Upaya DBS Menghadapi Pandemi

Pada masa pandemi ini, saling membantu dan bekerja sama adalah kunci dalam menghadapi tantangan yang timbul akibat kehadiran Covid-19. Dalam kondisi sulit ini, Bank DBS Indonesia menyadari peranannya sebagai perbankan dalam menopang karyawan, nasabah, dan masyarakat yang lebih luas.

Pandemi jelas berdampak pada kinerja berbagai sektor termasuk ekonomi. Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam webinar bertajuk “Sinergi Memulihkan Negeri” di Jakarta memperkirakan bahwa pandemi yang terjadi saat ini masih akan menimbulkan dampak atau disrupsi ekonomi hingga tahun 2022.

Meskipun begitu, pemerintah juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dapat pulih pada kuartal kedua 2021 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mencermati penyebaran Covid-19 dan dampaknya bagi masyarakat,

Bank DBS Indonesia sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan (purpose-driven bank) untuk memberikan dampak positif mendukung program pemerintah dalam menghadapi pandemi dan memutus rantai penyebaran Covid-19. 

Dukungan Bank DBS Indonesia ini dilakukan dengan menerapkan berbagai tindakan mulai dari pencegahan hingga memberikan donasi kepada karyawan internal dan masyarakat. Berikut beberapa tindakan dukungan yang dilakukan Bank DBS Indonesia selama masa pandemi:

Mengindahkan imbauan program pemerintah dengan memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi bagi karyawan, keluarga dan anggota serumah. 

Bank DBS Indonesia memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi melalui program kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah terkait dan asosiasi perbankan, tidak hanya bagi seluruh karyawan tapi juga seluruh anggota keluarga karyawan yang tinggal dalam satu rumah yang sama, termasuk didalamnya asisten rumah tangga.

Hingga saat ini, 90% karyawan Bank DBS Indonesia telah mendapatkan vaksinasi tahap pertama. Vaksinasi karyawan Bank DBS Indonesia ini berlangsung mulai dari bulan Juni 2021 dan masih berlangsung sampai saat ini.

Memastikan kesehatan karyawan dengan penerapan protokol kesehatan ketat

Pembagian my care package

Karyawan merupakan aset yang paling berharga dan utama bagi kelangsungan perusahaan. Keamanan dan kenyamanan selama perjalanan hingga saat berada di area kantor menjadi prioritas utama.

Menanggapi situasi pandemi ini, Bank DBS Indonesia membagikan care package putaran pertama pada awal pandemi tahun lalu yang berisikan masker, vitamin C dan hand sanitizer kepada karyawan Bank DBS Indonesia. Care package tersebut dikemas di dalam kantung kecil sehingga sangat mudah dibawa ke mana pun.

Selanjutnya paket yang sama juga kemudian kembali dibagikan dengan tambahan masker untuk memberikan proteksi kepada karyawan. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman kepada karyawan yang tetap harus bekerja di luar rumah dan membantu mencegah penyebaran Covid-19 demi keamanan bersama. 

Ditahun ini kami membagikan masker kain kepada seluruh  karyawan dengan jumlah yang cukup untuk juga dimanfaatkan anggota keluarga serumah.

Penyediaan vitamin dan medical check-up melalui General iFlex

Setiap karyawan DBS yang memenuhi syarat berhak atas benefit General iFlex, berupa alokasi budget yang dapat dimanfaatkan karyawan untuk melakukan medical check-up, pembelian kacamata, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kesehatan karyawan.

Per Maret 2020, pada benefit ini juga dapat dibebankan biaya pembelian immune booster, kebutuhan pelindung diri seperti masker dan hand sanitizer dan peralatan penunjang medis di rumah seperti termometer dan oximeter, juga biaya medical check-up mandiri bila ada karyawan yang ingin melakukan tes Covid bagi diri dan anggota keluarganya. 

Upaya penerapan Work From Home (WFH)

Seperti kita ketahui bersama, perbankan adalah salah satu dari industri yang dimandatkan pemerintah untuk tetap operasional selama masa PPKM ini. Dengan tetap memprioritaskan keamanan karyawan, dan memastikan layanan yang prima bagi nasabah, Bank DBS Indonesia mengupayakan penerapan work from home atau bekerja dari rumah bagi sebagian besar dari karyawannya.

