Digitilasi dalam bisnis logistik bukan lagi sesuatu yang ‘baik untuk dimiliki’, namun sudah menjadi suatu bagian yang penting dalam proses bisnis PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL). Seluruh bagian yang berhubungan dengan pelanggan SPIL telah dapat diakses secara digital. Dengan bergabungnya SPIL dengan TradeLens memudahkan perusahaan dan bisnis untuk menyatukan platform, agar bisa lebih luas diakses oleh pelanggan, dan memudahkan transaksi digital secara lengkap dari awal hingga akhir. Demikian disampaikan Yudi Mulyawan, CTO PT SPIL.

SPIL merupakan sebuah perusahaan pelayaran di Indonesia yang memberikan pelayanan pengiriman laut yang dapat diandalkan, dan telah mengumumkan bergabung dengan TradeLens, sebuah platform pelayaran digital berbasis teknologi blockchain, yang dikembangkan bersama oleh A.P. Moller – Maersk (MAERSKb.CO) dan IBM (NYSE: IBM).

Informasi ini mengikuti pengumuman yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia yang juga telah bergabung dengan TradeLens pada pertengahan Februari lalu. Transformasi yang dilakukan SPIL diharapkan dapat memberikan pelanggannya pengalaman yang lebih kaya dengan memberikan akses internasional yang lebih luas selain kemampuan untuk memesan, melacak pengiriman, atau mengatur pembayaran dengan menggunakan mySPIL (sebuah aplikasi yang mempermudah pemesanan).

TradeLens memudahkan para anggota pengguna platform untuk lebih efisien dan akurat dalam melacak kontainer dan memperoleh informasi satu sama lain. Platform TradeLens memungkinkan transformasi digital dari proses pengiriman yang berbasis kertas untuk menghasilkan data end-to-end secara instan sekaligus bersifat permanen atau tidak dapat diubah.

SPIL sendiri juga sudah melakukan transformasi digital diseluruh organisasinya mulai dari pelayanan operasional dibagian depan yang melayani pelanggan hingga pendukung yang kuat guna mengikuti permintaan pelanggannya yang menginginkan adanya akses dan layanan untuk melacak pengiriman kontainer. Transformasi yang dilakukan SPIL berawal dari implementasi pemesanan baru bagi pelangan melalui aplikasi mySPIL dan situs untuk memberikan pelanggan pengalaman yang lebih baik, yang terus dikembangkan dalam mendapatkan layanan akses luar negri yang lebih luas.

Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia mengatakan “Mempelajari transformasi yang dilakukan SPIL, kami yakin bahwa TradeLens dan implementasi teknologi blockchain diberbagai bentuk layanan akan bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan dalam ekosistem logistik dan mendorong perdagangan modern di semua level, yang menjadi bisnis utama SPIL. Adopsi teknologi blockchain disini bisa membantu pelaku bisnis dalam mendefenisikan kembali keterkaitan mereka di pasar melalui peningkatan kepercayaan, transparansi, dan kolaborasi baru.”

Yudi Mulyawan, CTO PT SPIL mengatakan “Digitilasi dalam bisnis logistik bukan lagi sesuatu yang ‘baik untuk dimiliki’, namun sudah menjadi suatu bagian yang penting dalam proses bisnis kami. Seluruh bagian yang berhubungan dengan pelanggan kami telah dapat diakses secara digital, dan bergabungnya kami dengan TradeLens memudahkan kami untuk menyatukan platform kami agar bisa lebih luas diakses oleh pelanggan, dan memudahkan transaksi digital secara lengkap dari awal hingga akhir”

Mike White, CEO GTD Solutions and Head of TradeLens mengungkapkan “Dengan bergabungnya SPIL di TradeLens, pelaku bisnis pelayaran dari berbagai negara dapat mengakses ekosistem yang lebih luas yang menjangkau seluruh dunia logisik mulai dari pihak bea dan cukai, agen pelayaran hingga pelayaran internasional dan nasional. Alur yang dapat diandalkan, informasi yang dapat dipercaya dan kemampuan platform TradeLens untuk membantu kesulitan dengan menggantikan proses berbasis kertas dengan digital mendorong industri untuk bertransformasi lebih luas lagi”.

Nilai pengiriman barang lintas perbatasan internasional mencapai lebih dari USD 16 triliun setiap tahunnya dan sekitar 80 persen diantaranya dikirim melalui laut dimana SPIL sangat berperan. Prosedur pengiriman berbasis kertas menyebabkan sejumlah kendala yang dirasakan di seluruh rantai pasokan global, termasuk informasi yang tidak konsisten dan tidak akurat, keterlambatan, dan gangguan (karena pengecekan manual dan input data). Berbagai kendala lainnya adalah ketidakmampuan untuk memberikan penilaian risiko yang menyeluruh, promosi yang kompleks, komunikasi antar pemangku kepentingan yang tidak efisien dan mahal, serta kurangnya transparansi.

Lingkup platform TradeLens telah berkembang dilebih dari separuh dunia kargo pelayaran dan ekosistem ini telah memiliki lebih dari 160 anggota. Platform ini bisa diperoleh secara mudah dan menggunakan open APIs yang bisa diakses kapan saja.

SF-Admin