Kolaborasi dengan First Media, Pemdaprov Jabar Dorong Program Jabar Open Data

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil makin giat menyukseskan visi Jabar Juara Lahir Batin dengan terus mendorong pemerintahan yang dinamis (dynamic government).  Penerapan teori Pentahelix berbingkai dynamic government menjadi cara yang dipilih untuk menyukseskan hal tersebut.

Teori Pentahelix, atau yang lebih sering dikenal dengan ABCGM, merupakan pendekatan pembangunan melalui kolaborasi dengan Academic (akademisi), Business (swasta), Community (masyarakat), Government, dan Media.

Kini, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar) berupaya mendorong keterbukaan informasi publik dan kemudahan akses data melalui program ‘Jabar Open Data’ kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar.

Direncanakan, Ridwan Kamil akan meluncurkan platform untuk berbagi data melalui situsweb data.jabarprov.go.id, pada acara Piala Humas Jabar 2019 ‘Refleksi Satu Tahun Jabar Juara’ di The Trans Luxury Hotel Kota Bandung.

Jabar Open Data, selain bagian dari wujud inovasi juga bertujuan untuk memastikan data bisa diakses bebas dan mudah oleh publik serta menjadikan Jabar sebagai provinsi digital berdasarkan data dan teknologi.

Bagaimana konsep Jabar Open Data sendiri? Ke depan, platform ini akan berisi berbagai macam data statistik sektoral maupun statistik dasar yang kesemuanya berasal dari Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, dan berbagai sumber data lainnya yang terdiri dari 312 dataset.

Untuk memudahkan, pengelompokannya pun dilakukan berdasarkan beberapa isu sektoral ini terdiri dari data infrastruktur, ekonomi, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, pariwisata dan kebudayaan. Selain itu, konten open data juga menyediakan beberapa gambar visualisasi data dan infografis untuk user.

Launching Jabar Open Data diawali dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemdaprov Jabar dan Badan Pusat Statistik Jabar untuk meningkatkan komitmen dan sinergi dalam rangka penyediaan, pengembangan dan pemanfaatan data serta informasi statistik.

Menurut Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat Setiaji, Jabar Open Data merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan inovatif.

PT Link Net Tbk dengan merek First Media, yang merupakan penyedia TV Cable dan Fixed Broadband Cable Internet terkemuka di Indonesia turut mendukung percepatan pembangunan di Jabar melalui penerapan Pentahelix lewat bisnis dan media.

Siaran West Java Network milik Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar sudah bisa dinikmati pada layanan tv cable First Media di channel 50. Channel West Java Network merupakan bagian dari strategi PT Link Net Tbk dalam memperkuat channel lokal dan mengembangkan layanan First Media di Jawa Barat. Channel West Java Network yang tayang selama 24 jam ini merupakan TV channel Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang menyajikan tayangan alternatif mengenai Jawa Barat dalam format berita, variety show, talkshow, feature, melalui semangat edukasi dan entertainment (edutainment).

Dalam kesempatan ini, CEO & Presiden Direktur PT Link Net Tbk, Marlo Budiman mengungkapkan, “Kami sangat antusias membantu Pemprov Jabar dalam mensosialisasikan program yang dilakukan kepada masyarakat untuk mendukung transformasi Jabar sebagai provinsi yang penuh inovasi dan kolaboratif.”

Adapun, Piala Humas Jabar 2019 menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu (Rindu) sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar terpilih periode 2018-2023.

SF-Admin