Waste4Change sukses mendukung penerapan Zero Waste to Landfill dalam penyelenggaraan The 11th Indonesia EBTKE ConEx 2023 melalui kolaborasi bersama Bank Mandiri sebagai partner pengelolaan sampah bertanggung jawab.

Diwujudkannya zero waste event pada acara nasional tahunan tersebut menjadi salah satu kerjasama lanjutan Bank Mandiri juga Waste4Change dalam upaya menciptakan pengelolaan sampah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan acara sebagaimana yang telah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data laporan perjalanan sampah yang diterbitkan Waste4Change, tercatat sebanyak 10.282,4 kg sampah diproduksi selama 3 hari penyelenggaraan. Didominasi oleh kategori sampah lainnya yang menghasilkan timbulan sebanyak 67%, diikuti sampah anorganik dan kertas sebanyak 30%, dan sampah organik sebanyak 3%.

Keseluruhan sampah kemudian ditangani secara maksimal dan bertanggung jawab setelah melalui proses pemilahan mendetail di Rumah Pemulihan Material Waste4Change. Dipastikan tidak ada sampah yang berakhir di TPA.

Stephanus Kenny Bara Kristanto, Head of Community and Engagement Waste4Change menilai inisiatif bertanggung jawab ini adalah ide cerdas yang dapat menunjukkan keseriusan penyelenggara acara dalam mencapai target nol emisi karbon.

“Dengan adanya penanganan sampah yang bertanggung jawab dalam acara, hal ini menunjukkan keseriusan penyelenggara dalam menciptakan sebuah event yang memperhatikan dampak-dampak yang mungkin terjadi terhadap lingkungan. Mulai dari sampah organik dan anorganik serta jenis lainnya akan ditangani secara tepat berkat inisiatif semua pemangku kepentingan yang berperan besar dalam mewujudkan sebuah event yang zero waste to landfill. Dan tentunya ini semua dapat terjadi dengan bantuan dan dorongan dari Bank Mandiri yang selalu setia menemani Waste4Change sejak 2011 lalu” jelasnya.

Selain terlibat sebagai partner pengelolaan sampah, Waste4Change juga menjadi salah satu narasumber dalam sesi business matching EBTKE ConEx 2023 yang berlangsung pada hari kamis, 13 Juli 2023.

Sesi ini diwakili oleh Retty Anggunsari sebagai Account Specialist Waste4Change dan Andin Rahma Refiana sebagai Project Development Lead Waste4Change dan memaparkan pembahasan terkait layanan pengelolaan sampah dan konsultasi persampahan yang dimiliki Waste4Change.

Tidak hanya itu, hadir juga Adhitya Prayoga selaku Head of Responsible Waste Management Waste4Change yang menjadi salah satu peserta XYZ Factor Pitching, dimana acara ini bertujuan untuk menunjukkan solusi berkelanjutan dari sebuah startup dan menunjukkan visibilitas, kredibilitas perusahaan, serta membuka pintu peluang bagi pendanaan, kemitraan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Kontribusi Bank Mandiri dalam inisiatif penanganan sampah berkelanjutan ini bukan pertama kalinya dilakukan. Pada beberapa tahun lalu, Waste4Change bersama Bank Mandiri telah berkolaborasi mengembangkan sebuah program persampahan untuk mendukung penerapan pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R yang dilakukan di Pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Program yang berlangsung dari November 2016 sampai Agustus 2017 tersebut termasuk ke dalam Program CSR Bina Lingkungan Bank Mandiri cabang Mataram, Lombok dan dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan Sustainability Tourism di Gili Trawangan.

Tidak hanya itu,berdasarkan Sustainability Report Bank Mandiri edisi tahun 2022,  Bank Mandiri juga berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon melalui dukungan pembiayaan ke sektor UMKM dan industri berwawasan sosial.

Komitmen tersebut dituangkan dalam kerangka dan strategi Keuangan Berkelanjutan Bank Mandiri yang terdiri dari 3 pilar, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainable Beyond Banking. Diharapkan dapat mendukung tercapainya target berkelanjutan nasional.

VP CSR Department Center Bank Mandiri Diwangkoro A. Ratam mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif yang dapat menghasilkan dampak positif tidak hanya kepada masyarakat namun juga kepada lingkungan. Hal ini menurutnya sangat selaras dengan visi Bank Mandiri untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 yang digagas oleh Pemerintah.

“Kami berharap ke depan inisiatif ini dapat semakin digalakkan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi ke depan, dan tentunya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Termasuk mendukung pertumbuhan ekonomi rendah karbon yang menjadi fokus utama Bank Mandiri,” ujar Diwangkoro.

Indonesia EBTKE ConEx 2023 yang merupakan agenda tahunan resmi Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI/IRES) ini didukung penuh oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Tema yang diangkat pada tahun ini berjudul From Commitment to Action: Safeguarding Energy Transition Towards Indonesia Net Zero Emissions 2060.

Terselenggaranya EBTKE ConEx 2023 diharapkan dapat menghasilkan diskusi serta hasil yang baik dan bisa mengubah komitmen menjadi aksi dijalankannya transisi energi dan pengoptimalan pemanfaatan sumber energi baru dan energi terbarukan.

“Dengan teknologi yang tepat dan sumber daya dalam negeri yang punya potensi besar dapat dimanfaatkan guna mencapai target NZE 2060,” tutur Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral saat memberikan sambutan pada selasa (11/7/23).

Berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten, kegiatan Indonesia EBTKE ConEx 2023 dalam konteks ICEW ini mencakup diantaranya conference, special sessions, training, podcast, business matching dan business presentation, focus group discussion, showcase corner, green job fair, greentech/cleantech startups, dan pameran tentang teknologi, kebijakan, dan praktik-praktik solusi terkait energi bersih berkelanjutan. Agenda tahunan ini dibuka langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif dan terselenggara sejak 12-14 Juli 2023.

SF-Admin