markettrack.id – PT Daya Intiguna Yasa Tbk atau MR.D.I.Y. Indonesia berhasil mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin ritel perlengkapan rumah tangga dengan capaian finansial yang mengesankan sepanjang tahun 2025.

    Strategi bisnis yang berfokus pada nilai guna produk terbukti ampuh menghadapi dinamika ekonomi global hingga mampu mencetak profitabilitas yang berkelanjutan.

    Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi para investor seiring dengan rencana Perseroan untuk membagikan keuntungan kepada pemegang saham.

    Penguatan fundamental keuangan yang terjadi di akhir tahun memberikan pondasi kokoh bagi ekspansi perusahaan di masa depan.

    Memasuki kuartal IV 2025, perusahaan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 16,2% secara tahunan menjadi Rp338,6 miliar.

    Peningkatan produktivitas operasional serta manajemen biaya yang disiplin menjadi faktor utama di balik akselerasi kinerja penutup tahun tersebut.

    Sepanjang tahun 2025, MR.D.I.Y. Indonesia menunjukkan dominasinya dengan membuka 272 toko baru di berbagai wilayah tanah air.

    Jumlah tersebut melampaui target awal ekspansi yang ditetapkan perusahaan tanpa mengorbankan kedisiplinan alokasi modal.

    Pertumbuhan jaringan toko ini didukung penuh oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas internal yang sangat kuat.

    Arus kas operasional tercatat melonjak tajam sebesar 70,2% secara tahunan mencapai angka Rp1,3 triliun.

    Kesehatan finansial perusahaan juga tercermin dari rasio utang atau gearing ratio yang terjaga rendah di level 0,4x.

    Rika Juniaty Tanzil selaku Chief Financial Officer menjelaskan bahwa struktur permodalan yang pruden ini memastikan setiap langkah ekspansi tetap berjalan secara berkelanjutan.

    Berdasarkan laporan kinerja setahun penuh, pendapatan perusahaan tumbuh 16,7% hingga mencapai angka Rp7,9 triliun. Dari sisi operasional, laba kotor yang berhasil dikumpulkan sepanjang 2025 adalah sebesar Rp4,3 triliun.

    Laba bersih perusahaan secara total untuk tahun buku 2025 mencapai Rp1,13 triliun, meningkat dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,07 triliun.

    Khusus pada periode kuartal IV saja, pendapatan yang diraup mencapai Rp2,1 triliun dengan margin laba kotor sebesar Rp1,1 triliun.

    Atas pencapaian tersebut, manajemen berencana mengusulkan pembagian dividen tunai minimal 40% dari total laba bersih setelah pajak tahun 2025.

    Edwin Cheah selaku Direktur Utama menyatakan bahwa rencana ini akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham.

    Optimisme perusahaan terhadap industri ritel tetap tinggi karena pola konsumsi rumah tangga Indonesia yang terus mencari produk terjangkau dan mudah diakses.

    Edwin Cheah menambahkan bahwa peluang pertumbuhan masih sangat besar mengingat penetrasi ritel modern yang masih relatif rendah di banyak wilayah.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply