Lewat #JagaGiziJagaBumi, FFI Ajak Generasi Muda Selamatkan Bumi dari Limbah Plastik

(Atas Kiri-Kanan): Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputri (Bawah Kiri-Kanan): Waste Management Trainer dari Waste4Change, Saka Dwi Hanggara beserta Penggiat Lingkungan Muda dan Founder of Waste Solution Hub, Ranitya Nurlita pada kegiatan webinar ‘Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN): Frisian Flag Indonesia Hadirkan Kebaikan Sedotan Kertas, Memulai Perubahan Kecil untuk Bumi yang Lebih Baik #JagaGiziJagaBumi’ beberapa waktu lalu.

Frisian Flag Indonesia (FFI) menaruh perhatian lebih pada makin menumpuknya limbah plastik yang ada di Indonesia. Dengan mengusung visi global, ‘Nourishing a Better Planet’, FFI ingin mewujudkan Indonesia yang Sehat, Sejahtera dan Selaras, dengan menghadirkan kebaikan sedotan kertas yang ramah lingkungan pada produk susu cair siap minum rendah lemak.

Selain itu, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari lalu, FFI turut menginisiasi kampanye #JagaGiziJagaBumi: sebuah ajakan bagi generasi muda untuk memulai perubahan kecil, guna memberi dampak pada kelestarian bumi sekarang, dan di masa datang.

Melalui inisiatif ini, FFI ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga pemenuhan gizi harian, sekaligus menjaga kelestarian bumi, dimulai dari penggunaan sedotan kertas – sehingga dapat turut berkontribusi dalam menyelamatkan hingga 10 ton limbah plastik per tahun

Hal ini disampaikan di acara webinar yang digelar FFI, dengan menghadirkan narasumber Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc; Waste Management Trainer dari Waste4Change, Saka Dwi Hanggara; serta dimoderatori oleh Penggiat Lingkungan Muda dan Founder of Waste Solution Hub, Ranitya Nurlita, dengan melibatkan rekan media, perwakilan Jabar Zillenial Bergerak, dan perwakilan mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia.

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase darurat sampah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menaksir timbunan sampah di Indonesia tahun 2020 sebesar 67,8 juta ton. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk.

Tentunya permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele. Dibutuhkan partisipasi dan kemitraan dari semua pihak untuk dapat bersinergi dan bergerak bersama mengatasi permasalahan lingkungan ini.

“Pada peringatan HPSN kali ini, KLHK memiliki tujuan untuk membangun partisipasi publik, serta meperkuat peran aktif pelaku usaha dalam implementasi bisnis hijau, dan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi. Upaya Frisian Flag Indonesia dalam menjalankan bisnis ramah lingkungan yang berkelanjutan, serta inisiatifnya untuk melibatkan partisipasi generasi muda, menjadi salah satu solusi yang selaras dengan upaya pemerintah – yang bukan hanya mengurangi tumpukan sampah (hingga 30% pada 2025), tapi juga mewujudkan perilaku ramah lingkungan, dengan mengurangi sampah dari sumbernya,” ungkap Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.

“Sebagai bagian dari FrieslandCampina, Frisian Flag Indonesia mengusung visi global perusahaan ‘Nourishing a Better Planet’, yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang Sehat, Sejahtera dan Selaras. Salah satu bentuk pengejawantahan dari visi ini adalah dengan mulai menghadirkan kebaikan sedotan kertas yang ramah lingkungan pada produk susu cair siap minum rendah lemak andalan kami, Frisian Flag Low Fat 225 ml varian Belgian Chocolate, French Vanilla dan Californian Strawberry. Selain itu, FFI juga mengajak generasi muda untuk bersama-sama memulai perubahan kecil, yang dapat memberikan dampak positif pada lingkungan, melalui kampanye #JagaGiziJagaBumi. Melalui inisiatif ini, FFI mengajak masyarakat untuk terus menjaga pemenuhan gizi harian, sekaligus menjaga kelestarian bumi, dimulai dari penggunaan sedotan kertas – sehingga dapat turut berkontribusi dalam menyelamatkan hingga 10 ton limbah plastik per tahun,” ungkap Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro.

Andrew menambahkan, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen kami, sedotan kertas yang kami produksi juga telah melalui uji pangan, food grade certified dan bebas gluten alergen. Material yang dipilih menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang (recylceable) dan telah mendapat sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council).

Lebih lanjut, FFI juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara baru menikmati susu dengan menggunakan sedotan kertas. FFI memperkenalkan langkah rekomendasi 4S:

  1. Sedotan dikeluarkan, tanpa mencopot plastik pada kemasan
  2. Susu dihabiskan
  3. Sedotan dimasukkan kembali ke kemasan agar tidak tercecer
  4. Sampah dibuang di tempatnya

 

SF-Admin