Manfaatkan Fulfillment by Lazada, Seller Tetap Fokus pada Strategi Bisnis

Lazada

Bagi seorang seller, sering kali terkendala besaran ruang penyimpanan untuk barang barang-yang akan dijual. Namun hal ini bisa diatasi oleh Yoe Charles dengan fasilitas Fulfillment by Lazada.

Yoe Charles adalah pemilik toko Papa Teknik di Lazada yang fokus menjual alat-alat pertukangan seperti gerinda tangan dan mesin las telah bergabung dengan Lazada sejak enam tahun lalu dan melihat usaha kecintaannya berkembang pesat berkat fasilitas Fulfillment by Lazada.

Berbekal dari pengalamannya menjadi seorang seller representative dari salah satu merek alat berat di Denpasar, Bali, Charles memberanikan diri untuk memulai usahanya secara independen di tahun 2015. Meski banyak ketidakpastian yang harus dihadapi, berkat kecintaan terhadap apa yang dilakukan selama ini serta tekad dan keyakinannya membuat Charles terus melangkah maju.

“Di awal bisnis, dengan basis penjualan di Denpasar dan kebanyakan produk yang saya jual berukuran besar dan berat, tantangannya lumayan besar. Pelanggan banyak mengeluhkan soal tingginya ongkos kirim, lamanya waktu pengiriman, sampai pengemasan produk yang belum rapi. Dulu perkembangan bisnis saya lambat sekali, dan bahkan untuk mendapatkan satu pesanan seminggu saja sulit sekali rasanya,” ujar Charles.

Salah satu kendala terbesar Charles adalah storage atau tempat penyimpanan untuk barang pertukangan yang rata-rata besar dan berat hingga membuatnya nyaris putus asa.

Charles memutar otak dan bersikukuh mencari solusi agar setiap pelanggannya bisa terlayani dengan baik. Di tahun 2016, Charles diperkenalkan dengan layanan Fulfillment by Lazada (FBL), yakni sebuah layanan terintegrasi dari Lazada dimana produk dari penjual akan disimpan, dikemas dan dikirim langsung dari warehouse Lazada untuk memastikan konsumennya menikmati pengiriman yang rapi, aman dan tepat waktu. Tak disangka, setelah memanfaatkan layanan FBL, jumlah kenaikan pesanan melonjak drastis.

“Memanfaatkan layanan FBL menjadi keputusan terbaik saya sejak bergabung dengan Lazada. Meski saya kini bisa mendapatkan puluhan pesanan setiap harinya, saya bisa memfokuskan pikiran hanya pada strategi bisnis dan pemasaran toko. Sedangkan untuk penyimpanan, pengemasan dan pengiriman, sudah tertangani secara otomatis oleh FBL. Layanan FBL ini membuat bisnis saya lebih berkembang dan biaya operasional dapat dialokasikan untuk pengembangan bisnis lebih lanjut,” tambah Charles.

Saat kampanye dan festival belanja di Lazada berlangsung, kini Charles dan tim tidak lagi ikut sibuk mengemas dan mengirim barang. Charles cukup memantau omzet penjualan melalui fitur Business Analysis yang ada di dashboard Sellers Center Lazada dan fokus memikirkan langkah untuk terus meningkatkan penjualannya dengan memanfaatkan fitur-fitur lainnya di Lazada.

Reinaldo Harjanto, SVP – Supply Chain, Lazada Logistics Indonesia mengatakan, “Charles merupakan salah satu sosok penjual serius di Lazada yang memiliki antusiasme dan semangat juang yang luar biasa dalam menggeluti bisnisnya. Kegigihan Charles memotivasi kami untuk terus mengembangkan ekosistem eCommerce di Lazada, termasuk mengintegrasikan antara sistem eCommerce dan Logistik kami. Fulfillment by Lazada menjadi salah satu layanan yang dapat membantu penjual dalam hal efisiensi sistem logistik. Penjual di Lazada fokus pada strategi mengembangkan usahanya. Sisanya? Biarkan kami yang bekerja.”

Di warehouse utama Lazada di Cimanggis yang berada di bangunan seluas 70.000m2, pergerakan pengiriman paket, termasuk yang menggunakan layanan FBL dimonitor secara ketat oleh sistem teknologi logistik terintegrasi yang dimanfaatkan oleh ratusan penjual Lazada.

“Melalui layanan FBL, para penjual di platform kami juga bisa mendapatkan prediksi atas permintaan dan suplai barang sehingga memudahkan mereka untuk melakukan perencanaan bisnis, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Para penjual bisa mengetahui produk apa yang paling banyak diminati, konsumen area mana yang paling banyak membeli dan bahkan potensi lini bisnis baru apa yang bisa dijajaki oleh penjual. Semua solusi cerdas ini kami hadirkan untuk bisa membantu baik brand maupun penjual UMKM untuk terus bertumbuh dalam perekonomian digital Indonesia,” tambah Reinaldo.

Ambisi dan kerja keras Charles berbuah manis. Usahanya terus berkembang dan kini ia mampu membuka toko operasional keduanya yang berpusat di Tangerang dan diberi nama Papa Tech. Timnya pun terus bertambah hingga kini mencapai tujuh orang.

“Solusi yang diberikan Lazada melalui layanan FBL terbukti sangat membantu dan memudahkan saya menjalankan usaha. Saya tidak lagi dipusingkan dengan urusan penyimpanan dan pengiriman stok barang, namun cukup berfokus pada urusan stok barang dan strategi pengembangan pasar,” tutup Charles.

 

SF-Admin