markettrack.id – Dayalima bersama Hi-Fella resmi memperkenalkan Skill Festival 2026 melalui kegiatan Soft Launching Skill Fest, sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk menjawab tantangan kesenjangan keterampilan (skill gap) di kalangan generasi muda Indonesia.

    Mengusung tema “Skill Siap Kerja: Dari Pembelajaran ke Akses Industri”, program ini tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan peserta dengan peluang kerja nyata.

    Skill Festival 2026 menargetkan Gen Z usia 18–30 tahun, khususnya mahasiswa dan fresh graduate, yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

    Berbeda dari program pelatihan pada umumnya, Skill Festival dirancang sebagai sebuah pipeline talent, mulai dari proses upskilling, pengembangan berbasis output, hingga job matching dengan kebutuhan industri.

    Pendekatan ini menjadi solusi konkret atas tantangan yang selama ini dihadapi banyak pencari kerja muda: minimnya pengalaman praktikal dan keterbatasan akses ke industri.

    Kegiatan soft launching yang berlangsung selama ±90 menit ini mengedepankan dua fokus utama:

    • 70% pengenalan program dan peluang kolaborasi, termasuk keterlibatan CSR, institusi pendidikan, dan organisasi non-profit
    • 30% insight industri, yang memberikan perspektif nyata mengenai kebutuhan skill di dunia kerja saat ini

    Dalam sesi ini, Dayalima dan Hi-Fella menekankan tiga nilai utama program: Skill yang relevan, output yang terukur, serta koneksi dengan komunitas dan industri.

    Peserta tidak hanya belajar, tetapi juga menghasilkan portofolio nyata, mendapatkan akses ke komunitas berbagi informasi karier, serta terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

    Melalui soft launching ini, Dayalima dan Hi-Fella juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, kampus, NGO, dan mitra industri, untuk bersama-sama menciptakan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan employability generasi muda.

    Ke depan, Skill Festival 2026 diharapkan dapat menjadi platform strategis yang tidak hanya menghasilkan talenta siap kerja, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, komunitas, dan industri.

    Program ini juga menargetkan berbagai output konkret, mulai dari penjualan kelas, pengumpulan testimoni peserta, hingga terbentuknya jaringan kolaborasi baru lintas sektor.

    Menjawab Tantangan Nyata Dunia Kerja

    Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025 yang mencatat angka pengangguran mencapai 7,35 juta jiwa, dinamika dunia kerja saat ini semakin kompleks.

    Mulai dari perubahan ekonomi, efisiensi industri, hingga tingginya kompetisi di pasar kerja formal menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi fresh graduate.

    Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Early Antarest, para narasumber menyoroti pentingnya pendekatan baru dalam menyiapkan talenta muda Indonesia.

    Diskusi ini menghadirkan:

    • Aditya Vonan Mainzerino — Branch Manager Dayalima untuk Indonesia Timur
    • Pusponurani Tri Rahaju, S.Psi., MM. — Disnakertrans Jawa Timur
    • Dr. Nurul Indah Susanti, M.Si., Psikolog — KADIN Jawa Timur

    Diskusi menekankan bahwa kesiapan karier tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh keterampilan praktikal, sertifikasi kompetensi, serta akses terhadap mentor dan jaringan industri.

    Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dampak Lebih Luas

    Soft launching yang berlangsung selama kurang lebih 90 menit ini dirancang dengan pendekatan yang seimbang antara pengenalan program dan pemaparan wawasan industri.

    Sekitar 70% dari sesi difokuskan pada pengenalan Skill Festival 2026 serta pembukaan peluang kolaborasi lintas sektor, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, institusi pendidikan, program CSR, hingga organisasi non-profit.

    Melalui sesi ini, penyelenggara menegaskan pentingnya sinergi dalam menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan dan berdampak luas.

    Sementara itu, 30% sesi lainnya diisi dengan insight industri yang memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan keterampilan di dunia kerja saat ini.

    Para narasumber berbagi perspektif terkait tren industri, tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mencari talenta siap kerja, serta kompetensi yang semakin dibutuhkan di era modern.

    Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami arah perkembangan industri sekaligus mempersiapkan diri secara lebih relevan dan strategis.

    Sejumlah tokoh dari berbagai sektor turut hadir dalam acara ini, di antaranya:

    • Dr. Nurul Indah Susanti (KADIN Jawa Timur)
    • Pusponurani Tri Rahaju (Disnakertrans Jawa Timur)
    • Citra Widuri (Social Value Indonesia)
    • Yuvencia Yunita (Western Sydney University)
    • Lucky Christian & Aprilita Putri (ASPIN)
    • Dr. Tatik Prihatini (Narasio)

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa peningkatan employability generasi muda membutuhkan sinergi lintas sektor.

    Skill Festival 2026 dirancang tidak hanya sebagai program pembelajaran, tetapi sebagai ekosistem berkelanjutan yang menawarkan:

    • Pengembangan skill praktikal berbasis kebutuhan industri
    • Output nyata berupa portofolio kerja
    • Akses ke komunitas dan jaringan profesional
    • Peluang kerja melalui proses job matching
    • Pendampingan mentor karier
    • Akses terhadap sertifikasi kompetensi

    Program ini juga membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, kampus, NGO, dan mitra industri untuk memperluas dampak.

    Mendorong Generasi Muda Lebih Siap dan Berdaya

    Selain fokus pada jalur karier formal, Skill Festival 2026 juga mendorong peserta untuk melihat peluang di sektor non-formal dan ekonomi kreatif, sebagai alternatif yang relevan di era industri modern.

    Ke depan, Skill Festival 2026 diharapkan dapat menjadi platform strategis dalam mencetak talenta siap kerja sekaligus memperkuat koneksi antara dunia pendidikan, komunitas, dan industri.

    Program ini juga menargetkan berbagai output konkret, mulai dari penjualan kelas, pengumpulan testimoni peserta, hingga terbentuknya jaringan kolaborasi baru lintas sektor.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply