markettrack.id – Wirausaha sosial dari Indonesia menunjukkan performa yang membanggakan dalam ajang ASEAN Social Enterprise Development Programme 4.0 (ASEAN SEDP 4.0) Regional Workshop di Bangkok.

    Acara bergengsi ini, yang didukung oleh ASEAN Foundation, TikTok, dan SAP, merupakan puncak dari fase keempat program pemberdayaan untuk 30 wirausaha sosial se-Asia Tenggara.

    Mereka fokus pada tema “Empowering Social Enterprises to Drive Meaningful Change in ASEAN,” yang bertujuan untuk memperluas dampak positif dan menciptakan perubahan bagi masyarakat.

    ASEAN SEDP 4.0 tahun 2025 berhasil menjaring 371 pendaftar, dan 30 wirausaha sosial terpilih untuk mengikuti program ini.

    Indonesia menonjol sebagai negara dengan jumlah peserta terbanyak, mengirimkan 11 wirausaha sosial yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pengelolaan sampah, seni dan budaya, pertanian, perawatan kulit, dan ekonomi sirkular.

    Selama program, para peserta telah menyelesaikan 16 sesi pelatihan virtual dan menerima bimbingan dari mentor industri serta SAP. Total dana hibah yang disalurkan mencapai USD 51.300 untuk 27 wirausaha sosial yang berpartisipasi.

    Beberapa peserta unggulan dari Indonesia, seperti Yagi Forest Skincare, Duitin, su-re.co, dan WEWAW, berhasil meraih posisi terbaik pada Demo Day, mengamankan total hibah sebesar USD 21.000 untuk proyek mereka yang akan berjalan dari September hingga November 2025.

    Program ASEAN SEDP bukan hanya sekadar pendanaan, melainkan sebuah wadah penting untuk membekali wirausahawan sosial dengan berbagai keterampilan, koneksi, dan rasa percaya diri dalam mewujudkan ide-ide besar menjadi dampak nyata, seperti disampaikan oleh Dr. Piti Srisangnam, Executive Director ASEAN Foundation.

    Sejak awal diluncurkan, program ini telah memberikan dukungan kepada 100 wirausaha sosial, memberdayakan 401 pengusaha—dengan lebih dari dua pertiga di antaranya adalah perempuan—dan menciptakan dampak positif bagi lebih dari 4,7 juta orang.

    Program ini juga diperkuat oleh komitmen dari para mitra utama yang memiliki peran sentral dalam mendukung pertumbuhan wirausaha sosial.

    Ara Yoo, Global Head of Social Impact TikTok, menegaskan komitmen perusahaan untuk menyediakan platform dinamis yang memungkinkan wirausaha sosial terhubung dengan komunitas luas dan memperkuat misi mereka dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

    Senada dengan itu, Kulwipa Piyawattanametha, Managing Director SAP Indochina, menyampaikan keyakinannya bahwa teknologi akan memberikan hasil terbaik bila dipadukan dengan semangat para wirausaha sosial.

    SAP telah bangga menyediakan alat dan pendampingan untuk membantu mereka mengubah ide berani menjadi dampak berkelanjutan, dengan melibatkan 96 mentor selama empat tahun terakhir untuk mendukung peserta program.

    Dalam acara tersebut, Wittawat Lamsam, Chair of the ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME), menyampaikan pidato utama yang menyoroti peran krusial ASEAN SEDP.

    Program ini memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta wirausaha sosial melalui pendampingan, hibah, dan pelatihan guna mendorong pertumbuhan yang inklusif di kawasan Asia Tenggara.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply