Seiring platform container berbasis Kubernetes untuk microservice berevolusi, dibutuhkan toolchain end-to-end baru yang dapat menyampaikan kode secara dengan cepat dan dengan lebih sedikit kesalahan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Red Hat, Inc., mengumumkan Red Hat OpenShift 4.2, versi terbaru dari platform Kubernetes enterprise terpercaya Red Hat yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengembang yang lebih unggul.

Red Hat OpenShift 4.2 memperluas komitmen Red Hat untuk menyederhanakan dan mengotomatisasi layanan kelas enterprise di seluruh lingkungan cloud hybrid sekaligus memberdayakan pengembang untuk berinovasi dan meningkatkan nilai bisnis melalui aplikasi cloud-native.

Tom Petrocelli, Research Fellow, Amalgam Insights, mengatakan “Rangkaian terbaru dari tool pengembang OpenShift, terutama OpenShift Pipelines, memungkinkan CI/CD end-to-end yang mengotomatiskan penyampaian kode ke platform container Kubernetes.”

Memberdayakan Inovasi Pengembang di Kubernetes

Red Hat OpenShift 4.2 bertujuan untuk membuat teknologi cloud-native menjadi lebih mudah digunakan dan lebih mudah diakses oleh para pengembang melalui kemampuan yang mengotomatisasi pengaturan dan pengelolaan lingkungan Kubernetes.

Hal ini memungkinkan para pengembang untuk berfokus membangun aplikasi enterprise generasi mendatang tanpa memerlukan keahlian Kubernetes yang mendalam.

Ashesh Badani, Senior Vice President, selaku Cloud Platforms, Red Hat mengatakan, “Semakin banyak perusahaan di seluruh industri dan di seluruh dunia mempercayai Red Hat OpenShift untuk menjalankan aplikasi bisnis mereka yang paling kritis. Kami terus memprioritaskan untuk membuat teknologi open source enterprise generasi berikutnya seperti Kubernetes ini agar semakin lebih mudah diakses oleh pengembang sekaligus juga menjaga prioritas administrator agar tetap seimbang. Dengan mengingat tujuan ini, OpenShift 4.2 menghadirkan fitur-fitur untuk membantu pelanggan dalam mempercepat pengembangan dan penyampaian aplikasi.”

Versi terbaru dari OpenShift juga menambahkan layanan pengembang siap pakai yang mengatasi kebutuhan seputar service mesh, eksekusi tanpa server dan pipeline continuous integration/continuous delivery (CI/CD) cloud-native, yang semuanya dirancang untuk membantu mendorong produktivitas pengembang di sekitar aplikasi yang berbasis Kubernetes:

* Red Hat OpenShift Service Mesh, yang berbasis proyek-proyek Istio, Kiali dan Jaeger dan ditingkatkan melalui Kubernetes Operator, dirancang untuk menyederhanakan pengembangan, penyebaran, dan pengelolaan aplikasi berbasis microservice pada OpenShift.

*Red Hat OpenShift Serverless, yang berbasis Knative dan tersedia sebagai Technology Preview, membantu menurunkan biaya dengan menjalankan aplikasi yang dapat diturunkan hingga nol, namun tetap responsif terhadap permintaan pengguna dan kemudian dapat ditingkatkan sesuai permintaan.

*Red Hat OpenShift Pipelines, dalam Developer Preview dan tersedia sebagai Kubernetes Operator, menjalankan setiap langkah pipeline CI/CD dalam container-nya sendiri sehingga memungkinkan setiap langkah untuk menyesuaikan skala secara independen untuk memenuhi permintaan yang berubah.

Gabe Monroy, Director of Program Management for the Azure Application Platform, Microsoft menuturkan, “Kami sangat gembira dengan rilis 4.2 yang menghadirkan tool dan pengalaman pengembangan lokal baru bagi para pengguna OpenShift. Azure menawarkan berbagai solusi OpenShift, termasuk Azure Red Hat OpenShift, yaitu sebuah layanan OpenShift yang dikelola sepenuhnya dan dioperasikan bersama-sama oleh Red Hat dan Microsoft. Dengan Red Hat OpenShift Container Platform 4 yang kini tersedia secara umum di Azure, perusahaan enterprise dapat menciptakan lingkungan cloud hybrid yang dapat memenuhi kebutuhan mereka saat ini dan juga berevolusi untuk menangani persyaratan di masa mendatang.”

