital
Richard Liang, Presiden Direktur ZTE Indonesia, menegaskan bahwa ZTE berkomitmen untuk memperkuat fondasi transformasi digital di Indonesia.
Perusahaan akan memanfaatkan teknologi terkini dan kolaborasi ekosistem yang kuat. Dengan portofolio yang lengkap, ZTE berharap dapat menjembatani berbagai kebutuhan sektor di Indonesia.
Tujuannya adalah untuk mempercepat inklusi digital dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Partisipasi di DTI-CX 2025 menjadi momen strategis untuk memperkuat kemitraan.
ZTE juga menghadirkan inovasi lebih dekat dengan seluruh masyarakat Indonesia. Perusahaan menampilkan beragam produk dan solusi teknologi terbaru.
Teknologi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan digital masa kini dan masa depan. Salah satu yang dipamerkan adalah R5300G5 – Liquid Cooling Server.
Server ini adalah generasi terbaru yang mendukung prosesor Intel® Xeon® 4th dan 5th Gen (Eagle Stream).
Server ini mengusung desain modular dengan high density yang memberikan performa tinggi. Kapasitasnya juga lebih besar, serta mudah dikelola, cocok untuk berbagai keperluan.
Di antaranya adalah interkoneksi, jaringan, komputasi cloud, big data, dan virtualisasi. Server ini juga dilengkapi dengan teknologi liquid cooling untuk pembuangan panas menggunakan pelat pendingin. Teknologi ini meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional.
ZTE juga memamerkan ZXA10 P910 – 50G PON. Perangkat ini adalah optical business gateway yang menggabungkan lima fungsi.
Di antaranya adalah Optical Line Terminal (OLT), switch, router, access controller (AC), dan firewall. Semua fungsi ini digabungkan ke dalam satu perangkat, menyederhanakan arsitektur jaringan. Ini juga menghadirkan akses penuh dari satu single point.
Jangkauan yang komprehensif hanya dari satu single fibre dengan concurrency yang tinggi pada satu single network menjadi keunggulan perangkat ini.
Dengan kemampuan mendukung kebutuhan bandwidth ultra-tinggi dan latensi rendah, serta dukungan 50G PON uplink dan 10G PON downlink, perangkat ini mampu menyediakan akses all-optical 10 Gbps.
Hal ini dapat diterapkan pada berbagai skenario perusahaan, seperti hotel, gedung komersial, kampus, dan rumah sakit. Perangkat ini memudahkan ekspansi jaringan fibre-to-the-enterprise secara efisien dan andal.
Solusi lain yang ditampilkan adalah FTTR – G100S + G1660G. Solusi ini merupakan all-optical Fiber to The Room-Business (FTTR-B) untuk segmen UKM.
Solusi ini memadukan dua jenis optical network terminal (ONT), yaitu G100S-C4 sebagai main gateway dan G1660G sebagai agent ONT.
Dengan kombinasi ini, FTTR menghadirkan jaringan yang andal, roaming yang lancar, dan pengelolaan terpusat. Hal ini ideal untuk mendukung berbagai aplikasi bisnis, seperti konferensi video, rapat dengan dukungan cloud, dan otentikasi AI.
ZTE juga menampilkan Fixed Network (CPE) – F632. Perangkat ini adalah hybrid yang andal untuk mendukung ONT dan STB dalam satu box.
Perangkat ini menghadirkan koneksi yang hemat biaya. F632 cocok untuk toko, hotel, dan rumah sakit, guna mendukung produktivitas di era digital.
Selain itu, ada juga CAHU – ZXETM FWC Series, unit pendingin yang dioptimalkan untuk infrastruktur telekomunikasi. Perangkat ini memastikan performa terbaik dalam berbagai kondisi iklim.
ZTE juga memperkenalkan ZXEPG S050E – Three-phase On-grid String Inverter. Solusi energi surya yang efisien ini mendukung transisi Indonesia menuju energi terbarukan.
Semua produk ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Selain memamerkan produk inovatif, ZTE juga berpartisipasi sebagai pembicara di berbagai sesi DTI-CX 2025.
David An, Direktur ZTE CTO Group, menyampaikan keynote pada hari pertama. Presentasinya berjudul “Innovative AIDC: Empowering Indonesia to Lead the Intelligent Era”.
Dalam presentasinya, David An membahas bagaimana AI, IoT, dan teknologi digital dapat mempercepat kemajuan Indonesia di era kecerdasan global.
Pada hari kedua, David An menjadi salah satu panelis. Ia berbagi pandangannya tentang “AI-Powered Networks: Shaping Indonesia’s Connectivity Landscape”.
Diskusi tersebut mengupas potensi jaringan berbasis AI dalam merevolusi infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Iman Hirawadi, Telecom Solution Architect & Business Consultant ZTE Indonesia, juga menjadi pembicara.
Iman Hirawadi mempresentasikan “AI and the future of Connectivity: Transforming the Telecom Landscape” dalam sesi Technical Demo.
Presentasinya menampilkan studi kasus dan aplikasi praktis AI dalam meningkatkan konektivitas di Indonesia.
Partisipasi aktif ZTE di acara ini mencerminkan komitmen kuat. Perusahaan ingin berkontribusi mendorong transformasi digital di Indonesia.
ZTE melakukannya melalui inovasi teknologi dan sumbangsih pemikiran. Melalui kemitraan dengan para pemangku kepentingan utama di industri, ZTE berupaya memperkuat infrastruktur digital. Perusahaan juga ingin mendorong adopsi teknologi inovatif di berbagai sektor di Indonesia.
SF-Admin


