KoinWorks: Inovasi, Digitalisasi, dan Finansial jadi Faktor Utama UKM Bangkit di 2021

KoinWorks juga mencatat inovasi dalam hal pemanfaatan berbagai saluran penjualan oleh UKM Digital juga jadi pendukung untuk dapat bangkit & mempertahankan bisnis sepanjang 2020 & di tahun 2021

Sejak mulai terdeteksinya virus Corona di Indonesia pada Maret 2020 lalu, praktis membawa dampak besar pada aktivitas ekonomi & bisnis termasuk UKM di seluruh Indonesia.

KoinWorks secara aktif melihat perkembangan kondisi ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi kondisi UKM di Indonesia tersebut, serta melakukan penelitian Digital SMEs Confidence Index/Indeks Keyakinan UKM Digital Q4 2020 untuk memperoleh pandangan pemilik UKM tentang bagaimana mereka menghadapi lingkungan bisnis selama tahun pandemi 2020, faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan mereka, serta pandangan mereka terhadap bisnis setelah pandemi.

Dari penelitian yang dilakukan KoinWorks ini membuktikan bagaimana inovasi, digitalisasi serta dukungan finansial menjadi beberapa faktor pendorong untuk UKM dapat beradaptasi di masa pandemi sepanjang 2020 serta untuk menyongsong optimisme pertumbuhan & perbaikan positif untuk tren bisnis UKM di 2021.

Jonathan Bryan, selaku Chief Marketing Officer KoinWorks pada acara diskusi Online Media KOINversation KoinWorks menjelaskan, “Sebagai pemain fintech yang fokus kepada UKM Digital di Indonesia, penelitian Digital SMEs Confidence Index yang KoinWorks lakukan kepada 1.188 pelaku UKM Digital di 34 provinsi di Indonesia ini juga merupakan bentuk dari upaya KoinWorks memanfaatkan jaringan UKM yang kami miliki untuk mengetahui keyakinan bisnis UKM Digital di tengah adanya pandemi COVID-19 juga perkembangan industri yang berubah.”

Ia menambahkan, “Selain itu melalui penelitian ini KoinWorks juga berupaya untuk melihat insight-insight lain yang dapat digunakan juga pada industri-industri lain kedepannya. Beberapa hasil atau insight yang kami temukan diantaranya adalah terkait inovasi bisnis, digitalisasi & aspek finansial yang menjadi faktor-faktor penting yang mempengaruhi keyakinan bisnis UKM Digital sepanjang tahun 2020 dan menyongsong peluang di tahun 2021.”

Di periode pandemi COVID-19 karena adanya perubahan perilaku dari pelanggan, bisnis UKM pun ikut menerima pengaruhnya. Pada survey yang KoinWorks lakukan diketahui 89.2% pemilik UKM setuju bahwa pandemi ini sangat memberikan dampak kepada bisnis mereka, baik secara positif maupun negatif. Selain itu, 33.2% pelaku bisnis juga sempat mengalami penurunan penjualan mulai dari 31% – 75%.

Melalui penelitian ini KoinWorks pun berhasil melihat bisnis dari segmen mana saja yang terdampak signifikan & mencari insight untuk menanggulangi penurunan sales tersebut.

Pandemi COVID-19 pun memaksa pelaku bisnis UKM Digital untuk dapat bertahan, salah satunya melalui digitalisasi. Pada laporan diketahui pula bahwa pelaku UKM Digital yang memanfaatkan channel penjualan di berbagai sales channel (5 saluran penjualan) memiliki confidence index/indeks keyakinan bisnis yang jauh lebih tinggi yaitu sekitar 2.7 dari 5 juga dapat menerima penurunan penjualan yang lebih rendah yaitu 34.93% dibandingkan dengan yang hanya menggunakan satu channel di angka 38.96%.

Indeks Keyakinan Bisnis sendiri mengukur ekspektasi pengusaha mengenai pendapatan bisnis saat ini, kapasitas produksi, jam kerja rata-rata, dan pesanan dalam dan luar negeri di masa depan, harga jual, dan bahan baku.

Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa digitalisasi dapat membuka banyak gerbang untuk pelaku UKM agar dapat mempertahankan bisnisnya. Selain itu, salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah terkait pembiayaan dimana hal ini dinilai sebagai faktor yang paling dibutuhkan untuk mengembangkan usaha pada saat pandemi atau setelah pandemi berakhir.

Hasil-hasil pada laporan tersebut pun sejalan dengan pendapat dan pengalaman dari Jonathan Kho atau lebih dikenal dengan Om Botak, selaku salah satu pemilik bisnis UKM Digital yang juga hadir pada acara diskusi ini, menurutnya apabila membicarakan mengenai inovasi & digitalisasi, pelaku UKM harus dapat jeli melihat perkembangan tren & perubahan perilaku masyarakat juga menyesuaikan inovasi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dari pelanggan.

Om Botak pun menjelaskan “Inovasi pada dasarnya memang menjadi faktor yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UKM baik yang bisnisnya fokus di offline juga seperti kami yang memang sudah fokus di digital. Melalui inovasi & digitalisasi serta dukungan dari berbagai aspek termasuk permodalan dan melihat bagaimana tren bisnis positif terutama di akhir tahun 2020 lalu, di tahun 2021 kami optimis bisnis pun dapat terus tumbuh dan berkembang. Selain itu saya sendiri juga percaya melihat pertumbuhan UKM terutama UKM Digital di 2020 lalu yang tumbuh secara signifikan di tahun lalu, pelaku UKM masih dapat menjadi salah satu segmen untuk mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia di tahun 2021 ini.”

 

SF-Admin