markettrack.id – Akamai Technologies telah menandatangani kesepakatan definitif untuk mengakuisisi LayerX, penyedia terkemuka solusi AI usage control berbasis browser dan teknologi Secure Enterprise Browser (SEB).
Solusi-solusi LayerX akan memperluas proteksi Akamai hingga ke browser, tempat sebagian besar aktivitas perusahaan kini berlangsung dan di mana tenaga kerja saat ini berinteraksi dengan aplikasi-aplikasi AI generatif, solusi SaaS AI, serta AI agents.
Melalui akuisisi ini, Akamai mengambil langkah penting dalam evolusi portofolio keamanan Zero Trust miliknya sekaligus menjawab salah satu prioritas paling mendesak bagi para pemimpin keamanan di tahun 2026: AI usage control.
LayerX mendukung browser-browser paling populer, berbeda dengan browser-browser proprietary enterprise yang mengharuskan perusahaan berpindah browser dan mengganggu pengalaman pengguna.
Hal ini memungkinkan pengguna untuk tetap menggunakan browser pilihan mereka secara aman tanpa gangguan, sekaligus memanfaatkan generasi baru browser agentic seperti Atlas, Comet, dan lainnya.
Dengan mendukung browser yang sudah ada, tim keamanan mendapatkan visibilitas dan kontrol real-time yang lebih baik terhadap penggunaan tanpa batasan, termasuk ketika pengguna berinteraksi dengan konten web, prompt, unggahan file, dan aplikasi SaaS.
LayerX memungkinkan semua ini tanpa memerlukan perubahan infrastruktur maupun menciptakan kesulitan baru bagi tenaga kerja.
“Pelanggan kami mengadopsi AI dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka menyampaikan hal yang sama: kontrol keamanan yang ada saat ini tidak mampu melihat bagaimana karyawan berinteraksi dengan tools AI dan membagikan informasi ke large language models,” ujar Mani Sundaram, Executive Vice President dan General Manager, Security Technology Group, Akamai.
“Akuisisi LayerX membantu menutup kesenjangan tersebut dengan menghadirkan lapisan kontrol yang mengatur AI langsung pada titik penggunaannya, sehingga perusahaan dapat bergerak secepat AI tanpa mengorbankan keamanan dan kepatuhan,” lanjutnya
Dikombinasikan dengan kemampuan portofolio Zero Trust Akamai yang sudah ada, termasuk Zero Trust Network Access (ZTNA), perlindungan runtime untuk aplikasi AI, dan segmentasi tingkat workload untuk AI inference, Akamai menghadirkan kontrol penggunaan AI yang mencakup pengguna, aplikasi, dan infrastruktur.
Bersama-sama, solusi ini memberikan keamanan berkinerja tinggi dan skalabel yang telah dipercaya pelanggan di seluruh dunia selama hampir tiga dekade.
“Mengamankan penggunaan AI oleh manusia maupun AI agents telah menjadi salah satu tantangan utama dalam keamanan enterprise,” ujar Or Eshed, Chief Executive Officer dan Co-Founder, LayerX.
Ia menambahkan, “Kami memberikan fondasi bagi perusahaan untuk menerapkan AI secara aman dalam skala global dengan menggabungkan teknologi LayerX bersama portofolio Zero Trust Akamai dan platform edge paling terdistribusi di dunia. Kami sangat antusias memiliki kesempatan untuk mempercepat visi keamanan kami melalui kesepakatan ini.”
Karyawan LayerX, termasuk para Co-Founder Or Eshed dan David Vaisbrud, akan bergabung dengan organisasi Zero Trust Akamai.
Sebagai akuisisi perusahaan keamanan siber berbasis Tel Aviv keempat oleh Akamai dalam lima tahun terakhir, LayerX akan semakin memperkuat kedalaman teknis dan keahlian pusat inovasi keamanan siber Akamai yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian tersebut, Akamai sepakat mengakuisisi seluruh saham LayerX dengan nilai sekitar US$205 juta, setelah memperhitungkan penyesuaian terhadap perkiraan harga pembelian.
Penyelesaian transaksi, yang masih bergantung pada persyaratan secara umum, diperkirakan akan terjadi pada kuartal ketiga tahun 2026.
Akuisisi ini diperkirakan akan berdampak dilutif terhadap non-GAAP EPS Akamai, sekitar US$0,12 untuk tahun fiskal 2026, dan bisnis LayerX diperkirakan memiliki annual recurring revenue sekitar US$10 juta pada akhir tahun.
SF-Admin


