Konsumsi tepung terigu di Indonesia masih sekitar 40 kg per kapita, sedangkan rata-rata negara ASEAN lainnya sudah lebih dari 50 kg per kapita. Oleh karena itu, TRGU melihat ada ruang yang sangat besar untuk terjadinya pertumbuhan pasar tepung terigu di Tanah Air.

PT Cerestar Indonesia Tbk, produsen tepung olahan gandum (TRGU) pada bulan Juli tahun lalu, akan terus melanjutkan kapasitas produksi hampir setiap dua tahun. Dengan demikian, TRGU siap pertumbuhan pasar tepung terigu di Tanah Air.

TRGU sendiri telah berada pada posisi yang cukup baik untuk menghadapi potensi pertumbuhan pasar tepung terigu karena memiliki dukungan infrastruktur yang kuat, yang meliputi jaringan pabrik, distribusi, dan fasilitas pergudangan.

Sebagai keunggulan lainnya, Cerestar Group juga memiliki pengalaman di bidang tepung terigu selama lebih dari 15 tahun di market yang memberikan pijakan dan branding yang kuat di industry ini.

Sementara itu, di luar situasi tiga tahun terakhir yang dipengaruhi pandemi Covid-19, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) menargetkan pasar tepung terigu nasional bisa bertumbuh 5% setiap tahunnya.

Ekspektasi pertumbuhan pasar tepung terigu tersebut didukung oleh konsumsi terigu masyarakat , Indonesia yang terus menanjak seiring perubahan gaya hidup dan pola makan generasi muda.

Tren pertumbuhan permintaan tepung terigu ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara-negara Asia Tenggara. Padahal, konsumsi terigu per kapita Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina.

“Dengan infrastruktur yang sudah established, working capital yang solid, dan jaringan distribusi yang kami miliki, ditambah strategi Perseroan untuk menambah kapasitas produksi setiap dua tahun untuk menyerap permintaan yang lebih besar, membuat TRGU mencapai economic scale di industri ini, berada pada posisi yang sangat baik untuk menghadapi setiap potensi pertumbuhan pasar tepung terigu di Indonesia,” kata Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan.

SF-Admin