markettrack.id – Perkembangan teknologi telah membuka pintu bagi berbagai inovasi, namun juga memperluas area rentan terhadap serangan siber.
Keamanan siber kini menjadi isu krusial bagi setiap organisasi, menuntut pendekatan proaktif yang terus-menerus.
Fortinet, pemimpin global di bidang keamanan siber, telah mengambil langkah signifikan dengan memperkenalkan peningkatan pada platform FortiRecon.
Pembaruan ini bertujuan untuk membantu perusahaan mengelola risiko dan kerentanan secara lebih efektif.
Dengan berbagai fitur baru, FortiRecon menjadi salah satu solusi paling komprehensif di industri. Platform ini membantu organisasi mengidentifikasi paparan nyata, memvalidasi risiko, dan mempercepat respons.
Hasilnya, perusahaan dapat mengurangi dampak dan kemungkinan terjadinya pelanggaran data. Peningkatan ini sangat relevan mengingat laporan Gartner yang menunjukkan pentingnya program manajemen paparan berkelanjutan.
Organisasi yang mengadopsi strategi ini memiliki kemungkinan tiga kali lebih kecil mengalami kebocoran data pada tahun 2026.
FortiRecon kini mengintegrasikan kapabilitas yang sejalan dengan kerangka kerja Gartner CTEM. Lima pilar utama yang dicakup adalah scoping, discovery, prioritization, validation, dan mobilization. Hal ini memungkinkan tim keamanan dan TI untuk bekerja sama dalam upaya remediasi yang terkoordinasi.
FortiRecon menawarkan beberapa peningkatan utama untuk mencapai tujuan ini. Attack Surface Management secara berkelanjutan memantau dan memberikan sudut pandang penyerang.
Fitur ini menambahkan peringkat tingkat keparahan dari National Vulnerability Database (NVD) untuk perbaikan kerentanan yang lebih cepat.
Selanjutnya, Adversary-Centric Intelligence memberikan wawasan mendalam dari aktivitas dark web dan intelijen ransomware.
Peningkatan ini termasuk unduhan massal Indicators of Compromise (IOC) yang mempercepat alur kerja SOC. Fitur Brand Protection memantau pemalsuan domain dan aplikasi ilegal, sementara Security Orchestration memanfaatkan playbook otomatis untuk merespons ancaman.
FortiRecon juga mendapat pengakuan dari industri, termasuk dinobatkan sebagai Overall Leader dan Innovation Leader dalam laporan KuppingerCole.
Laporan tersebut menyoroti kesiapan operasional FortiRecon untuk lingkungan IT dan OT. Integrasinya dengan Fortinet Security Fabric, seperti FortiGate NGFW dan FortiSOAR, juga menjadi poin kuat.
Paul Cragg, Chief Technology Officer dari Norm Cyber, berbagi pengalamannya. Menurutnya, FortiRecon telah mengubah cara mereka memberikan layanan keamanan terkelola.
Solusi ini memungkinkan timnya memberikan wawasan risiko yang kontekstual dan berkelanjutan, bukan sekadar peringatan. Hal ini membantu pelanggan mengurangi risiko lebih cepat dan menunjukkan hasil keamanan yang terukur.
Pelanggan yang sudah menggunakan FortiFlex juga dapat memanfaatkan kredit mereka untuk mengaktifkan FortiRecon Cloud. Opsi ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dengan lingkungan hybrid dan multi-cloud yang dinamis.
Dengan peningkatan ini, Fortinet menunjukkan komitmennya untuk membantu organisasi tetap selangkah di depan ancaman.
FortiRecon menjadi alat penting dalam strategi keamanan siber modern. Solusi ini memungkinkan perusahaan untuk memprioritaskan yang paling penting, fokus pada risiko utama, dan mengurangi kerentanan secara terukur sebelum dieksploitasi oleh penyerang.
SF-Admin


