Memiliki website bisnis dengan nama domain sesuai bisnis yang dimiliki dan top-level ekstensi domain dapat menunjukan profesionalitas suatu bisnis pada target pasar atau masyarakat secara umum. Bahkan, tidak sedikit yang membeli nama domain terlebih dahulu sebelum memulai bisnis.

Elon Musk, Executive Chair and Chief Technology Officer Twitter, yang baru saja mengubah domain twitter.com menjadi X.com ternyata sudah memiliki domain tersebut sejak tahun 1999 dan menggunakannya sebagai perusahaan pembayaran online. Domain tersebut kemudian merger dengan Confinity pada 2000 dan menjadi PayPal.

Mengamankan nama domain sesuai dengan nama bisnis yang akan dimulai penting untuk dilakukan agar bisnis tidak kehilangan trademark atau domain dengan nama bisnis mereka yang sudah dipikirkan dengan berbagai pertimbangan secara matang. Menyimpan nama domain lebih baik dibandingkan jika harus mengubah nama bisnis karena domain sudah dimiliki oleh pihak lain.

Bahkan jika bisnis belum juga bisa berjalan dalam waktu dekat, domain masih bisa digunakan di kemudian hari seperti yang dilakukan oleh Elon. Pada 2017, Elon membeli lagi domain X.com dari PayPal dan baru digunakan pada Juli 2023 untuk rebranding Twitter menjadi ‘X’.

Pentingnya Ekstensi Top-Level Domain untuk Branding

Domain adalah identitas website yang memudahkan pengunjung menemukan situs bisnis atau individu. Dengan nama domain yang unik dan eksklusif, personal branding atau branding bisnis akan semakin kuat dan semakin mudah untuk dikenal sebagai profesional. Terutama di era digital, sangat penting untuk membangun branding digital yang kuat.

Ekstensi domain atau akhiran pada nama domain menentukan eksklusivitas sebuah website. Website yang menggunakan ekstensi domain .com, .co.id, .id, .edu, .org, atau ekstensi top-level lainnya tentu akan terlihat lebih profesional dibandingkan dengan website dengan ekstensi .wordpress.com dan .blogspot.com.

Pilihan ekstensi top-level domain harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Jika ingin menyesuaikan dengan jenis bisnis, pilih ekstensi yang segmented seperti .edu untuk website yang berkaitan dengan pendidikan atau edukasi. Jika ingin menargetkan pasar di suatu lokasi, pilih ekstensi berdasarkan lokasi seperti .id untuk Indonesia.

Untuk meningkatkan klik pada website, banyak pengguna website memilih ekstensi .com yang sudah familiar bagi kebanyakan orang. Namun, dilansir dari blog Niagahoster, di balik tingginya popularitas ekstensi .com, ternyata domain .com tidak mempengaruhi performa SEO.

Domain website .com lebih mudah diingat dibandingkan ekstensi domain lainnya, namun dampaknya pada performa SEO sama seperti ekstensi top-level domain lain.

Investasi Top-Level Domain

Tidak hanya dapat digunakan sebagai branding secara digital untuk bisnis atau individu, domain juga bisa digunakan untuk meraup keuntungan dari jual beli. Belajar dari Elon Musk yang harus membeli kembali domain X.com dari PayPal dengan harga yang ditaksir mencapai 7-8 digit dalam Dolar Amerika Serikat, jual beli domain ternyata dapat menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Berdasarkan blog Niagahoster, domain termahal di dunia adalah jet.com yang dibeli oleh Walmart seharga 3,3 miliar Dolar Amerika Serikat pada tahun 2016, yang jika situsnya dibuka saat ini akan dialihkan ke situs walmart.com.

Fenomena investasi dan jual beli domain sering terjadi pada bisnis yang membutuhkan domain dengan nama yang sesuai dengan nama bisnis mereka, namun domain itu sudah dimiliki pihak lain. Alhasil, nilai penjualan dapat berlipat ganda melampaui harga pembeliannya karena kebutuhan yang mendesak.

Jual beli domain juga sempat ramai terjadi di Indonesia menjelang masa Pemilu 2019. Domain dengan nama capres dan cawapres dibanderol mulai 1-2 miliar Rupiah pada tahun 2018 lalu oleh beberapa pihak yang sudah mengamankan domain dengan nama capres dan cawapres tersebut.

SF-Admin