Peran Penting ITC dalam Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi SDM di Indonesia

1. Victor Chan - Chief Executive Officer (tengah) 2. DR. Itje Chodidjah, MA. - praktisi pendidikan (kiri) 3. Fahrurozi - Direktur Produktivitas Ditjen Binalattas, Kementerian Ketenagakarjaan (ketiga dari kiri)

Data merupakan satu alat paling ampuh untuk mengukur, melibatkan, menginformasikan, dan menciptakan peluang untuk setiap individu, terlebih di era digital saat ini. Data penilaian yang berstandar internasional dapat diimplementasikan bersama dengan jalur pendidikan bagi calon lulusan ataupun angkatan kerja.

Dengan kemajuan teknologi, data tersebut akan membantu dalam menentukan perlakuan, pengambilan keputusan, dan rencana strategis untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

International Test Center (ITC), sebagai salah satu lembaga yang mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelaksanakan asesmen dan program pelatihan, tahun ini melaksanakan ITC Leadership Seminar  yang dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2019 di JS Luwansa Hotel Jakarta.

“Ini adalah tahun ke 10 kami dalam menyelenggarakan seminar kepemimpinan ini sebagai bukti konsistensi kami dalam mendukung sektor pendidikan, perusahaan dan pemerintah dalam meningkatkan program pengembangan sumber daya manusia mereka. Seminar ini menyediakan forum bagi para pemimpin perusahaan, pendidikan, dan lembaga pemerintah di Indonesia, untuk berbagi informasi terbaru, untuk bertukar pikiran, dan membangun jejaring dengan mengangkat tema Mining the Data to Ensure Graduates and HR Candidates are Competitive and 21st Century Work Ready, tegas Victor Chan, CEO International Test Center di Jakarta (17/10).

Lebih lanjut, Victor Chan mengatakan bahwa pada kegiatan bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya data penilaian yang berstandar internasional untuk memastikan calon lulusan ataupun kandidat  SDM unggul dan berkompetitif. Dan salah satu data penilaian yang dimaksud adalah kemampuan bahasa Inggris dan literasi digital.

Tidak dapat dipungkiri saat ini angkatan kerja dituntut untuk memiliki aspek kemampuan yang sesuai dengan perkembangan global. Peserta yang telah ataupun yang belum memiliki data penilaian tentang bahasa Inggris dan kompetensi literasi digital, diharapkan dapat mendapatkan inspirasi untuk mengoptimalkan data tersebut sehingga akan menjadi salah satu pertimbangan untuk langkah selanjutnya dalam pengembangan sumber daya manusia.

Di kesempatan yang sama, Fahrurozi – Direktur Produktivitas Ditjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan, anak-anak bangsa harus diberikan pelatihan dan kompetensi untuk masuk dunia kerja. Kemampuan berbahasa menjadi bagian penting untuk bersaing dalam industri 4.0.

Sertifikasi menjadi salah satu elemen penting untuk menunjukan bagaimana kompetensi atau kemampuan seseorang atau calon tenaga kerja sehingga mereka akan lebih percaya diri dan siap masuk dunia kerja.

Fahrurozi menambahkan bahwa tantangan sektor ketenagakerjaan di Indonesia adalah terkait profil tenaga kerja yang ada di bawah serta adanya globalisasi yang memberikan dampak terhadap human reosurces. Oleh karena itu pemerintah akan terus meningkatkan  pendidikan, pelatihan dan vokasi  dengan massive dan fokus.

SF-Admin