markettrack.id – J&T Express sebagai penyedia layanan logistik berskala global menerbitkan Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 secara global.

    Laporan ini secara komprehensif menguraikan praktik dan pencapaian terbaru Perusahaan dalam bidang operasi cerdas, manajemen energi, perlindungan hak karyawan, pengembangan talenta, etika bisnis, serta tanggung jawab sosial.

    Terkait hal tersebut, laporan ini juga menyoroti komitmen J&T Express dalam mengintegrasikan langkah-langkah keberlanjutan ke dalam jaringan logistik globalnya sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkualitas tinggi.

    Selama setahun terakhir, J&T Express sukses menerapkan smart logistic dan transformasi energi dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan big data di seluruh rantai operasional.

    Strategi penerapan teknologi ini terbukti memberikan dampak positif pada optimalisasi rute, efisiensi penyortiran, serta penguatan layanan last-mile.

    Selain itu, J&T Express juga memperluas jaringan global melalui pembangunan 14 kawasan logistik inti secara global dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi.

    Infrastruktur tersebut diperkuat melalui penggunaan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers dan lebih dari 400 conveyor hemat energi.

    Sementara itu, inisiatif green packaging juga terus diperluas dengan penggunaan 38,27 juta kantong transit reusable yang telah digunakan hingga 3,33 miIiar kali.

    Di sisi transportasi rendah karbon, J&T Express terus berkomitmen mendorong penggunaan kendaraan yang lebih hijau dan terelektrifikasi.

    Sebagai contoh, jumlah truk LNG di China telah mencapai 1.697 unit atau 30% dari total armada, sedangkan Filipina menggunakan 100% biodiesel B5 dan Singapura mengoperasikan 6% truk listrik.

    Bahkan hingga akhir 2025, J&T Express tercatat telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom.

    Tidak hanya itu, J&T Express juga memperkuat pemanfaatan transportasi kereta api dan laut untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya.

    Beralih ke aspek sumber daya manusia, J&T Express terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan setara.

    Sistem kepedulian karyawan yang diterapkan kini berfokus pada pengembangan karier, kesehatan, serta kesejahteraan bersama.

    Di China sendiri, implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 menjadi tonggak penting perusahaan.

    Mencakup lebih dari 290.000 pekerja, kesepakatan ini menitikberatkan pada perlindungan upah, pengembangan karier, dan transparansi algoritma di era ekonomi digital.

    Selanjutnya di sisi pengembangan talenta, J&T Express secara konsisten memperkuat sistem pelatihan global yang terintegrasi.

    Terbukti sepanjang 2025, jumlah kursus pada platform pelatihan digital meningkat 60% dengan total jam pelatihan tumbuh hingga 2,8 kali lipat.

    Selain itu, lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan telah diselenggarakan secara global dengan menjangkau lebih dari 1,4 juta partisipan.

    Budaya keselamatan ini sengaja diperkuat untuk membangun fondasi perlindungan karyawan secara berkelanjutan.

    Mengenai kontribusi sosial, J&T Express konsisten memperkuat komitmennya melalui berbagai inisiatif di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan bantuan pascabencana.

    Di Chongqing, China, perusahaan memanfaatkan drone berkapasitas 10 ton per hari untuk membantu pengumpulan dan distribusi jeruk di wilayah pegunungan sehingga menekan biaya tenaga kerja petani.

    Sementara di Thailand, J&T Express bekerja sama dengan Department of Agricultural Extension untuk menghadirkan layanan logistik buah segar yang efisien.

    Melalui penanganan bencana, J&T Express juga secara aktif terlibat dalam berbagai upaya bantuan kemanusiaan di berbagai negara.

    Aksi nyata terlihat pasca kebakaran di Tai Po, Hong Kong, di mana perusahaan segera menyalurkan donasi HK$10 juta serta 300 paket kebutuhan pokok.

    Begitu pula dalam merespons banjir di Provinsi Aceh, J&T Express Indonesia mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan ke wilayah terdampak.

    Khusus di Indonesia sendiri, komitmen tanggung jawab sosial perusahaan sepanjang 2025 tidak berhenti pada bantuan bencana saja.

    Melalui program J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan senilai masing-masing Rp100 juta kepada 10 siswa terpilih.

    Program tersebut juga mencakup pelatihan bagi lebih dari 40 guru di Sulawesi Tengah. Ditambah lagi, dilakukan penyaluran lebih dari 600 buku bacaan dan pelatihan manajemen perpustakaan di SDN 02 Mola Utara, Wakatobi.

    Di samping itu, dalam rangka ulang tahun ke-10, J&T Express menjalankan program sosial dengan membagikan makan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di 26 titik di Indonesia.

    Mereka juga mendistribusikan 1.000 paket sembako di Padang, Makassar, Surabaya, Pontianak, dan Jayapura.

    Tidak ketinggalan, J&T Express turut melakukan revitalisasi fasilitas publik di kota Surabaya, Bekasi, dan Semarang.

    Sejalan dengan aksi sosial tersebut, J&T Express terus memperkuat tata kelola bisnis global melalui kombinasi pengawasan terpusat di tingkat grup dan anak perusahaan.

    Kerangka tata kelola ini mencakup aspek anti-korupsi, persaingan sehat, kepatuhan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang.

    Sepanjang periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi 100%.

    Di saat yang sama, pelatihan integritas juga menjangkau lebih dari 89.000 karyawan dengan standar kepatuhan yang diperluas ke seluruh rantai pasok.

    Pada akhirnya, CFO J&T Express Dylan Tey menegaskan bahwa ESG telah menjadi bagian integral dari operasional perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply