Belajar Secara Daring Berpotensi jadi Tren Belajar di Masa Depan

Indonesia masih terus berjuang melawan pandemi COVID-19 di saat tahun ajaran baru sekolah sudah harus dimulai. Keadaan ini mengharuskan para pelajar melakukan aktivitas belajar online di rumah masing-masing. Online learning dipilih sebagai alternatif pembelajaran karena mengelimidasi jarak dan pertemuan yang bermanfaat mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah dan kampus.

The Research Institute of America juga menyebutkan online learning memiliki manfaat lain yaitu menaikkan tingkat retensi (kemampuan bertahan) pelajar sebesar 25 – 60% daripada pembelajaran tatap muka. Setelah pandemi ini, belajar online diprediksi menjadi masa depan pendidikan di dunia, tidak hanya pendidikan bagi para pelajar tetapi untuk semua orang.

Salah satu perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster memaparkan dalam Online Press Conference pekan lalu adanya kenaikan jumlah akses ke blog dan layanan kursus gratis. Rata-rata pengakses merupakan pemilik bisnis, internet marketer, dan pegiat IT yang mencari sumber informasi dan kursus secara gratis.

“Trafik kunjungan blog meningkat 67,9% selama kuartal II (bulan April – Juni) tahun 2020. Peningkatan ini yang paling signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.” ungkap Yogi Maulana, Senior Data Analyst Niagahoster.

Kenaikan trafik blog ini bertambah seiiring dengan bertambahnya intensitas penggunaan internet dan smartphone di masyarakat. Selain itu, kursus website gratis yang dimiliki Niagahoster juga mencatat adanya kenaikan jumlah pengguna terdaftar sebesar lebih dari 50% sejak bulan April hingga Juni.

 

Akses Mudah Belajar Apa Saja

“Tren” belajar online di masyarakat tidak dapat terlepas dari peran internet dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kanal-kanal seperti Youtube, blog, Google News menyediakan informasi secara gratis untuk diakses siapa saja, dengan topik yang beraneka ragam.

Kelebihan online learning lainnya juga adalah fleksibilitas jadwal. Berbeda dengan sekolah dan lembaga formal, online learning yang disediakan oleh platform e-learning memungkinkan pengguna mengambil kelas favorit mereka di waktu yang dapat ditentukan sendiri.

“Peningkatan kunjungan di blog dan download e-book juga menandakan masyarakat mulai terbiasa dengan online learning. Selain bisa mengisi waktu di rumah, juga bisa mendapatkan info-info baru, belajar hal-hal baru. (Misalnya) untuk bisnisnya, untuk pengembangan karir, untuk kesehatan mental, dan lain-lain.” ucap Yogi Maulana.

Forbes menulis bahkan sebelum pandemi Research and Markets meramalkan pasar pendidikan online mencapai 350 milyar USD pada tahun 2025. Perusahaan penyedia layanan kursus online profesional seperti Coursera, Masterclass, Udemy juga mengalami peningkatan jumlah pengguna semasa pandemi.

Proyeksi berkembangnya online learning dapat menjadi peluang bagi pengembang aplikasi e-learning, instansi pemerintah, hingga perusahaan. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk memproduksi konten-konten informatif, mulai dari yang gratis hingga premium atau berbayar.

“Dulu kita mendapatkan pengetahuan hanya dari pendidikan formal. Sekarang dengan internet dan banyaknya konten-konten tersebar di dunia maya, kita bisa mendapatkan banyak sekali informasi dari berbagai macam sumber. Harapannya, konten-konten dari blog dan aplikasi edukasi juga berkualitas dan tepat agar dapat memperkaya masyarakat yang membaca.” ucap Yogi Maulana.

 

SF-Admin