markettrack.id – Meski Ramadan menjadi momen yang identik dengan berbagai kampanye serta diskon besar dari merek-merek pakaian serta F&B, kemeriahan yang sama tidak dirasakan oleh pasar hunian sewa.
Berdasarkan data internal Cove, penyedia hunian co-living modern, Ramadan justru menjadi periode dengan performa terendah bagi bisnis kost atau co-living.
Keperluan perayaan maupun mudik telah mendorong masyarakat untuk menunda pengeluaran yang tergolong komitmen finansial besar, termasuk sewa kost.
“Setiap tahunnya, Cove melihat pola yang relatif konsisten di mana Ramadan menjadi periode dengan transaksi terendah dalam satu tahun,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing, Cove.
“Selama bulan suci, masyarakat akan lebih memprioritaskan pengeluaran jangka pendek mereka, sehingga pengeluaran jangka panjang seperti kost akan dinomorduakan hingga Lebaran berlalu,” jelasnya
Pemesanan dan okupansi kost melemah saat Ramadan
Berdasarkan data internal Cove tahun lalu, jumlah pemesanan kamar co-living bulanan selama Ramadan tercatat melemah hingga 11 persen dibandingkan dengan rata-rata pemesanan dalam 3 bulan sebelum periode Ramadan.
Pola ini hadir karena calon penghuni menyadari bahwa mereka tidak akan menempati kamar untuk waktu yang cukup lama selama masa mudik, sehingga mereka memilih untuk memulai masa sewa setelah Lebaran selesai.
Selain itu, penurunan ini menjadikan Ramadan sebagai periode dengan nilai transaksi terendah sepanjang tahun, dan pola ini secara konsisten terlihat sejak pertama Cove mulai beroperasi di Indonesia.
Dari segi okupansi kamar Cove, terjadi penurunan sekitar 0,5 poin persentase dari awal tahun, menunjukkan angka occupancy rate sebesar 84,5 persen selama Ramadan.
Angka penurunan yang moderat menggarisbawahi bahwa tren ini terjadi bukan karena melemahnya permintaan terhadap kost secara keseluruhan, namun lebih bersifat musiman.
Ramadan picu jeda dalam pengeluaran di segmen dengan sensitivitas harga
Pada Ramadan lalu, Cove mencatat angka tingkat check-out pada tier properti Cove Basics mencapai 19 persen, lebih tinggi dari rata-rata check-out secara keseluruhan yang berada pada angka 16 persen dalam 3 bulan sebelumnya.
Cove Basics merupakan tier properti dengan rata-rata sewa bulanan sebesar Rp2 juta rupiah, paling rendah dari dua tier lainnya, yaitu Cove Classics dan Cove Luxe.
Tier ini umumnya dipilih oleh mahasiswa atau pekerja muda, yang cenderung lebih sensitif terhadap harga sewa hunian.
Pada periode mudik, sejumlah penghuni Cove memanfaatkan momentum tersebut untuk menghentikan sewa secara sementara guna menghindari pembayaran saat unit tidak ditempati.
Dalam sejumlah kasus, penghuni bahkan kembali memesan unit yang sebelumnya mereka tempati setelah Lebaran.
Fenomena tersebut menggarisbawahi bahwa hal ini bukan merupakan pergeseran preferensi hunian secara jangka panjang, melainkan pengelolaan arus kas jangka pendek, terutama pada segmen yang lebih sensitif terhadap harga.
Meski minat tetap hadir, konversi menunjukkan perlambatan
Salah satu perilaku yang cukup menarik selama Ramadan adalah meski transaksi penyewaan kamar menurun, aktivitas pencarian hunian dari calon penghuni tetap relatif tinggi.
Cove menemukan bahwa jumlah traffic selama Ramadan tahun lalu tidak menurun secara berarti, namun tingkat konversinya lebih rendah dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Mereka cenderung menghubungi hanya untuk mencari informasi terkait unit yang mereka gemari tanpa melakukan pemesanan, atau mencari kamar untuk pemesanan setelah tanggal Lebaran.
Akomodasi harian turut melihat penurunan transaksi selama Ramadan
Tidak hanya penawaran sewa bulanan Cove, lini sewa harian juga mencatat penurunan transaksi selama Ramadan.
Secara keseluruhan, pemesanan kamar harian turun hingga 14 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan penurunan terdalam terjadi di kota Bandung (37 persen).
Temuan ini menunjukkan bahwa selain menghindari komitmen finansial yang besar, masyarakat juga turut memangkas bujet kebutuhan gaya hidup seperti liburan selama bulan Ramadan.
“Tren penurunan transaksi selama Ramadan menjadi pengingat bagi para pemilik kost maupun akomodasi untuk mempersiapkan pengelolaan bisnis yang baik sejak awal tahun. Alih-alih merespons dengan diskon agresif demi meningkatkan keterisian kamar, pelaku usaha perlu memastikan fondasi okupansi dan arus kas yang sehat dari sebelum periode Ramadan,” tutup Dian.
SF-Admin


