Empat lembaga sosial kemasyarakatan; Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia; Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Greeneration Foundation Indonesia (GFI) dan Making Oceans Plastic Free (MOPF), bersama-sama meresmikan dimulainya empat kegiatan percontohan dalam rangka menanggulangi isu pengelolaan sampah plastik di laut, meliputi: (1) Pengembangan kapasitas lokal dalam pengelolaan sampah guna penerapan skema tanggung jawab produsen yang diperluas di Kabupaten Malang; (2) Pelabuhan Perikanan Bersih, Kota Tegal; (3) Program EcoRanger: Fishing for Litter; dan (4) Sekolah Bebas Plastik Sekali Pakai.

Acara yang dilakukan secara daring tersebut, menghadirkan pembicara Uni Eropa, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan Pemerintah Daerah dari lokasi pelaksanaan kegiatan percontohan. Kegiatan percontohan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek Rethinking Plastics: Circular Economy Solution to Marine Litter.

Proyek Rethinking Plastics bertujuan untuk mendorong percepatan penerapan konsumsi dan produksi plastik yang berkelanjutan dalam rangka menanggulangi sampah plastik di laut, di Kawasan Asia Timur dan Tenggara.

Proyek ini dibiayai oleh Uni Eropa dan Pemerintah Jerman, dan dilaksanakan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan swasta.

Henriette Faergemann, Konselor bidang Lingkungan Hidup, Iklim dan ICT, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, dalam sambutannya; menyampaikan apresiasi kepada keempat pelaksana kegiatan percontohan, dan pemerintah daerah serta pihak-pihak yang berkomitmen dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan percontohan tersebut.

Diharapkan melalui kegiatan-kegiatan ini dihasilkan pembelajaran untuk upaya-upaya menanggulangi sampah laut melalui penerapan ekonomi sirkular di level lokal, sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Pada kesempatan yang sama; Rofi Alhanif, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Indonesia menyampaikan harapannya agar proyek rethinking plastic sebagai langkah konkret yang didukung oleh mitra global dari Uni Eropa dan GIZ dapat menjadikan indonesia yang lebih bersih dan sehat.

Arisman, Direktur Eksekutif CSEAS, dalam paparannya menjelaskan kegiatan pilot mereka menyasar peningkatan kapasitas dan kesadaran Tempat Pengolahan Sampah Sementara 3R (TPS3R) dan rumah tangga, guna penyiapan penerapan skema pengurangan sampah kemasan oleh produsen dan akan bekerjasama dengan Indonesia Packaging Recovery Organisation (IPRO) di Kabupaten Malang.

Hartono, DFW Indonesia, menjelaskan bahwa kegiatan mereka bekerjasama dengan pengelola Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal, mengupayakan pengurangan sampah di Kawasan Pelabuhan serta mitigasi kebocoran sampah plastik di laut dari aktivitas kapal penangkap ikan melalui fasilitasi perbaikan tata kelola sampah di kawasan, penyiapan standar operasional prosedur, serta peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan terkait.

Program EcoRanger Fishing for Litter menyasar community-based tourism dalam mempromosikan perikanan berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan memberdayakan nelayan setempat dan wisatawan yang berkegiatan di kawasan pesisir Dusun Pancer Kabupaten Banyuwangi, ujar Vanessa Letizia dari Greeneration Foundation Indonesia.

Pendidikan sejak usia dini dan akses terhadap alternatif pengganti plastik merupakan salah satu kunci dalam mendorong konsumsi plastik yang berkelanjutan, model intervensi ini yang akan didorong oleh kegiatan yang dilakukan MOPF bekerjasama dengan Yayasan Greenbooks; disampaikan Roger Spranz dalam paparannya.

Perwakilan pemerintah daerah juga hadir dan menyampaikan terimakasih serta harapannya untuk proyek Rethinking Plastics ini. Dalam sambutannya, Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang diwakili oleh Fendiawan Tiskiantoro menyambut baik kegiatan yang akan dilaksanakan di Tegal oleh Destructive Fishing Watch.

Sedangkan Pemerintah Daerah Banyuwangi, yang diwakili oleh Hardiono menyampaikan potensi Banyuwangi untuk melaksanakan kerjasama publik melalui berbagai kelompok usaha binaan (KUB) yang mendapatkan berbagai penghargaan.

Bapak Renung Rubiyatadji sebagai perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Malang menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan pada Kabupaten Malang dalam pengelolaan sampah serta kesempatan untuk berkolaborasi.

Senada, Pemerintah daerah Lombok Barat yang diwakili Muzapir juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan kolaborasi yang sesuai dengan upaya mengurangi sampah yang sedang dilakukan, khususnya untuk daerah pesisir.

 

SF-Admin