markettrack.id – Para penyedia layanan komunikasi atau Communication Service Providers (CSP) di kawasan Asia Pasifik menghadapi hambatan krusial dalam memaksimalkan potensi Kecerdasan Buatan (AI), yang dikenal sebagai “data debt”.
Fenomena ini terjadi ketika data perusahaan tersebar, terfragmentasi, dan tidak konsisten, menjadikannya sulit untuk dimanfaatkan secara optimal.
Tantangan ini signifikan, di mana 71% eksekutif operator telekomunikasi di Asia Pasifik mengakui bahwa visibilitas menyeluruh yang minim terhadap jaringan dan portofolio mereka memperlambat proses pengambilan keputusan.
Laporan Accenture terbaru, Cracking the Code on Data Debt dan The Front Runner’s Guide to Scaling AI, menyoroti bahwa hanya 21% Perusahaan Telekomunikasi di Asia Pasifik yang berhasil menuai hasil nyata dari investasi AI mereka.
Menurut Tore Berg, Managing Director and Lead, Communications, Media and Technology Industry, Accenture in APAC, operator kini menyadari potensi AI sebagai pendorong profitabilitas dan produktivitas.
Namun, Vivek Luthra, Senior Managing Director, Data and AI Lead, APAC & South East Asia Business and Global Strategic Pursuits at Accenture, menekankan bahwa di samping masalah technical debt yang menghambat kelincahan, muncul pula data debt yang menghalangi inovasi berbasis AI.
Untuk mengatasi tantangan ini, operator yang maju telah melakukan investasi jangka panjang pada proses inti dan memperbarui fondasi teknologi mereka, termasuk membangun landasan data yang siap untuk AI.
Salah satu area prioritas investasi adalah implementasi Agentic AI, yang dapat mempercepat operasi jaringan yang lebih otonom dan zero-touch.
Teknologi ini, yang sudah diinvestasikan oleh 63% operator global, mampu meningkatkan efisiensi dan ketahanan jaringan, serta membuka peluang baru seperti intent-driven operations.
Membangun strategi data terpadu dan mengembangkan tenaga kerja dengan keterampilan ganda (seperti network engineer yang menguasai data science) menjadi langkah transformasional penting untuk memperluas bisnis di masa depan.
Meta
Laporan Accenture menunjukkan “data debt” menghambat 71% eksekutif telekomunikasi di Asia Pasifik memanfaatkan AI secara optimal. Hanya 21% yang sukses menuai hasil AI. Operator didorong untuk mengatasi data debt, membangun fondasi data siap AI, dan mengembangkan talenta dengan keterampilan data science.
SF-Admin