Hal ini didukung oleh infrastruktur yang kuat, dan juga budaya kerja yang baik. Dengan adanya teknologi, dan kualitas sumber daya manusia yang baik, maka pekerjaan tetap dapat diselesaikan dan produktivitas dapat terjaga, sambil meminimalisir risiko kesehatan di tengah pandemi. Per akhir bulan September 2021, 75% karyawan DBS Indonesia bekerja dari rumah.

Care Initiative

Imbas dari WFH adalah karyawan harus membiasakan diri bekerja di rumah masing-masing. DBS Indonesia memahami bahwa tidak semua karyawan memiliki fasilitas kerja yang memadai di rumah masing-masing. Oleh sebab itu, Bank menyediakan alokasi dana yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan yang membutuhkan untuk biaya klaim internet dan biaya transportasi menuju dan kembali dari kantor bagi karyawan yang masih harus ke kantor dan tidak memiliki kendaraan pribadi.

Dana ini dimanfaatkan atas diskresi tiap-tiap manajer lini, untuk memudahkan karyawan ke praktek WFH-nya masing-masing. Kebutuhan akan adanya fasilitas bekerja yang mendukung WFH seperti meja, kursi kerja dan kabinet, perlengkapan pendukung laptop, dapat dibeli melalui alokasi dana dari General iFlex.

Pemberlakuan standar kebersihan internasional di area kantor

Penyebaran virus dan bakteri dapat melalui benda atau area yang digunakan bersama-sama dalam satu area seperti gagang pintu, handle tangga, tombol lift, meja kerja, meja teller, ATM dan masih banyak lagi.

Pembersihan area publik dengan standar dan protokol kesehatan yang ketat menjadi salah satu upaya dalam mengurangi angka penyebaran Covid-19. Bank DBS Indonesia melakukan pelapisan antimicrobial pada semua hightouch points seperti ATM, meja teller, meja form, gagang pintu, pegangan tangga, tombol lift, dan area lainnya, ditambah dengan pembersihan setiap satu jam sekali dengan cairan desinfektan untuk ATM, meja teller dan meja form, gagang pintu, pegangan tangga, tombol lift, dan area lainnya.

Lapisan antimicrobial merupakan lapisan yang diaplikasikan agar mampu menghalangi bakteri dan virus untuk menempel selama maksimum 90 hari. Lapisan antimicrobial yang sama juga digunakan di seluruh area Bandara Changi, Singapura.

Siap siaga salurkan bantuan medis

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 sekaligus menjamin keamanan bersama di lingkungan Bank DBS Indonesia, Bank DBS Indonesia siap siaga menyediakan bantuan medis bagi seluruh karyawan. Bantuan medis yang tersedia tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental dan jiwa. 

Karyawan dapat mengikuti diskusi online yang menyangkut wellness melalui sesi webinar. Selain itu, karyawan dapat mengakses layanan konsultasi dengan dokter secara virtual melalui platform teleconsultation bekerjasama dengan provider asuransi kami. 

Lebih lanjut lagi, sesuai dengan protokol penanganan Covid yang telah dimiliki oleh Bank apabila karyawan merasa mengalami gejala-gejala Covid-19 dapat menghubungi divisi Human Resources untuk mendapatkan akses atas akan melakukan pengaturan untuk pelaksanaan Antigen dan (Polymerase Chain Reaction) PCR Swab test. 

Ditahun ini, kami menambahkan fasilitas telekonsultasi gratis bekerjasama dengan provider telekonsultasi ternama bagi karyawan yang terpapar Covid 19, menyediakan oxi-can, tabung oksigen dan oxygen konsentrator bagi karyawan yang membutuhkan serta bekerjasama dengan jasa ambulans swasta yang dapat membawa pasien Covid 19 hingga kedua rumah sakit yang berbeda dalam kondisi genting.

