Salah satu tantangan paling berkelanjutan bagi para manajer adalah menjaga karyawan tetap bersemangat dan termotivasi dari waktu ke waktu.

    Riset baru dari Sekolah Bisnis Universitas Cina Hong Kong (CUHK) mengungkapkan bahwa semangat kerja dapat dipupuk dan dipertahankan dengan mendorong karyawan untuk secara proaktif membentuk pekerjaan mereka sendiri atau “job crafting”.

    Wawasan ini menawarkan solusi praktis bagi para manajer yang ingin mempertahankan antusiasme dan komitmen jangka panjang dalam tim mereka.

    Temuan utama:

    • Semangat untuk bekerja dapat dikembangkan di tempat kerja dan dipertahankan seiring berjalannya waktu melalui “job crafting” yang proaktif.
    • Penyusunan pekerjaan berarti karyawan membentuk tugas dan tujuan mereka agar selaras dengan minat dan nilai-nilai mereka, menciptakan lingkaran umpan balik yang memperkuat gairah mereka terhadap pekerjaan.
    • Karyawan yang terlibat dalam job crafting cenderung menunjukkan “semangat yang harmonis”, sehingga menghasilkan kepuasan dan kinerja yang lebih tinggi.

    Studi yang ditulis bersama oleh Profesor Li Wendong , Associate Professor di Departemen Manajemen di CUHK Business School, mengumpulkan tanggapan dari lebih dari 3.500 peserta di sebuah perusahaan Jerman tentang pengalaman kerja dan perilaku mereka selama periode 15 bulan.

    Penelitian tersebut menemukan bahwa gairah di tempat kerja dapat berfluktuasi, tetapi dengan terlibat aktif dalam job crafting, karyawan dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan gairah mereka dari waktu ke waktu.

    Bagaimana Kerajinan Pekerjaan Memicu Semangat

    Job crafting mengacu pada upaya proaktif karyawan untuk membentuk pekerjaan mereka agar lebih sesuai dengan kekuatan, nilai, dan minat mereka.

    Penelitian menemukan bahwa job crafting tidak hanya mempertahankan gairah tetapi juga memperkuatnya, sehingga menciptakan siklus umpan balik yang positif.

    Karyawan yang mengendalikan lingkungan kerja mereka dan membentuknya sesuai dengan preferensi mereka dapat mempertahankan gairah mereka dari waktu ke waktu, sehingga menghasilkan peningkatan kinerja dan kepuasan kerja .

    Gairah yang Harmonis vs. Gairah yang Obsesif

    Studi ini membedakan dua jenis gairah: “harmonis” dan “obsesif.” Karyawan dengan gairah yang harmonis didorong oleh motivasi intrinsik, menyelaraskan pekerjaan mereka dengan minat dan nilai-nilai sejati mereka.

    Mereka cenderung terlibat dalam penyusunan pekerjaan yang bermakna, mengalami kepuasan yang lebih besar, dan mencapai pertumbuhan pribadi.

    Karyawan ini mengintegrasikan pekerjaan mereka ke dalam kehidupan mereka secara seimbang, yang memungkinkan mereka untuk berkembang dalam peran mereka.

    Di sisi lain, karyawan dengan gairah yang berlebihan merasa terdorong untuk bekerja karena tekanan eksternal, seperti kebutuhan untuk diterima secara sosial atau memenuhi harapan orang lain.

    Meskipun karyawan ini mungkin masih terlibat dalam job crafting, hal itu kurang efektif , dan mereka rentan terhadap emosi negatif seperti kecemasan dan kelelahan.

    Implikasi Praktis bagi Manajer

    Temuan studi ini menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para manajer yang ingin mempertahankan semangat dan keterlibatan karyawan di tempat kerja.

    Mendorong penyusunan pekerjaan dan memberi karyawan fleksibilitas untuk menyelaraskan pekerjaan mereka dengan nilai-nilai mereka dapat membantu mempertahankan semangat dari waktu ke waktu.

    Dengan memupuk lingkungan tempat karyawan dapat membentuk pekerjaan mereka agar sesuai dengan kekuatan dan minat mereka, perusahaan dapat membantu mempertahankan motivasi, yang mengarah pada kinerja yang lebih tinggi dan kesuksesan jangka panjang.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply