Pada 25 Januari lalu, sebuah truk yang membawa “anti-PD-1 mAb Zerpidio®“(serplulimab, merek dagang di Tiongkok: Hansizhuang) secara perlahan meninggalkan Pabrik Pertama Songjiang milik Henlius.

Produk tersebut, membawa misi Henlius untuk mendatangkan manfaat biofarmasi bermutu tinggi bagi pasien di seluruh dunia, akan menuju Indonesia.

Pengiriman produk ini menjadi babak baru dalam kiprah serplulimab untuk mendatangkan manfaat bagi pasien di seluruh dunia.

Dikutip dari Henlius, pada 28 Desember 2023, anak usaha PT Kalbe Genexine Biologics (KGbio) telah meraih izin terkait dari BPOM atas serplulimab di Indonesia dengan merek dagang Zerpidio® untuk mengobati kanker paru-paru sel kecil (small cell lung cancer/SCLC) stadium lanjut.

Sejak 2019, Henlius telah berkolaborasi dengan KGbio di 22 negara dengan pasar yang berkembang di Asia Tenggara serta Timur Tengah dan Afrika Utara. Kedua pihak aktif mengajukan izin produk tersebut di berbagai negara agar opsi pengobatan yang mutakhir dan efisien tersedia bagi pasien lokal.

Kanker paru-paru (lung cancer/LC) merupakan salah satu penyakit ganas yang paling banyak ditemui di dunia. Menurut Globocan, hampir 35.000 kasus LC baru dan 31.000 kasus kematian terjadi di Indonesia pada 2020.

Maka, LC menjadi kanker yang paling banyak menyebabkan kematian. Sementara, SCLC adalah subtipe kanker paru-paru yang paling agresif, berkontribusi sekitar 15% dari seluruh kasus kanker paru-paru. SCLC terdiri atas limited stage small cell lung cancer (LS-SCLC) dan ES-SCLC.

Sekitar 30%-40% pasien berada dalam stadium terbatas (limited stage), dan sebagian besar pasien berada dalam stadium lanjut (extensive stage) ketika didiagnosis.

Kondisi klinis pasien pun memburuk dengan cepat, sedangkan, prognosis masih belum memadai. Dalam 20 tahun terakhir, kemoterapi seperti metode etoposide combined carboplatin/cisplatin masih menjadi standar pengobatan ES-SCLC.

Namun, hampir semua pasien stadium lanjut kembali kambuh dalam jangka waktu satu tahun . Kemunculan immune checkpoint inhibitor telah menjadi harapan baru bagi pasien SCLC.

Produk inovatif pertama dari Henlius, yakni Hansizhuang (serplulimab), telah mendapatkan izin di Tiongkok pada Maret 2022, serta menjadi anti-PD-1 mAb pertama di dunia untuk pengobatan lini pertama SCLC. Dengan demikian, pengiriman Hansizhuang ke Indonesia segera menghadirkan harapan baru bagi pasien lokal.

Saat ini, Hansizhuang telah meraih izin untuk empat indikasi di Tiongkok, termasuk tumor padat MSI-H, squamous non-small cell lung cancer (sqNSCLC), ES-SCLC, dan esophageal squamous cell carcinoma (ESCC). Hansizhuang pun telah mendatangkan manfaat positif bagi lebih dari 51.000 pasien Tiongkok.

SF-Admin