ADA dan Awake Asia Kerjasama untuk Integrasikan Pemasaran Digital Lewat eCommerce

Simon Paterson, ADA Chief of eCommerce Enablement

Semakin banyak brand yang harus beradaptasi dengan “migrasi besar” konsumen dari offline ke online. Sementara, masih terdapat pemilik bisnis yang belum mengetahui cara memaksimalkan return of investment (ROI).

Peluang ini diperkirakan meningkat menjadi USD 100 miliar di Asia Tenggara, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang diperkirakan meningkat hingga 24,6% (2017-2025).

Menyikapi hal tesebut, ADA meluncurkan integrasi eCommerce practice pertama di Asia Selatan dan Tenggara. Peluncuran ini juga menandai kerjasama ADA dan Awake Asia, sebuah eCommerce enablers yang beroperasi di enam negara di Asia Tenggara.

Kerjasama ini mengintegrasikan kapabilitas Awake Asia dan ADA mulai 1 Juni 2021. Keduanya akan berkolaborasi dalam membantu brand untuk masuk ke ranah online, di 10 pasar, di Asia Selatan dan Tenggara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, Korea Selatan, Vietnam, dan Indonesia.

Mengintegrasikan kapabilitas Awake Asia dalam merancang strategi pemasaran melalui eCommerce dengan solusi media, kreatif, dan analisis data milik ADA, kerjasama ini akan mendorong penjualan online bagi brand melalui:

Pemasaran digital yang berkaitan erat dengan penjualan melalui eCommerce: Perencanaan pemasaran digital yang terintegrasi dengan pengelolaan eCommerce; strategi dan aktivitas yang berpusat pada pelanggan; kinerja pemasaran digital yang dihitung melalui pendapatan dari penjualan online.

Analisis dan dan perilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan melalui eCommerce: Pembuatan konten dan pesan yang lebih personal serta tepat sasaran dengan memanfaatkan analisis data dapat meningkatkan penjualan melalui eCommerce.

Menjangkau lebih banyak pelanggan di super apps dan marketplace: Mengoptimalkan komunikasi dengan konsumen di semua titik yang ada di super apps, aplikasi, dan website. Memanfaatkan solusi Teknologi Pemasaran seperti platform data pelanggan (CDP) dan teknologi lainnya yang digunakan untuk mengoptimalkan aktivitas pemasaran digital.

Srinivas Gattamneni, Chief Executive Officer ADA, mengatakan, “Di ADA, kami yakin bahwa aktivitas penjualan melalui eCommerce seharusnya tidak dilakukan secara tertutup, melainkan diintegrasikan secara mendalam melalui analisis data, media, kreatif, dan investasi teknologi pemasaran untuk mencapai kinerja yang baik. Penggabungan tersebut menyatukan pendekatan terintegrasi bagi brand dalam menjangkau dan mendapatkan konsumen secara digital.”

Simon Paterson, pemimpin divisi, bergabung dengan ADA sebagai Chief of eCommerce Enablement yang sebelumnya juga menjabat sebagai Chief Executive Officer Awake Asia, mengutarakan pendapatnya, “Selama 5 tahun terakhir, Awake Asia telah membangun bisnis eCommerce enablement terkemuka di Asia Tenggara. Kami sangat bersemangat untuk memulai fase pertumbuhan baru ini dengan analisis yang terintegrasi, media, serta kreativitas untuk meningkatkan kinerja eCommerce bagi semua brand di wilayah ini.”

Kerjasama ini membuka pasar baru ADA di Vietnam dengan lebih dari 150 spesialis eCommerce yang saat ini melayani lebih dari 120 brand, mendorong pertumbuhan eCommerce untuk klien seperti P&G, Unilever, BMW, dan Wyeth; serta mitra eCommerce seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

 

SF-Admin