markettrack.id – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan HGI Research Centre sepakat membangun langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok.

    Melalui kemitraan ini, kedua pihak berkomitmen mengeksplorasi program konkret di bidang integrasi pendidikan dan industri, serta pengembangan talenta digital. Upaya tersebut juga mencakup program kemitraan sekolah dengan dunia usaha, hingga kolaborasi internasional.

    Penandatanganan LoI dilakukan dalam rangkaian kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur pada 8-12 Juni 2026. Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M.

    Selama di Shanghai, para delegasi berpartisipasi dalam serangkaian diskusi, kunjungan lapangan, dan pertukaran pengetahuan bersama institusi pendidikan vokasi. Wakil Presiden HGI Research Centre Wang Chen menyatakan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan alat atau teknologi tertentu.

    Oleh karena itu, institusi pendidikan vokasi bertugas membantu siswa memahami cara industri bekerja dan bagaimana sebuah proyek dijalankan. Pada era AI, HGI Research Centre berkomitmen membawa proyek, proses, dan standar industri ke dalam ruang kelas di Indonesia.

    Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa industri digital kini menjadi arah penting bagi pertumbuhan ekonomi. Jawa Timur berharap dapat mencetak talenta muda yang menguasai keterampilan digital mutakhir sekaligus berwawasan internasional.

    Terkait hal tersebut, kedua pihak melakukan diskusi mendalam mengenai penyusunan kurikulum bersama hingga sertifikasi keterampilan vokasi internasional. Salah satu topik utama yang dibahas adalah konsep Chinese + Class Skill yang mengintegrasikan bahasa Mandarin dengan keterampilan industri nyata.

    Melalui pendekatan ini, pembelajaran bahasa dipadukan langsung dengan praktik di bidang desain gim, media digital, dan industri kreatif. Pola pembelajaran tersebut diharapkan mampu membekali siswa dengan kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi lintas budaya.

    Di samping itu, delegasi Jawa Timur juga mengunjungi sejumlah institusi pendidikan vokasi modern seperti Shanghai Qunxing Vocational and Technical School. Rombongan melihat langsung implementasi animasi, produksi gim, hingga penerapan kecerdasan buatan dalam ekosistem pendidikan.

    Kunjungan kerja ini turut merefleksikan besarnya perhatian Pemerintah Shanghai terhadap pengembangan pendidikan dan kerja sama internasional. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak optimistis dapat mempersiapkan talenta masa depan yang mampu bersaing di era ekonomi digital.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply