markettrack.id – Ekosistem startup di Indonesia dan Asia Tenggara saat ini terus menunjukkan perkembangan menuju fase yang lebih matang.

    Seiring meningkatnya fokus terhadap keberlanjutan bisnis, perusahaan teknologi kini dituntut untuk membangun fondasi yang kuat sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi ekonomi digital.

    Di tengah lanskap yang semakin selektif tersebut, Privy hadir mewakili startup Indonesia pada gelaran MatchCAP Singapore 2026.

    Kehadiran ini menjadi cerminan bagaimana startup Indonesia kini berkembang melampaui perusahaan berbasis teknologi semata menuju peran yang lebih fundamental dalam membangun infrastruktur digital.

    Forum yang difasilitasi oleh Endeavor ini mempertemukan 59 perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dan 73 investor global dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.

    Pada kesempatan itu, Marshall Pribadi selaku CEO dan Founder Privy dipercaya untuk menyampaikan opening remarks.

    Marshall Pribadi memaparkan perjalanan Privy bersama Endeavor serta visinya terhadap masa depan kepercayaan digital atau digital trust.

    Pria yang terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur sejak 2018 ini mengungkapkan bahwa Privy telah mencapai peningkatan pendapatan 25 kali lipat dan memiliki lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi.

    Lebih lanjut, Marshall Pribadi menegaskan bahwa sejak pendirian Privy di tahun 2016, visi perusahaan adalah membangun ekosistem kepercayaan digital.

    Kepercayaan merupakan mata uang utama dalam interaksi digital, terlebih di era Artificial Intelligence (AI) saat banyak keputusan bergantung pada identitas terpercaya.

    Bagi Privy, ekosistem digital trust mencakup tiga lapisan utama, yaitu Trusted Identity, Trusted Communication Channel, dan Trusted Transaction Authenticity.

    Pada lapisan Trusted Identity, Privy membantu memastikan identitas individu maupun institusi dapat diverifikasi secara aman dan akurat.

    Privy bahkan menjadi satu-satunya institusi yang menjamin identitas dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar untuk melindungi pengguna.

    Sementara melalui Trusted Communication Channel, Privy memastikan interaksi digital berlangsung melalui jalur yang aman dan terverifikasi.

    Selanjutnya pada lapisan Trusted Transaction Authenticity, Privy memastikan setiap transaksi memiliki bukti autentik melalui tanda tangan elektronik, digital seal, dan timestamping.

    Di sisi lain, pada sesi panel diskusi MatchCAP, Chief Operating Officer (COO) Privy, Nitin Mathur, membagikan pelajaran tentang adaptasi perusahaan.

    Nitin Mathur mengungkapkan bahwa daya tahan bisnis tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus dibangun sejak hari pertama.

    Ke depannya, Privy telah menyiapkan product-roadmap baru, termasuk fitur yang memudahkan pengguna dengan dukungan Artificial Intelligence (AI).

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply