markettrack.id – Semangat gotong royong masyarakat Indonesia menunjukkan tren yang kuat. Laporan World Giving Index menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia selama beberapa tahun terakhir.
Di tengah tingginya partisipasi masyarakat dalam membantu sesama, pemanfaatan donasi masyarakat semakin berkembang dari bantuan darurat menjadi dukungan bagi berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Berangkat dari semangat ini, Amartha Financial (Amartha) meluncurkan Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat yang dinaungi Amartha.org, yayasan yang dibangun Amartha untuk memperluas dampak sosial dari ekosistem layanan keuangan digitalnya.
Peluncuran Amartha Empower menjadi langkah terbaru Amartha dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perdesaan.
Inisiatif ini dibangun di atas 16 tahun pengalaman Amartha dalam melayani lebih dari 3,7 juta pelaku usaha mikro di lebih dari 50.000 desa, sekaligus memperluas dampak pemberdayaan melalui partisipasi publik dalam bentuk donasi, zakat, dan sedekah.
“Sejak berdiri pada 2010, Amartha mengembangkan model gotong royong dengan menghubungkan investor dan jutaan UMKM perempuan di perdesaan melalui akses permodalan. Kami percaya bahwa kemajuan sejati lahir ketika masyarakat desa memiliki akses terhadap modal dan dukungan komunitas yang lebih kuat,” ujar Aria Widyanto, Chairman amartha.org.
“Melalui Amartha Empower, kami ingin membawa semangat yang sama ke ranah donasi publik. Dengan dukungan jaringan Amartha yang telah menjangkau lebih dari 50.000 desa, kontribusi publik akan dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan yang membantu masyarakat desa memperkuat usaha, memulihkan penghidupan, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” lanjutnya
Platform Digital Perluas Pemberdayaan Sosial
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dan penyaluran dana sosial secara kredibel, Amartha Empower telah mendapatkan izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sejak 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Penetapan ini memungkinkan Amartha Empower untuk menghimpun serta menyalurkan zakat, donasi, dan sedekah secara lebih terstruktur, sekaligus memperluas akses masyarakat dalam berkontribusi pada berbagai program pemberdayaan ekonomi dan sosial di perdesaan.
Rizaludin Kurniawan, M.Si., Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan, mengatakan, “Penetapan Yayasan Amartha sebagai UPZ oleh BAZNAS menjadi langkah untuk memudahkan karyawan, mitra, dan seluruh ekosistem Amartha dalam menyalurkan zakat secara amanah dan profesional. Melalui UPZ ini, kami berharap penghimpunan dana zakat, donasi, dan sedekah dapat semakin optimal, termasuk melalui kanal digital, sehingga penyalurannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Salah satu wujud nyata kolaborasi dan pemberdayaan melalui Amartha Empower dapat dilihat pada program pemulihan pascabanjir di Aceh dan Sumatra.
Dari dana yang terhimpun sekitar Rp2,5 miliar, Amartha Empower menyalurkan bantuan logistik kepada lebih dari 32.000 mitra UMKM terdampak, renovasi sekolah, penyediaan air bersih, layanan dapur umum, perlengkapan tidur dan kebersihan, serta pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak-anak.
Aria menambahkan, “Pengalaman mendampingi masyarakat pascabencana di Aceh dan Sumatra menunjukkan bahwa ketangguhan lahir dari kekuatan kolektif. Warga tidak menunggu bantuan, tetapi bersama-sama mencari solusi untuk memulihkan sumber penghidupan mereka. Melalui diskusi dengan warga hingga gotong royong di lapangan, saluran irigasi yang rusak kini kembali mengaliri 53 hektare sawah dan 30 hektare ladang milik 735 warga di Kabupaten Agam. Dalam beberapa bulan ke depan, pemulihan ini diperkirakan dapat menghidupkan kembali aktivitas pertanian dengan potensi nilai panen hingga Rp3,8 miliar.”
Salah satu penerima bantuan yang juga mitra Amartha di Jorong Toboh, Kabupaten Agam, Ibu Ira, menyampaikan, “Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Amartha. Dukungan ini sangat berarti bagi warga Jorong Toboh karena membantu kami bangkit setelah bencana. Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, perbaikan saluran irigasi juga memungkinkan sawah dan ladang kami kembali dialiri air sehingga para petani dapat kembali menanam dan memulihkan mata pencaharian.”
Ke depan, Amartha membuka peluang kolaborasi yang lebih luas agar semakin banyak inisiatif pemberdayaan masyarakat dapat terwujud melalui Amartha Empower.
“Bagi Amartha, Amartha Empower bukan sekadar platform donasi, melainkan kelanjutan dari misi inti kami: memberdayakan masyarakat desa dan pelaku usaha mikro tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan maju bersama. Untuk itu, kami di Amartha Empower menyediakan ruang kolaborasi bagi pihak yang ingin memastikan setiap kontribusi dapat membangun dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di desa,” tutup Aria.
SF-Admin