Informasi ini menggiring OpenShift lebih dekat ke pengembang melalui Red Hat CodeReady Containers, yang memungkinkan pengembang untuk menginstal lingkungan OpenShift yang telah dibangun sebelumnya pada sebuah laptop untuk pengembangan lokal.

Hal ini memberikan kerangka kerja yang menyatukan tool pengembangan container dengan kluster lokal sehingga memudahkan untuk membangun aplikasi cloud-native secara lokal dan, jika siap, dikerahkan ke lingkungan OpenShift penuh.

Kesederhanaan Cloud, di Mana Pun OpenShift Dijalankan

Industri TI enterprise bukanlah serangkaian penyebaran statis yang homogen, dan komputasi modern pun tidak terkecuali. Penyebaran hybrid yang menggunakan komponen infrastruktur on-premise dan layanan berbasis cloud sering diupayakan oleh para pembuat keputusan TI dan, untuk membantu memudahkan transisi ke cloud hybrid, Red Hat OpenShift 4.2 dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih konsisten dan terpadu di seluruh lingkungan TI yang berbeda, serta menambahkan:

Instalasi OpenShift Container Platform yang disederhanakan, otomatis, dan lebih cepat di seluruh cloud publik, termasuk AWS, Azure, dan Google Cloud Platform (GCP), dan cloud pribadi seperti OpenStack, yang didukung oleh pengalaman enterprise yang konsisten.

Tool migrasi untuk membantu pelanggan melakukan upgrade dari OpenShift 3 ke 4, yang menawarkan cara yang lebih sederhana, lebih cepat dan lebih otomatis untuk menyalin beban kerja dari satu kluster OpenShift ke yang lain.

Driver Container Storage Interface (CSI) yang menyediakan cara yang lebih konsisten bagi penyedia penyimpanan pihak ketiga untuk tersambung ke ekosistem Kubernetes. Rilis ini juga mendukung OpenShift Container Storage 4, yang tersedia saat ini dalam versi beta.

Platform Kubernetes Enterprise Paling Komprehensif di Industri

Seiring perusahaan berupaya menggunakan Kubernetes enterprise untuk mendorong transformasi digital, halangan dapat muncul karena standar keamanan internal dan peraturan yang ketat.

Persyaratan ini sering membatasi konektivitas data sensitif dan beban kerja, yang membutuhkan “air gap” atau terputus dari jaringan enterprise yang lebih luas. Meskipun bagus untuk keamanan, hal ini membuat migrasi dan pembaruan aplikasi dan layanan yang digunakan oleh sistem tersebut menjadi proses manual yang menantang dengan puluhan langkah.

Justin Newcom, Vice President of Global Information Technology, Omnitracs menjelaskan, “Dengan fokus pada industri transportasi komersial, kami telah bekerja sama dengan Red Hat karena keahlian mereka dalam teknologi cloud-asli untuk menjadi pendorong bagi solusi manajemen armada kami untuk perusahaan transportasi dan logistik. Red Hat OpenShift 4 telah membantu kami untuk menyatukan pekerjaan di platform Kubernetes enterprise terpercaya ini di seluruh lingkungan cloud hybrid kami. Setiap kluster dapat dikerahkan dengan menggunakan perintah tunggal.”

“Kubernetes Operator membantu mengaktifkan upgrade dalam ‘sekali klik’ dan manajemen siklus hidup. Kubernetes Operator menghadirkan otomatisasi bagi tim aplikasi kami untuk bergerak dengan mudah ke suatu as-a-service model. Kami berharap dapat memaksimalkan penggunaan tool-tool yang sangat kuat ini bagi pengembang kami sehingga mereka dapat berfokus pada inovasi untuk aplikasi kami,” lanjut Justin.

Untuk membantu meningkatkan pengalaman OpenShift di seluruh penyebaran dan sistem heterogen, termasuk yang menangani informasi sensitif, Red Hat OpenShift 4.2 menambahkan peningkatan penginstal di seluruh lingkungan, termasuk dukungan untuk penginstalan yang terputus.

Hal ini memungkinkan pelanggan untuk lebih mudah menerapkan versi terbaru dari platform Kubernetes enterprise yang paling komprehensif di industri dalam lingkungan yang tidak dapat diakses melalui Internet atau yang terhubung tetapi menerapkan kebijakan pengujian gambar yang ketat.

SF-Admin