markettrack.id – Maybank Group (Grup) mengumumkan peningkatan laba bersih sebesar 4,2% secara Y-o-Y menjadi RM10,51 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang stabil, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kualitas aset yang tetap tangguh.
Sementara itu, laba sebelum pajak (PBT) meningkat 4,6% Y-o-Y menjadi RM14,33 miliar, mencerminkan kinerja operasional yang lebih kuat dan penurunan biaya kredit sepanjang tahun.
Pendapatan operasional bersih tumbuh 2,7% Y-o-Y menjadi RM30,38 miliar, didorong oleh kenaikan pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM20,23 miliar dan pendapatan non-bunga (NOII) menjadi RM10,15 miliar, masing-masing meningkat 2,7% Y-o-Y.
Margin bunga bersih (NIM) tetap stabil di level 2,05% meskipun terjadi penurunan suku bunga di berbagai pasar, sementara perbaikan kualitas aset, pengelolaan biaya yang disiplin, dan optimalisasi pengelolaan modal berhasil mendorong kenaikan posisi ROE menjadi 11,7% dari 11,1% pada FY24.
Pengelolaan biaya masih tetap menjadi prioritas bagi Bank dengan rasio biaya terhadap pendapatan sedikit membaik menjadi 48,8%, meskipun biaya overhead meningkat 2,6% secara tahunan (Y-o-Y).
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh penyesuaian inflasi pada biaya tenaga kerja serta peningkatan biaya terkait kartu kredit, belanja IT, dan biaya pemasaran. Meski demikian, laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) naik 2,8% menjadi RM15,54 miliar.
Kualitas aset terus membaik sepanjang tahun, didukung oleh restrukturisasi kredit dan pemulihan portofolio. Beban pencadangan bersih (CKPN) turun 10,1% secara tahunan (Y-o-Y) menjadi RM1,48 miliar, mencerminkan kinerja portofolio yang lebih baik di pasar-pasar Utama Maybank Group.
Sejalan dengan itu, rasio penghapusan net credit membaik menjadi 8 basis poin (bps) dari 26 bps pada tahun sebelumnya, didorong oleh penurunan provisi pinjaman.
Rasio pinjaman bermasalah bruto (gross impaired loans ratio) tercatat sebesar 1,28%, sementara rasio pencadangan kerugian pinjaman (loan loss coverage) tetap kuat di level 106,7%, menegaskan fokus Grup pada standar pemberian kredit yang disiplin.
Kinerja 4Q (Y-o-Y)
Pada 4Q FY25, laba bersih Grup naik 5,7% secara tahunan (Y-o-Y) menjadi RM2,68 miliar, sementara laba sebelum pajak (PBT) meningkat 9,0% menjadi RM3,72 miliar.
Kinerja yang lebih kuat ini didukung oleh peningkatan pendapatan berbasis dana bersih serta penurunan provisi penurunan nilai bersih, yang mencerminkan ketahanan portofolio yang berkelanjutan dan kondisi kredit yang lebih baik dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.
4Q (Kinerja Kuartal-ke-Kuartal / Q-o-Q)
Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, laba bersih Maybank Group meningkat 2,1% dibandingkan 3Q FY25, dengan PBT naik 6,1%.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan pendapatan bersih berbasis dana (net fund-based income) serta keberlanjutan momentum pertumbuhan laba hingga akhir tahun.
Pinjaman & Simpanan
Grup juga mencatat peningkatan pinjaman Grup sebesar 1,7% secara tahunan (Y-o-Y), didukung oleh pertumbuhan di pasar-pasar utama, dipimpin oleh Malaysia yang meningkat 6,1% dan Singapura yang naik 5,0%.
Di Malaysia, ekspansi didorong oleh pertumbuhan pada bisnis GCFS dan GGB masing-masing sebesar 6,7% dan 4,8%, mencerminkan permintaan domestik yang tetap tangguh serta keberlanjutan aktivitas bisnis di berbagai sektor utama.
Saldo CASA meningkat 9,4% secara tahunan (Y-o-Y) seiring upaya aktif Grup dalam melakukan optimalisasi neraca. Hal ini menghasilkan rasio CASA yang lebih tinggi sebesar 40,5% serta menjaga kekuatan neraca secara berkelanjutan.
Permodalan
Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 138,2%, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) tetap berada jauh di atas persyaratan regulator pada level 116,6%. Rasio CET1 dan Total Capital Grup masing-masing berada pada tingkat yang kuat, yaitu 15,13% dan 19,05%.
Pembayaran Dividen
Sejalan dengan komitmen untuk memberikan imbal hasil yang berkelanjutan kepada pemegang saham, Direksi mengumumkan dividen interim kedua yang dibayarkan tunai sebesar 33 sen per saham, sehingga total dividen untuk FY25 menjadi 63 sen per saham. Hal ini setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 72,4% dan yield dividen sebesar 6,0%.
Chairman Maybank, Tan Sri Dato’ Sri Ir. Zamzamzairani Mohd Isa mengatakan bahwa realisasi kinerja Maybank Group pada 2025 mencerminkan keunggulan jaringan serta kekuatan neraca perusahaan.
Maybank Group berhasil mencatatkan peningkatan profitabilitas dan imbal hasil, sambil tetap mempertahankan permodalan sebagai penopang dan likuiditas yang kuat, yang didukung oleh manajemen risiko yang prudent serta eksekusi yang disiplin.
Dalam menjalankan perannya untuk mendukung kegiatan pembangunan, Maybank Group tetap berkomitmen untuk meningkatkan taraf kesejahteraan dengan memperluas akses terhadap layanan keuangan dan mendukung komunitas melalui pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, serta terus mengusung prinsip Humanising Financial Services dengan menempatkan kebutuhan nasabah sebagai pusat dari setiap upayanya.
Sementara itu, Group Chief Financial Officer Maybank, Shafiq Abdul Jabbar mengatakan, “Tahun 2025 menandai keberhasilan penyelesaian strategi M25+, sejalan dengan upaya kami memperkuat jejaring di tingkat regional, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan kapabilitas yang berfokus pada nasabah.”
“Kami memacu pendapatan berbasis komisi, memperkuat penghimpunan Dana Pihak Ketiga dari seluruh jaringan Bank untuk mendukung pendanaan yang berkelanjutan, memperbaiki kualitas aset, serta memperkukuh kekuatan permodalan, sekaligus memperdalam posisi kepemimpinan kami di seluruh ASEAN,” lanjutnya
Berdasarkan fondasi tersebut, telah meluncurkan ROAR 30, roadmap strategis terbaru Maybank Group yang berlandaskan pada Humanising Financial Services dan akan semakin memperkuat penawaran berbasis nilai.
ROAR 30 menetapkan target keuangan yang jelas, termasuk target ROE sebesar 13%–14% dan rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) tidak lebih dari 47% pada tahun 2030, dengan fokus yang sangat tajam pada peningkatan pengalaman nasabah, pemberian dampak sosial yang positif, serta penguatan ekonomi riil.
Maybank Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan pada PATAMI yang melonjak 48,5% secara tahunan (Y-o-Y) menjadi Rp1,66 triliun, didorong oleh pengelolaan biaya yang lebih baik serta penurunan berkelanjutan pada pencadangan kerugian kredit.
PBT juga tumbuh kuat sebesar 38,9% menjadi Rp2,22 triliun pada FY25 dibandingkan tahun sebelumnya, didukung oleh kenaikan pendapatan bersih berbasis dana (net fund-based income) dan pendapatan non-bunga (NoII).
SF-Admin


