markettrack.id – PT Credit Bureau Indonesia (CBI), sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkolaborasi dengan IndosatOoredoo Hutchison (IOH) untuk mendukung pengembangan sistem penilaian kredit yang lebih inklusif dan bertanggung jawab di Indonesia.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menjawab tantangan inklusi keuangan, khususnya bagi segmen masyarakat underserved dan thin-file yang belum memiliki riwayat kredit formal yang memadai.
Melalui pendekatan berbasis insight alternatif, lembaga keuangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian serta memperluas akses pembiayaan secara berkelanjutan.
Dalam kolaborasi ini, CBI memanfaatkan insight analitik yang telah dianonimkan dan diolah secara agregat yang berasal dari indikator terkait telekomunikasi, yang diproses dalam kerangka kerja yang aman dan menjaga privasi.
Tidak terdapat pertukaran data pribadi individu, dan seluruh proses dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta ketentuan OJK.
Pemanfaatan insight ini menjadi bagian dari pengembangan Bureau Telco Score, yang sepenuhnya dikembangkan, dimiliki, dan dioperasikan oleh CBI sebagai LPIP berizin, sebagai pendekatan alternatif dalam penilaian risiko kredit yang melengkapi model konvensional.
Hal ini memungkinkan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan kredit secara lebih komprehensif, khususnya bagi segmen new-to-credit, UMKM, dan masyarakat dengan penghasilan informal, dengan tetap mengedepankan tata kelola data yang baik.
Kolaborasi ini mencerminkan komitmen Indosat Ooredoo Hutchison, di mana teknologi analitik diterapkan dalam kerangka yang aman dan patuh terhadap regulasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih inklusif.
Di sisi lain, CBI terus memperkuat perannya dalam ekosistem informasi perkreditan di Indonesia melalui pendekatan inovatif yang tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi serta perlindungan data.
Kolaborasi ini juga memungkinkan peningkatan kualitas insight risiko tanpa mengabaikan prinsip keamanan dan privasi data.
Seiring meningkatnya kebutuhan akan penilaian kredit yang lebih inklusif dan berbasis data, kolaborasi ini mencerminkan upaya industri dalam menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab.
Melalui pendekatan privacy-first analytics, kedua pihak berkomitmen untuk mendukung ekosistem keuangan yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.
“CBI sedang membangun generasi berikutnya dari infrastruktur biro kredit di Indonesia — yang cepat, andal, dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital. Kemitraan dengan IOH memperkuat Bureau Telco Score kami serta meningkatkan cakupan analisis kredit di berbagai wilayah dan segmen pendapatan yang selama ini kurang terlayani, dengan pendekatan yang aman, bertanggung jawab, dan menjaga privasi,” ujar Anton Adiwibowo, Presiden Direktur, Credit Bureau Indonesia.
“Hal ini memberikan lembaga keuangan alat yang lebih baik untuk melayani masyarakat unbanked dan underbanked secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong agenda inklusi keuangan Indonesia,” tutupnya
SF-Admin


