Dalam 4 (empat) tahun terakhir, Greeneration Foundation sudah gencar mempromosikan ekonomi sirkular di Indonesia. Salah satu inisiatifnya adalah menyelenggarakan Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) sebagai wadah yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas isu, tantangan, dan solusi dalam penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Oleh karena itu, pada 2021 Greeneration Foundation akan menyelenggarakan Indonesia Circular Economy Forum ke-4 secara virtual pada 21-23 Juli 2021 dengan tema Towards Smart &

Sustainable Cities Through Circular Economy: Building Resilience During COVID-19 Recovery. Pembicara pada konferensi pers adalah Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ, Ph.D., Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (KemenPPN/Bappenas), Morten Holm van Donk selaku Kepala Kerjasama Bidang Lingkungan Kedutaan Besar Denmark di Indonesia, M. Bijaksana Junerosano sebagai Pendiri Greeneration Foundation, Alvaro Zurita selaku Team Leader Project EU Rethinking Plastics, Dr. Almut Besold selaku Country Director Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF) Indonesia dan Malaysia, Karyanto Wibowo selaku Ketua Packaging & Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), dan Vera Galuh Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia.

Membuka konferensi pers, Ir. Medrilzam, M.Prof. Econ, Ph.D., Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, mengatakan pemulihan pasca Covid-19 menjadi salah satu perhatian utama pemerintah saat ini karena krisis tersebut berdampak sistemik pada sistem ekonomi dan sosial kita.

Hal tersebut juga diprediksi akan berdampak pada visi jangka panjang Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Bappenas mendukung transformasi ekonomi menuju Ekonomi Hijau, dengan Circular Economy sebagai salah satu penggeraknya.

Morten Holm van Donk selaku Kepala Kerjasama Bidang Lingkungan Kedutaan Besar Denmark di Indonesia juga memberikan tanggapannya. Beliau menegaskan dukungan Kedutaan Besar untuk penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, “Denmark dan Indonesia adalah mitra dalam regulasi untuk penggunaan kembali dan pengurangan agar berkelanjutan. Kami juga mendukung Indonesia Circular Economy Forum.”

Diskusi dalam konferensi pers juga membahas tantangan dan peluang penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. Pendiri Greeneration Foundation dan pakar ekonomi sirkular, M. Bijaksana Junerosano menjelaskan, meskipun platform ICEF ini telah menghubungkan pemangku kepentingan di berbagai sektor, kami masih membutuhkan lebih banyak partisipasi dari masyarakat umum untuk memastikan transisi yang cepat dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular.

Selama ini wacana ekonomi sirkular lebih banyak beredar di kalangan atas; antara pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan akademisi. Untuk mengimplementasikan ekonomi sirkular secara holistik, kolaborasi UKM, konsumen, dan masyarakat sipil juga diperlukan.

Proyek pembiayaan bersama Pemerintah Uni Eropa-Jerman tentang Rethinking Plastics: Circular Economy Solution to Marine Litter, telah mendukung upaya Indonesia untuk transisi ekonomi sirkular.

Alvaro Zurita selaku Ketua Tim Proyek Rethinking Plastics menjelaskan bahwa ekonomi sirkular yang dipromosikan oleh Proyek Rethinking Plastics memanfaatkan, menggunakan pelajaran, dan pengalaman dari Green Deal milik Uni Eropa.

Dalam kegiatannya, Rethinking Plastics fokus pada dialog kebijakan. Alvaro optimis ICEF akan memberikan kekuatan di masa depan untuk membawa Indonesia merangkul ekonomi sirkular sebagai solusi permasalahan plastik.

Dalam mendukung promosi aksi iklim berbasis pasar yang didorong oleh inovasi dan kewirausahaan di Indonesia, Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF) Indonesia berkontribusi dalam Circular Jumpstart, salah satu rangkaian acara ICEF. FNF percaya bahwa individu dengan semangat kewirausahaan inovatif dan upaya kolaboratif di antara aktor lokal dan global dapat mempercepat transisi ke ekonomi sirkular.

Sebagaimana dinyatakan oleh Dr. Almut Besold, “Kami percaya bahwa solusi untuk tantangan iklim, termasuk jalan menuju ekonomi sirkular, tidak boleh hanya mengandalkan inisiatif pemerintah tetapi juga melalui mekanisme partisipatif dan berbasis pasar.”

Program Circular Jumpstart akan meluncurkan 15 startup yang berpartisipasi untuk menjawab tantangan ekonomi sirkular; mulai dari mengeliminasi polusi, mengubah perilaku konsumen, hingga merencanakan sistem pengelolaan sampah dengan paradigma baru.

Karyanto Wibowo, Ketua Packaging & Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE) mendukung penyelenggaraan ICEF sejak 2017 hingga kini. Ini adalah bentuk kontribusi PRAISE kepada Indonesia untuk mendukung dan menjalankan ekonomi sirkular.

Pada situasi pandemi COVID-19, PRAISE merilis IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organization) untuk mendukung tata kelola sampah kemasan melalui sirkular ekonomi. “Untuk menjalankan ekonomi sirkular, Pemerintah dapat mengembangkan iklim yang kondusif agar ekonomi sirkular dapat memberikan dampak bergulir tidak hanya untuk lingkungan, tapi juga ekonomi dan sosial masyarakatnya,” kata Karyanto Wibowo, Ketua Umum PRAISE dan juga selaku Board of Supervisor IPRO. Ia percaya bahwa ICEF dapat menjadi platform untuk meningkatkan implementasi ekonomi sirkular di Indonesia.

Adapun Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto menjelaskan bahwa sebagai perusahaan FMCG, Danone Indonesia telah menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dalam industrinya melalui komitmennya terhadap sirkularitas karbon, sirkularitas air, dan sirkularitas kemasan.

Dengan mendukung ICEF dalam salah satu acara sampingannya, Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular untuk Jurnalis, Danone Indonesia mengakui peran jurnalisme dan media dalam mempromosikan ekonomi sirkular.

Dikutip dari Vera, “Kami menyadari bahwa salah satu edukasi yang paling efektif bagi masyarakat adalah melalui media massa. Sayangnya, saat ini, tidak banyak referensi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular yang mendapat tempat dan menjadi pusat perhatian di media massa kita.”

Mitra Strategis ICEF ke-4 adalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (KemenPPN/Bappenas), proyek yang dibiayai bersama oleh Uni Eropa-Jerman “Rethinking Plastics – Circular Economy Solutions to Marine Litter”, IPRO-PRAISE, Kedutaan Besar Denmark di Indonesia, Waste4Change, IATL ITB, Blue Economy Foundation, Most Valued Business (MVB) Indonesia, Indonesia Global Compact Network (IGCN), dan PT. Napindo.

Kami juga didukung oleh mitra proyek kami, yaitu Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI), Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF) Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kedutaan Besar Hongaria di Indonesia, Danone Indonesia, Firma Hukum UMBRA, Lenzing, UNDP Indonesia, Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 (P4G), Siklus Refill, EcoXYZtem Venture Builder, Climate Institute, Landscape Indonesia, dan Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC). ICEF ke-4 juga merupakan bagian dari rangkaian acara World Circular Economy Forum (WCEF) 2021.

SF-Admin