markettrack.id – Laporan Loyalty Trends 2026 terbaru dari Marriott Bonvoy menemukan bahwa keterlibatan loyalitas di seluruh Asia Pasifik kecuali Tiongkok (APEC) memasuki fase yang lebih kompleks dan matang.
Meskipun 89% traveler di APEC berpartisipasi dalam program loyalitas, keterlibatan mereka kini tidak lagi seragam karena dibentuk oleh kombinasi prioritas perjalanan dan dinamika pasar lokal yang berbeda.
Berdasarkan laporan tersebut, minat wisata muncul sebagai indikator terkuat dari keterlibatan loyalitas hotel di kawasan ini.
Dari lima prioritas utama yang diidentifikasi, sektor kuliner (Food & Dining) muncul sebagai pendorong terkuat dengan 63% traveler APEC memprioritaskan pengalaman makan dan minum saat merencanakan perjalanan mereka.
Sementara itu, program loyalitas hotel tercatat sebagai kategori yang paling banyak diikuti hingga melibatkan 66% traveler di kawasan APEC.
Retensi anggota program ini juga tetap kuat dengan sebagian besar pelanggan tetap terdaftar selama lebih dari dua tahun.
Terkait mekanisme program, kemampuan untuk mendapatkan poin dari pengeluaran sehari-hari menjadi fitur terpenting yang tidak bisa ditawar lagi oleh konsumen.
Dari sisi penukaran, sebanyak 77% traveler menggunakan poin untuk hadiah kecil yang dapat diakses segera, sedangkan 61% lainnya memilih untuk item bernilai besar.
Melihat preferensi tersebut, laporan ini mengidentifikasi tiga pola pikir loyalitas yang berbeda di pasar APEC.
Karakteristik tersebut terbagi menjadi “Ahli Strategi Loyalitas” di Jepang dan Korea Selatan, “Pengoptimal Nilai” di Singapura, Australia, dan Thailand, serta “Pencari Pengalaman” di India, Indonesia, dan Vietnam.
Menariknya, Indonesia menonjol sebagai salah satu pasar dengan keterlibatan loyalitas tertinggi di APEC dengan tingkat partisipasi mencapai 96%.
Selain itu, sebanyak 90% traveler Indonesia aktif mengumpulkan poin melalui pembelian harian yang terkait dengan program loyalitas hotel.
Lebih dari sekadar transaksional, traveler di Indonesia secara signifikan lebih cenderung menukarkan poin untuk mendapatkan akses dan pengalaman eksklusif.
Tercatat sebanyak 56% konsumen di Indonesia memprioritaskan pengalaman berkesan dibandingkan rata-rata regional APEC yang hanya berada di angka 42%.
SF-Admin


