Kinerja operasional Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong, Sulawesi Utara, telah memberikan kesan positif. Utilisasi produksi dari Lahendong ini diyakini bisa memenuhi target PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGE)  yang ingin menambah kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan.

Dalam kunjungannya ke Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong pada Jumat (11/08), Analis OCBC Sekuritas William Ardian menilai Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong memiliki kontribusi yang besar terhadap lingkungan sekitar, “Progresnya sejauh ini sudah sejalan dengan target manajemen. Kita bisa melihat utilisasi produksi yang cukup maksimal di tahun ini seharusnya bisa mendukung penyaluran listrik dan uap kedepan. Ini jadi hal positif buat Pertamina Geothermal Energy,” ungkapnya.

Dalam kunjungan ini, sejumlah analis pasar modal berkesempatan menyambangi PLTP 5 dan 6 Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong. Para analis melihat secara langsung operasional di Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong, mulai dari sumur panas bumi hingga pembangkit listrik tenaga panas bumi yang ada di Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong.

William menilai perkembangan aktivitas dari Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong ini bisa menjadi modal penting untuk mengakselerasi kinerja keuangan Perseroan pada semester kedua nanti.

“Terutama pada 2H23 (laporan keuangan Perseroan di semester kedua 2023) kami menduga meski sedikit melandai, inflasi Amerika Serikat yang relatif masih tinggi seharusnya dapat dimanfaatkan oleh Pertamina Geothermal Energy untuk menyesuaikan harga jual menjadi lebih tinggi yang dapat dikonversi ke pendapatan Perseroan,” ujarnya.

William juga mengatakan terkait pencapaian target PGE sebagai 1 GW Company tentunya sangat tergantung bagaimana manajemen menjalankannya, “Dalam hal ini bagaimana manajemen dapat menjaga utilitas dan operasional produksi agar bisa memaksimalkan output sehingga kedepan dapat di eskalasi produksinya,” katanya.

Dari hasil kunjungan ke Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong ini, William memberikan catatan penting bagi Pertamina Geothermal Energy, “Pertamina Geothermal Energy harus memaksimalkan progres eksplorasi sumur yang saat ini sedang berjalan guna menjaga keunggulan operasional. Ke depan, saya optimis Pertamina Geothermal Energy dapat terus berkembang guna memberikan akses ke energi bersih yang andal bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. Ahmad Yani menyampaikan optimismenya untuk pengembangan Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong, “Melalui keunggulan operasional serta komitmen pengembangan masyarakat yang dimiliki Perseroan, kami optimis kedepannya Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong mampu memberikan dampak yang lebih besar lagi terhadap pengembangan energi bersih di Sulawesi Utara serta lingkungan sekitar,” tutup Yani.

SF-Admin