markettrack.id – AMEC telah meluncurkan AMEC GEO Principles beserta Panduan Praktisi untuk Pengukuran GEO. Langkah ini bertujuan membantu praktisi komunikasi mengukur dan memahami dampak artificial intelligence (AI) terhadap penyajian informasi melalui jawaban generatif.

    Inisiatif tersebut dilakukan merespons pesatnya pertumbuhan jawaban ringkasan yang dihasilkan AI dan pencarian percakapan. Hal ini semakin membentuk cara organisasi, merek, dan reputasi ditemukan serta dipercaya secara daring.

    Terkait prosesnya, prinsip dan panduan ini dibentuk melalui kolaborasi, konsultasi, serta pengawasan akademis dari Kelompok Agensi AMEC.

    Perumusan ini juga melibatkan tinjauan dewan direktur AMEC dan umpan balik dari praktisi selama lebih dari enam bulan.

    Lebih lanjut, AMEC GEO Principles diluncurkan pada AMEC Summit tanggal 20 Mei 2026 melalui panel yang dipimpin oleh Rayna Grudova.

    Peluncuran ini dilakukan guna merespons lingkungan pencarian dan informasi yang berubah dengan cepat akibat kecerdasan buatan.

    Secara definisi, GEO atau Generative Engine Optimisation semakin banyak digunakan untuk menjelaskan posisi organisasi dalam jawaban AI.

    Prinsip baru ini dirancang untuk membantu praktisi mengevaluasi area tersebut secara bertanggung jawab dan etis.

    Melalui komitmen ini, AMEC mendorong para praktisi untuk menghubungkan pengukuran GEO dengan tujuan komunikasi nyata dan reputasi. Kerangka praktis tersebut menetapkan pengukuran penemuan berbasis AI di tiga area yang saling terhubung.

    Area pertama adalah Reputasi Hulu yang membentuk bagaimana sebuah organisasi dipahami melalui liputan media dan ulasan.

    Area kedua adalah kesiapan pencarian dan konten yang menilai sejauh mana kehadiran digital suatu organisasi terstruktur untuk sistem AI.

    Sementara itu, area ketiga meliputi keluaran AI hilir tentang bagaimana suatu organisasi muncul dalam jawaban yang dihasilkan AI.

    Kerangka kerja ini juga memperkenalkan persyaratan bukti dasar untuk pengukuran GEO, termasuk prompt yang dapat diulang.

    Prinsip ini menegaskan kembali bahwa keluaran AI harus diperlakukan sebagai bukti indikatif dan bukan kebenaran mutlak.

    Oleh karena itu, panduan pendamping diterbitkan untuk membantu para praktisi dalam menerapkannya dalam program pengukuran sehari-hari.

    Alih-alih berdiri sendiri, panduan ini mendorong praktisi melakukan triangulasi bukti dari sinyal reputasi dan kesiapan konten.

    Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tuntutan terhadap tim komunikasi untuk memahami penafsiran merek oleh sistem AI.

    Di sisi lain, pertimbangan etika juga menjadi bagian penting yang diintegrasikan ke dalam kerangka kerja ini. Prinsip-prinsip tersebut menghimbau praktisi untuk mempertimbangkan bias, transparansi, asal-usul data, hingga privasi.

    James Crawford selaku direktur pelaksana PR Agency One menyatakan bahwa pimpinan organisasi mulai bertanya tentang pengukuran GEO. James Crawford menilai industri membutuhkan cara yang lebih ketat dalam melihat penemuan berbasis AI.

    Menurut James Crawford, pengukuran yang paling bermanfaat akan datang dari triangulasi bukti ekosistem informasi.

    Penyusunan prinsip ini memberikan industri titik awal yang sama untuk menghadapi perkembangan teknologi.

    Sejalan dengan hal tersebut, Johna Burke selaku CEO AMEC menyatakan bahwa industri komunikasi perlu menjunjung standar transparansi yang tinggi.

    Johna Burke menegaskan tidak ada organisasi tunggal yang dapat mendefinisikan penemuan berbasis AI sendirian.

    Pada akhirnya, asosiasi profesional memainkan peran penting dalam membantu industri menguji asumsi serta mengurangi bias. Komitmen para profesional lintas wilayah ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan di era AI.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply