Pada 2021 lalu, DBS Bank Ltd., (DBS) telah memberikan pinjaman sindikasi ramah lingkungan dan pinjaman sindikasi untuk kegiatan usaha dengan dampak sosial dan lingkungan dan pinjaman sindikasi bernilai rendah (club loan) senilai $4,86 miliar dolar AS melalui 40 kesepakatan untuk membiayai peluncuran strategi ramah lingkungan dan transisi, seperti, promosi proyek energi terbarukan, bangunan ramah lingkungan, dan langkah-langkah dekarbonisasi.

Berkat kinerja aktifnya selama periode tersebut, DBS menempati peringkat teratas dalam daftar lembaga keuangan penyedia pinjaman sindikasi Asia Pasifik (kecuali Jepang) Debtwire untuk peran mereka sebagai Mandated Lead Arranger (Pemimpin Sindikasi) Ramah Lingkungan dan Berwawasan Berkelanjutan sepanjang 2021. Ini merupakan tahun kedua berturut-turut DBS menempati peringkat teratas.

Nilai ini hampir dua kali lipat angka tahun 2020, yang sebesar $2,53 miliar dolar AS, melalui 16 kesepakatan. Proyek-proyek yang didanai bertujuan untuk menangani bidang-bidang utama yang menjadi masalah lingkungan, seperti, perubahan iklim, penipisan sumber daya alam dan hilangnya keanekaragaman hayati, dan lain-lain.

Sebagai contoh, untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi transportasi menuju masa depan mobilitas rendah karbon, DBS menyediakan Toyota Financial Services Singapore (TFSSG), anak usaha lembaga layanan keuangan Toyota Motor Corporation (Toyota), dengan pinjaman transisi senilai 150 juta dolar Singapura untuk meningkatkan penjualan Kendaraan Listrik di Singapura.

Di Hongkong, bank juga memberikan pinjaman untuk kegiatan berdampak sosial dan lingkungan senilai HK$348 juta kepada Kwoon Chung Bus Holdings Limited. Ini pinjaman berkelanjutan pertama bagi perusahaan untuk mendukung upaya mereka memastikan tidak kurang dari 70% armada bus mereka akan lebih ramah lingkungan dalam lima tahun ke depan.

Di Tiongkok, DBS menandatangani kontrak pembiayaan rantai pasokan ramah lingkungan senilai RMB500 juta dengan Huaneng Tiancheng Financial Leasing Co. Ltd. untuk menyediakan layanan sewa pembiayaan untuk proyek-proyek energi terbarukan guna memfasilitasi sektor energi bersih di Tiongkok.

Yulanda Chung, Head of Sustainability, Perbankan Kelembagaan DBS, mengatakan, “Pencapaian ini menunjukkan bahwa DBS, sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan positif, berkomitmen untuk membantu perusahaan menghasilkan nilai jangka panjang dengan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.”

“Sebagai salah satu penyedia modal terbesar di dunia, bank bertanggung jawab untuk memastikan bahwa modal disalurkan untuk mendorong tujuan keberlanjutan,” tutupnya. 

Untuk lebih mendorong kemajuan keberlanjutan, DBS mendukung peningkatan pembiayaan transisi1 dan mendukung para klien dalam mengadopsi solusi tambahan namun penting untuk mengurangi jejak karbon mereka–semua diperlukan untuk memperluas dan memperdalam pasar.

Pada tahun lalu, DBS meningkatkan target keuangan berkelanjutan menjadi 50 miliar dolar Singapura hingga 2024, mempercepat agenda keberlanjutannya untuk membantu pelanggan memasukkan praktik bisnis berkelanjutan ke dalam strategi bisnis mereka secara keseluruhan.

DBS juga telah berkomitmen untuk memastikan nol emisi karbon dari seluruh kegiatan operasional bank pada 2022 dan terus mengurangi jejak karbon bank sembari memajukan agenda pengadaan berkelanjutan.

SF-Admin