markettrack.id – Sebagai institusi kesehatan yang konsisten berada di barisan terdepan transformasi digital, Kasih Ibu Hospital Group kembali memperkuat ekosistem digitalnya setelah meraih pencapaian EMRAM Level 6 pada tahun lalu.

    Melalui kolaborasi strategis dengan Privy, Kasih Ibu Hospital kini mengintegrasikan teknologi Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi ke dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

    Langkah ini menegaskan komitmen Kasih Ibu Hospital dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan efisien secara menyeluruh.

    Jika sebelumnya digitalisasi telah matang di sisi pelayanan klinis, integrasi dengan Privy ini menyempurnakan sisi administrasi dan tata kelola dokumen operasional.

    Sebelum dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Kasih Ibu Hospital sebenarnya telah terlebih dahulu mengimplementasikan layanan Privy dalam berbagai proses administrasi internal rumah sakit.

    Penggunaan teknologi tersebut terbukti memberikan dampak positif, khususnya dalam mempercepat proses persetujuan dokumen serta mengurangi penggunaan dokumen fisik.

    Oleh karena itu, penandatanganan MoU ini menjadi bentuk penguatan dan perluasan kolaborasi strategis yang sebelumnya telah berjalan dengan baik.

    Momentum penting ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman secara elektronik di Denpasar, Bali, oleh dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M. selaku Direktur PT Kasih Medikatama, dan Bara Sakti Walandouw selaku Vice President Business Development Privy

    Berkaitan dengan hal tersebut, dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M. menyampaikan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan alami dari peta jalan digital rumah sakit.

    Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan mitra vendor dan administrasi internal kini menjadi jauh lebih tangkas, aman secara hukum, serta transparan.

    Lebih lanjut, integrasi Privy ke dalam SIMRS Kasih Ibu Hospital memungkinkan seluruh alur persetujuan dokumen dilakukan dalam satu pintu digital.

    Sistem baru ini sukses mengeliminasi hambatan logistik fisik sehingga manajemen dapat fokus lebih besar pada peningkatan kualitas pelayanan pasien.

    Di saat yang bersamaan, Vice President Business Development Privy, Bara Sakti Walandouw, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Privy dalam memperluas ekosistem kepercayaan digital di sektor kesehatan.

    Terlebih lagi, Bali sebagai wilayah strategis dituntut memberikan layanan yang efisien bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

    Guna mendukung kebutuhan tersebut, Privy hadir memastikan setiap transaksi dan persetujuan dalam rantai operasional rumah sakit memiliki landasan keamanan serta legalitas yang kokoh. B

    ahkan, Privy dilengkapi dengan verifikasi identitas berstandar global serta jaminan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar untuk melindungi pengguna.

    Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik yang telah berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia, Privy memang aktif mendorong digitalisasi di sektor kesehatan.

    Solusi terpercaya dari Privy ini pun telah digunakan oleh berbagai perusahaan asuransi ternama seperti Prudential, Allianz, Zurich, dan AXA.

    Hingga saat ini, Privy memiliki lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi dan telah digunakan lebih dari 200.000 perusahaan di Indonesia.

    Terbukti pada Kuartal-I tahun 2026, Privy mencatat peningkatan jumlah tanda tangan elektronik sebesar 250% yang mencerminkan tingginya adopsi solusi digital.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply