LinkAja jadi Salah Satu Metode Transaksi Digital di Lingkungan Kodam Jaya

Seakan tidak pernah berhenti, LinkAja terus memperluas area layanannya untuk melakukan transaksi digital. Sebagai uang elektronik nasional yang berkomitmen untuk membantu untuk meningkatkan utilisasi transaksi digital guna meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, LinkAja terus berupaya secara progresif untuk menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang memiliki misi serupa.

Kali ini, LinkAja hadir di lingkungan Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya yang berlokasi Jl Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur pada acara Kodam Goes Digital, yang dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiono, Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo, Direktur Kelembagaan BRI Agus Noorsanto, Direktur Utama PD Pasar jaya Arief Nasrudin dan Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja.

LinkAja menjadi pelopor uang elektronik yang memberikan kemudahan dalam metode pembayaran secara digital di berbagai lokasi yang tersebar di area Kodam Jaya guna memenuhi kebutuhan para prajurit dan warga sekitar untuk bertransaksi di koperasi, kantin, Pasar Obor Cijantung, hingga pembayaran infaq di masjid lingkungan Kodam Jaya.

Solusi pembayaran elektronik ini merupakan sinergi antara LinkAja dengan Kodam Jaya, Bank Indonesia (BI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan PD Pasar Jaya, yang ke depannya akan diimplementasikan pada seluruh area Kodam di Indonesia.

Kodam Jaya telah menerapkan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) pada ekosistem pembayarannya, sehingga memungkinkan seluruh transaksi yang ada di lingkungan tersebut untuk dapat dilakukan melalui satu QR Code, yang bisa dibayar melalui berbagai aplikasi pembayaran berstandar QRIS.

Dengan hadirnya LinkAja di lingkungan Kodam jaya, seluruh ekosistem di area tersebut, dari mulai para prajurit, warga sekitar, hingga para pedagang kantin dan pasar, tidak perlu lagi menggunakan uang tunai untuk proses pembayaran di berbagai titik transaksi, baik dengan menggunakan LinkAja, Layanan Syariah LinkAja maupun layanan pembayaran berstandar QRIS lainnya. Kemudahan ini pun menjadi nilai tambah di masa pandemi, yang meminimalisir penggunaan uang tunai dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi transaksi di area Kodam jaya, terdapat cashback 20% yang dapat dinikmati pengguna LinkAja dengan nominal maksimal Rp 10,000 per transaksinya selama periode awal Agustus hingga akhir September 2020.

Haryati Lawidjaja, selaku Direktur Utama LinkAja mengatakan, “Kerja sama strategis ini merupakan upaya kami dalam memperluas akses pembayaran nontunai yang memudahkan kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama dalam hal ini masyarakat di lingkungan Kodam Jaya dan sekitarnya.”

Haryati menambahkan, “Kehadiran LinkAja dengan metode QRIS, yang telah kami implementasikan pada seluruh merchant di seluruh Indonesia, selain memudahkan kehidupan harian masyarakat dalam bertransaksi, tentunya memberikan keuntungan kompetitif kepada koperasi, para pedagang Pasar Obor Cijantung, dan kantin, karena dapat memberikan kemudahan transaksi yang dirasakan langsung oleh pihak penjual dan pembeli, terutama di era pandemi seperti sekarang ini.”

Hingga saat ini, LinkAja telah dapat digunakan di lebih dari 200 ribu merchant di seluruh Indonesia, 481 pasar tradisional, lebih dari 14,000 partner donasi digital, 1.569 e-commerce, pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari hari seperti pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS, hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti transfer ke semua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

Bank Indonesia melalui penjelasan yang disampaikan oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa Bank Indonesia turut mendukung adanya perluasan penggunaan QRIS di berbagai lapisan masyarakat agar dapat memudahkan dalam bertransaksi secara aman dan sehat serta tetap memenuhi protokol kesehatan.

Bank Indonesia juga mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif Kodam Jaya bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, PT Finarya (Linkaja), Bank Rakyat Indonesia dan PD Pasar Jaya dalam mendorong penggunaan QRIS pada Pedagang di Pasar Obor Cijantung dan menjadi bagian dari 4,2 juta merchant yang telah menggunakan QRIS. Selanjutnya diharapkan hal ini dapat direplikasikan ke pasar tradisonal lain se DKI Jakarta.

Direktur Kelembagaan dan BUMN BRI Agus Noorsanto menyampaikan keterlibatan BRI pada pembayaran digital di lingkungan Kodam Jaya merupakan bentuk dukungan Perseroan guna menciptakan cashless society yang sudah dicanangkan oleh pemerintah.

“Lewat transaksi secara nontunai atau cashless diharapkan dapat meningkatkan layanan transaksi secara aman dan nyaman,“ tambah Agus.

BRI hadir di Koperasi dan Kantin Kodam Jaya dengan beberapa solusi yaitu memfasilitasi pelanggan Koperasi dan Kantin untuk dapat melakukan isi ulang “top up” saldo LinkAja menggunakan BRImo dan menyediakan fasilitas akseptasi pembayaran menggunakan EDC BRI (bisa juga menggunakan QRIS).

Disamping itu, melalui EDC BRI Koperasi dan Kantin dapat menerima transaksi pelanggan menggunakan Kartu Debit & Kartu Kredit dengan logo GPN, Mastercard, Visa dan Privat Label, serta Kartu BRIZZI. BRI juga memberdayakan Koperasi dengan memberikan fasilitas menjadi AgenBRILink yang dapat memberikan layanan transaksi perbankan perbankan di lingkungan Kodam Jaya.

SF-Admin