Pelaku UMKM Menggunakan Aplikasi BukuWarung

Saat ini, permintaan pasar terhadap produk digital, seperti pulsa telepon seluler, token listrik dan uang elektronik cenderung semakin bertumbuh. Dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional 2021 yang jatuh setiap 12 Agustus, BukuWarung memperkenalkan fitur terbaru guna memfasilitasi UMKM dalam penyediaan produk-produk digital; meliputi pulsa telepon seluler, token listrik hingga pengisian uang elektronik.

BukuWarung menyediakan infrastruktur digital untuk membantu pengelolaan dan pengembangan bisnis secara efisien bagi para pelaku UMKM di Indonesia; mulai pembukuan digital, etalase online hingga pembayaran.

Sejak 2019, BukuWarung konsisten mendukung kemajuan UMKM Indonesia, dan kini telah memiliki lebih dari 6,5 juta pengguna. Dalam penyediaan fitur penjualan produk digital ini, BukuWarung berkolaborasi dengan pengembang application programming interface (API) finansial terdepan, Ayoconnect.

Penguatan layanan BukuWarung melalui fitur penjualan produk digital tersebut sejalan dengan tema peringatan Hari UMKM Nasional 2021: “Tantangan Pandemi dan Strategi Transformasi UMKM Masa Depan” yang diusung Kementerian Koperasi dan UKM.

Dalam kegiatan peringatan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan bahwa, selama pandemi, UMKM dituntut untuk terus beradaptasi dan bertransformasi, termasuk melalui transformasi digital. Selain itu, Menteri Teten menegaskan, tren perdagangan secara online juga membantu UMKM untuk bertahan dan tumbuh selama pandemi.

Menguatkan itu, data BPS dalam “Analisis Survei Dampak COVID-19 terhadap Pelaku Usaha” mendapati setidaknya 15 dari setiap 100 perusahaan cenderung melakukan diversifikasi usaha. Salah satunya berupa penambahan produk.

Pentingnya penganekaragaman produk ini senada dengan temuan United Nations Development Programme (UNDP) bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, terhadap 1.100 UMKM di 15 provinsi.

Temuan menyebut bahwa lebih dari 45% UMKM mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku produksi. Mayoritas UMKM juga mengalami penurunan permintaan serta kesulitan dalam proses distribusi produk.

“Dengan tambahan fitur ini, lebih dari 6,5 juta pengguna BukuWarung mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan mereka. Artinya, pengguna kami, yakni para UMKM pedagang, berpeluang mendapatkan peningkatan pendapatan di tengah situasi sulit pandemi COVID-19. Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik,” papar Abhinay Peddisetty, selaku CEO dan Co-Founder BukuWarung.

Abhinay melanjutkan, “Fitur terbaru ini memfasilitasi penjualan pulsa ponsel, token listrik, hingga top-up uang elektronik. Kategori produk digital yang akan tersedia akan terus bertambah dalam waktu dekat. Peluncuran fitur penjualan produk digital menguatkan komitmen berkelanjutan BukuWarung untuk memajukan UMKM Indonesia.”

Menyambut kolaborasi strategis ini, CEO dan Founder Ayoconnect, Jakob Rost menyampaikan, “Kami bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan BukuWarung dalam mendorong transformasi digital dan inklusi keuangan bagi UMKM Indonesia. Ke depannya, kami akan terus mendukung mitra kami dengan membangun infrastruktur ekosistem tekfin Indonesia melalui solusi berbasis API.”

SF-Admin