Citi Indonesia secara konsisten terus mendorong terciptanya peluang ekonomi yang setara bagi generasi muda Indonesia, sekaligus menunjukkan dukungannya terhadap nilai keberagaman dan inklusi.

Selaras dengan komitmen tersebut, Citi Indonesia mengalokasikan dana hibah sebesar USD 700.000 (IDR 10 miliar) dari Citi Foundation ke tiga mitra Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) selama periode 2021-2022.

Ketiga mitra tersebut adalah UNESCO, Prestasi Junior Indonesia, dan Mercy Corps Indonesia. Penyerahan dana hibah ini diumumkan pada acara virtual bertajuk “Indonesia Inklusif, Indonesia Beragam: Merajut Keselarasan dalam Kemajemukan” pada Jumat, 4 Maret 2022, yang sekaligus diadakan untuk merayakan Hari Perempuan Sedunia.

Seluruh kegiatan kemasyarakatan Citi Indonesia dilakukan di bawah payung program CitiPeka (Citi Peduli dan Berkarya), yang sebagian besarnya didanai oleh Citi Foundation. Sejak 2001, CitiPeka, melalui dana hibah Citi Foundation, telah menyalurkan lebih dari USD 14 juta atau setara dengan IDR 200 miliar.

Melalui penyaluran hibah tahun ini, kegiatan pembangunan masyarakat Citi Indonesia akan fokus pada pemberdayaan manusia, dan khususnya pada nilai keberagaman dan inklusi.

Dukungan tersebut tertuang dalam program yang diusung oleh ketiga mitra terpilih, di mana ketiga program tersebut menargetkan generasi muda, perempuan dan penyandang disabilitas sebagai para penerima manfaat.

UNESCO, Prestasi Junior Indonesia, dan Mercy Corps Indonesia menetapkan lebih dari 50% penerima manfaat perempuan dalam program yang akan dijalankan. Selain itu, program UNESCO berencana melibatkan para pelaku usaha penyandang disabilitas yang berfokus di sektor produksi barang kerajinan, kuliner, dan pertunjukan seni.

“Kami senang bisa kembali bekerja sama dengan UNESCO, Prestasi Junior Indonesia dan Mercy Corps Indonesia. Dana hibah ini merupakan wujud komitmen kami mendukung kemajuan generasi muda yang selaras dengan inisiatif global kami yaitu, Pathways to Progress,” jelas CEO Citi Indonesia Batara Sianturi.

Dana hibah Citi Foundation 2021-2022 yang dialokasikan ke tiga organisasi mitra adalah untuk mendukung pelaksanaan program sebagai berikut:

UNESCO – Fase 5 Creative Youth at Indonesia’s Heritage Sites

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha muda dalam berbagai aspek, seperti strategi branding, komunikasi, dan kapasitas finansial. Melanjutkan kesuksesan empat fase program yang telah terlaksana di Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Bali dan Lombok, UNESCO akan memperluas jangkauan program ke lokasi baru, yaitu Sangiran, Solo, dan Semarang.

Pada Fase 5 ini, UNESCO akan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 400 generasi muda berusia 16-35 tahun berpenghasilan rendah di sekitar situs-situs Warisan Dunia yang terlibat dalam kegiatan budaya dan kesenian tradisional, industri kreatif, dan pariwisata.

Prestasi Junior Indonesia (PJI) – Youth Business Learning Aspiration Project (YOU-BLAST).

Melalui YOU-BLAST, PJI akan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi 300 generasi muda berusia 18-28 dari kelompok rentan yang tinggal di Jawa Timur dan Jawa Barat, yaitu Sidoarjo dan Bandung.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan keahlian dasar yang dapat mendukung pengembangan diri dan memperkuat keahlian wirausaha dasar, yang diharapkan dapat menciptakan arus pendapatan baru dan kebebasan ekonomi.

Dalam pelaksanaan program tersebut, PJI turut mengembangkan kurikulum kewirausahaan berbasis konteks yang disesuaikan dengan kebutuhan para target penerima manfaat program.

Mercy Corps Indonesia – SEED 4 Women: Women Small Businesses Economic Empowerment Initiative.

Program SEED 4 Women berupaya untuk menanggulangi kesenjangan gender dalam hal akses ke layanan finansial dengan cara memberikan bimbingan dan peningkatan akses layanan keuangan digital bagi para perempuan.

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kegiatan bisnis dan perolehan profit, yang tentunya akan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga serta masyarakat. Program ini akan menggandeng 150 usaha kecil milik perempuan yang mempekerjakan 5 hingga 19 orang karyawan di Malang, Jawa Timur.

Sebelumnya, pada 2020, Citi dan Citi Foundation melalui inisiatif Pathways to Progress secara kolektif telah mengalokasikan USD 35 juta (IDR 500 milliar) dalam bentuk kontribusi filantropi serta dana hibah untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi generasi muda yang berasal dari kalangan berpenghasilan rendah dan kurang beruntung di Asia sampai dengan tahun 2023, dengan target membuka 6.000 lapangan pekerjaan dan 60.000 kesempatan pelatihan keterampilan kerja bagi generasi muda.

Kesetaraan gender, khususnya pemberdayaan perempuan turut menjadi salah satu fokus Citi dalam mempromosikan nilai keberagaman dan inklusi. Sejak 2018, persentase penerima manfaat perempuan dari seluruh program Citi Foundation di Indonesia adalah 50,65%.

SF-Admin