Pabrik Amonia PAU

PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA:IJ), perusahaan public yang bergerak di bidang energi dan kimia melalui kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan pabrik Amoniak, merilis kinerja keuangan Semester Pertama 2023.

ESSA melaporkan pendapatan sebesar USD 168,2 juta, turun 52% YoY dan EBITDA sebesar USD 41,7 juta, turun 76% YoY di 1H23.

Pendapatan yang lebih rendah terutama didorong oleh harga komoditas yang lebih rendah dan penutupan pabrik Amoniak terjadwal selama 3 minggu untuk keperluan pemeliharaan yang dilakukan pada 1Q23. ESSA terus mencapai keunggulan operasional dan disiplin biaya.                   

Harga realisasi ESSA untuk Amoniak turun sebesar 53% menjadi USD 425/MT YoY pada Semester Pertama 2023 karena anjloknya harga komoditas global dari awal tahun 2023 akibat lesunya permintaan.

Harga Amoniak Global tampaknya telah mencapai titik terendah di bulan Mei dan menunjukkan tren kenaikan bertahap sejak Juni 2023.

Dengan adanya kebangkitan permintaan komoditas di China, perbaikan harga pupuk global, serta negara di Eropa yang terus berada di bawah tekanan harga gas yang fluktuatif dan tinggi, ESSA memperkirakan harga Amoniak akan kembali ke tingkat yang lebih sehat di Semester 2 2023.       

ESSA tetap fokus pada praktik ESG (environmental,.social, and.corporate governance), sehingga kilang LPG & Amoniak menerima Penghargaan Kecelakaan Nihil dari Kementerian Ketenagakerjaan pada Semester Pertama 2023.

Selain itu, Pabrik Amoniak juga mendapatkan penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan piagam penghargaan atas kontribusi dalam menjaga dan melestarikan Burung Maleo dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

ESSA berada di jalur yang tepat untuk menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang memproduksi Blue Ammonia di tahun mendatang dengan Studi Kelayakan Fase 2 sedang berlangsung.

ESSA membagikan dividen tertingginya sebesar Rp 45/saham pada April 2023 berdasarkan rekor pendapatan pada tahun 2022.

SF-Admin