markettrack.id – Russian Direct Investment Fund (RDIF), sovereign wealth fund Rusia, dan Modena Group, perusahaan multinasional milik Indonesia dengan portofolio bisnis beragam, menandatangani perjanjian kerja sama strategis untuk mendorong investasi bersama.

    Perjanjian tersebut resmi ditandatangani di sela-sela penyelenggaraan St. Petersburg International Economic Forum pada 4 Juni 2026.

    Melalui kerja sama ini, RDIF dan Modena akan berfokus pada pengembangan proyek industri dan manufaktur di kedua negara, termasuk potensi pembentukan usaha patungan (joint venture), transfer teknologi, serta inisiatif lokalisasi produksi.

    Selain itu, pengembangan teknologi tinggi dan transformasi digital juga menjadi bagian dari kolaborasi ini, mencakup solusi ICT Modena Seamless serta teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dari Rusia.

    Selanjutnya, kedua pihak sepakat untuk mendukung ekspansi perusahaan Indonesia ke pasar Rusia sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara bagi perusahaan Rusia yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

    Kirill Dmitriev selaku CEO RDIF menyatakan bahwa kemitran ini menjadi landasan untuk menghadirkan proyek industri bersama, memperluas kapasitas manufaktur, serta mempercepat lokalisasi teknologi bernilai tinggi di Rusia maupun Indonesia.

    Menurut Kirill Dmitriev, penggabungan kapabilitas investasi RDIF dan keahlian industri Modena dapat mengurangi hambatan operasional dan regulasi serta mendukung perusahaan kedua negara memasuki pasar baru.

    Pada akhirnya, kerja sama tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata dan memaksimalkan peluang di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Rusia dan Indonesia.

    Di sisi lain, Executive Vice President Modena, Michael Jizhar menambahkan bahwa Indonesia tengah memasuki fase transformasi penting di mana inovasi dan teknologi memainkan peran besar dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

    Melalui kemitraan dengan RDIF dan berbagai perusahaan Rusia, Modena ingin mempercepat perjalanan tersebut dengan menjajaki peluang di sektor manufaktur, AI, dan ICT.

    Michael Jizhar juga melihat potensi besar bagi Indonesia untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam ekosistem inovasi global.

    Kemitraan ini menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan teknologi jangka panjang serta memperkuat kolaborasi lintas negara.

    Sebagai informasi, berbekal kepemimpinannya di industri elektronik dan manufaktur, Modena telah bertransformasi menjadi grup multinasional yang memiliki operasional di 12 sektor utama.

    Sektor-sektor tersebut meliputi Elektronik, Energi, Solusi Air Bersih, Mobilitas, Industri Berat, Telekomunikasi, Ritel, Engineering & Construction (E&C), Logistik, Peralatan Medis, ICT, dan Jasa Keuangan.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply