Penjualan Domain .id Makin Laris Manis

Di awal Februari 2020, PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) menyebutkan jumlah pengguna domain .id meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dan dilaporkan pula, bahwa jumlah pengguna domain .id juga dilaporkan telah lebih banyak dibanding domain co.id.

Domain .id yang dirilis sejak 2014 lalu ini, telah menjadi andalan PANDI. Selain karena ekstensinya yang singkat dan jelas, domain .id juga sangat cocok merepresentasikan Indonesia. Data per bulan April 2019, jumlah pengguna domain .id sudah mencapai 111.059 nama.

PANDI menjelaskan bahwa domain .id ini dirilis untuk mendorong semakin banyak bisnis daerah dan nasional go online. Selain itu, kepemilikan domain ini juga diharapkan dapat mendorong banyak pelaku bisnis untuk mengamankan merek.

Lalu, apa dampaknya bagi pelaku bisnis? Mengapa penting bagi bisnis untuk mengamankan merek mereka dengan domain?

Domain yang Tidak Ada Duanya

Domain adalah salah satu komponen utama membuat website. Ibarat website adalah rumah, domain adalah alamat untuk menuju ke rumah tersebut. Faktanya, apabila seseorang sudah mendaftarkan nama domainnya, tidak akan ada yang dapat mengambil domain tersebut.

Pemilik bisnis harus segera membeli domain dengan nama merek bisnisnya untuk mengamankan domain tersebut dari digunakan bahkan disalahgunakan oleh pihak lain. Dengan membeli nama domain, sama saja pemilik bisnis sedang mendaftarkan merek yang tidak ada duanya di internet.

Domain .id sendiri sudah menjadi ciri domain Indonesia. Hal ini membuat perusahaan (baik nasional maupun internasional) berekstensi domain .com juga harus beradaptasi. Salah satu caranya adalah dengan “masking” atau menyembunyikan nama domain tertentu di domain utama yang kita miliki.

Teknik ini banyak dilakukan untuk memastikan nama-nama domain yang mungkin diakses oleh banyak orang dapat menampilkan informasi yang sama dengan informasi di domain utama. Banyak bisnis melakukan masking agar menghindarkan pengunjung website mengarah ke halaman website milik orang lain dan mendapatkan informasi yang salah.

Era Googling, Era Branding

Istilah Googling menjadi sangat populer untuk merujuk kebiasaan orang-orang mencari informasi apapun lewat Google. Data dari Bright Local menyebutkan, 90% menggunakan internet untuk mencari bisnis lokal tertentu, dan 33% diantaranya secara aktif mencari setiap harinya.

Data ini menunjukkan pentingnya bisnis hadir di dunia maya setiap waktu. Selain untuk mengamankan nama merek, bisnis perlu memaksimalkan semua kanal sebagai media branding dan pemasaran produknya. Hal ini juga disetujui oleh Ayunda Zikrina, Brand and Reputation Management perusahaan penyedia layanan web-hosting Niagahoster.

“Jangan sampai saat calon pelanggan ingin menuju ke website Anda, yang tertampil malah brand milik orang lain. Itu akan mengurangi buying experience (pengalaman membeli) seseorang.” ungkap Ayunda Zikrina.

Sejalan dengan PANDI, Niagahoster sendiri mengungkapkan penjualan domain .id mengalami peningkatan dalam 2 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan peningkatan preferensi orang-orang Indonesia yang sudah mulai menggunakan domain .id untuk lebih identik dengan perusahaan lokal/nasional.

“Di Niagahoster saat ini, domain .id menjadi ekstensi domain kedua terbanyak yang dibeli setelah .com. Angkanya hampir mencapai 15,000 registrants.” ungkap Yogi Maulana, Data Analyst Niagahoster.

Niagahoster pun mendukung langkah PANDI untuk lebih mempromosikan domain .id. Harapannya, domain .id dapat menjadi domain alternatif tidak hanya di level nasional saja, tetapi juga internasional.

SF-Admin