Merespon perkembangan terkini dari kondisi pasien Covid 19, kami memberikan kemudahan pembiayaan perawatan isolasi mandiri yang dapat dibebankan pada biaya rawat inap yang ditanggung oleh asuransi kesehatan yang telah dimiliki karyawan sebelumnya.

Masa pandemi ini menjadi fokus utama bagi kami untuk saling menjaga satu sama lain dalam hal kesehatan dan keamanan bersama melalui TOGETHER movement. Sebagai institusi perbankan yang bertanggung jawab, kami bersama dengan karyawan selalu mengedepankan ingin menciptakan terjaganya lingkungan kerja yang aman dan nyaman sekaligus menghentikan rantai penyebaran Covid-19 melalui protokol kesehatan kami.

Mendukung kesejahteraan karyawan selama WFH melalui distribusi home office set-up

Bank DBS Indonesia juga mendistribusikan paket perawatan dan melakukan pengadaan 850 laptop baru yang didukung dengan peningkatan infrastruktur IT dan digital bagi karyawan untuk bekerja dari rumah, menyediakan koneksi internet serta perpanjangan klaim atas biaya-biaya yang dikeluarkan untuk home office set-up seperti kursi, headset, dan aksesoris komputer lainnya, untuk memudahkan kerja jarak jauh. Untuk lebih mendukung karyawan di masa pandemi, disediakan transportasi bagi karyawan yang diharuskan bekerja di kantor. 

Memberikan donasi bagi masyarakat yang terdampak

Pada Juli 2021, Bank DBS Indonesia memberikan dukungan kepada masyarakat dengan mendonasikan 1.000 konsentrator oksigen yang didistribusikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memberikan dukungan tambahan kepada rumah sakit dalam merawat pasien dengan masalah kondisi pernapasan.

Bank DBS Indonesia juga bekerja sama dengan salah satu wirausaha sosial binaan DBS Foundation yaitu Garda Pangan, untuk mendonasikan 1.312 paket donasi senilai Rp100.000 dengan total donasi senilai Rp131.200.000secara berkala bagi 5.252 masyarakat terdampak yang terdiri dari lansia, janda, buruh, kuli, ojek online, petugas kebersihan, penarik becak, dan rumah penampungan eks-penderita kusta di daerah sekitar Surabaya, Malang, dan Sidoarjo. Program donasi ini dilakukan dalam periode waktu 12 bulan, dimulai pada Juli 2020 hingga Juni 2021.

Bank DBS Indonesia melalui “DBS Stronger Together Fund” pada tahun 2020 lalu juga telah mendonasikan alat kesehatan dan paket makanan senilai 2,5 juta SGD kepada mereka yang terkena dampak pandemi.

Donasi ini terdiri dari lebih dari 380.000 porsi makanan untuk 8.000 rumah tangga, yang pencari nafkah utamanya terdiri dari pekerja berupah harian, seperti supir angkutan umum, pedagang kaki lima, guru paruh waktu dan lain-lain, yang disalurkan melalui Foodbank of Indonesia (FOI). Tidak hanya itu, Bank DBS Indonesia juga mendistribusikan sebanyak 300.000 porsi makanan kepada pekerja berupah harian melalui Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

“Maka dari itu, berbagai prakarsa yang kami lakukan menggarisbawahi komitmen kami sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan (purpose-driven bank), menunjukkan kepedulian kami terhadap kesejahteraan karyawan dan masyarakat sebagai bagian penting dalam keberlangsungan bisnis kami,” ujar Executive Director, Head of Group Strategic Marketing & Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.

Menjadi bank yang digerakkan oleh tujuan yang memberikan dampak positif merupakan DNA dari Bank DBS Indonesia. Oleh karena itu, Bank DBS terus berinovasi untuk menjadi bank yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, sosial serta lingkungan (Economy, Social, Governance-ESG).

Upaya tersebut dilakukan Bank DBS Indonesia atas kesadaran akan perannya sebagai lembaga keuangan yang menjalankan bisnis yang berkelanjutan bagi generasi masa depan dan lingkungan hidup. Melalui upaya tersebut, Bank DBS Indonesia berharap dapat menciptakan dunia yang lebih baik.

SF-Admin