Ribuan Peserta Ikuti Lomba Hackathon Dunia “DBS Paradigm Shift”

Bank terus menghadapi persaingan ketat dari perusahaan non-keuangan dan harus menemukan kembali dan mengubah diri agar tetap relevan, kata Soh Siew Choo, Managing Director and Head of Consumer Banking and Big Data Analytics Technology, Bank DBS, “Itu menuntut kami melakukan perubahan mendasar dalam cara berpikir dan beroperasi sehingga dapat membangun pengalaman pengguna, yang ulung, bagi pelanggan kami.”

Untuk itu, DBS Bank mengumumkan peluncuran lomba hackathon dunia, yang telah menarik minat dari lebih dari 1.000 peserta di 25 negara, termasuk Brasil, Jerman dan AS. Hackathon, yang disebut sebagai Pergeseran Paradigma, berfokus membangun pendekatan berbasis pelanggan untuk mengembangkan layanan mutakhir bagi pelanggan yang piawai dalam bidang digital masa kini.

DBS berharap menarik minat bakat teknologi terbaik dan tercerdas di dunia untuk menyertakan karya mereka, termasuk pengembang, ilmuwan data, ilmuwan perilaku, perancang UX/UI, sarjana hingga mahasiswa yang sedang mengambil gelar PhD, serta pengusaha.

Melalui hackathon, DBS mencari tim dengan konsep kreatif, yang akan membuat kegiatan perbankan menjadi mudah, sehingga pelanggan dapat lebih fokus pada hal penting bagi mereka. Tim dengan kinerja terbaik dapat memperoleh pekerjaan di DBS, dan tim dengan solusi paling mengesankan akan berkesempatan mendapatkan uang tunai dan hadiah. Hadiah itu bernilai 100.000 dolar AS, salah satu yang terbesar di dunia.

Lomba hackathon dunia “DBS Paradigm Shift” akan berlangsung dari 28 Mei hingga 22 September, didukung oleh para mitra, seperti, Amazon Web Services (AWS), Capgemini, Microsoft, QuantumBlack, dan Telstra.

Selama lebih dari 17 minggu, seluruh tim akan menggunakan ilham mereka untuk menciptakan konsep dan mengubahnya menjadi purwarupa, yang dapat diterapkan. Hackathon akan fokus pada penggunaan teknologi, seperti, pembelajaran mesin, IoT, AR/VR, untuk membangun pengalaman pelanggan lebih baik. Tim itu akan dinilai berdasarkan atas kebaruan konsep, relevansi, dan dampaknya.

Tahap 1 – Ideate (28 Mei – 5 Juli)

Peminat harus mendaftarkan diri sebagai pribadi dan membentuk tim hingga empat orang. Mereka akan diberi tema tren konsumen untuk membimbing mereka dalam mengembangkan pemikiran mereka. Mereka juga akan memiliki akses ke panel, yang terdiri atas lebih dari 50 ahli dari DBS dan mitra di berbagai bidang spesialisasi, seperti, big data, kecerdasan buatan (AI), realitas campuran, perbankan, keberlanjutan, dan kecenderungan konsumen.

Tahap 2 – Ciptakan sandi untuk mencapai final (13 Juli – 6 September)

Tim dengan konsep paling orisinil dan memiliki pengaruh akan terpilih. Selama delapan minggu ke depan, mereka akan diberi akses ke platform teknologi untuk mengembangkan konsep mereka menjadi purwarupa.

Tahap 3 – Sprint terakhir (21 – 22 September)

Tim terpilih akan bersaing di final melalui sidang paparan maya (virtual pitch). Tim yang memenuhi kriteria penjurian akan memiliki kesempatan meraih hadiah uang tunai dari hadiah senilai 100.000 dolar AS.

Dalam beberapa tahun belakangan, DBS meningkatkan minat dan meluncurkan prakarsa teknologi strategis untuk menjalin kegiatan perbankan ke dalam kehidupan sehari-hari pelanggannya. Itu termasuk meluncurkan platform API perbankan terbesar di dunia, yang memungkinkan DBS bekerja sama dengan lembaga pemerintah, fintechstartup, dan pelanggan UKM-nya; “POSB Smart Buddy”, program tabungan dan pembayaran teknologi pertama di dunia, yang dapat dipakai di sekolah; dan digibank, perbankan digital di India dan Indonesia. Pada tahun lalu, DBS diakui Euromoney sebagai Bank Digital Terbaik Dunia, dan Bank Global Terbaik Tahun Ini oleh The Banker dan Global Finance. SF-Admin