Syaukir Daulay dan “Gen-Sy”

Syaukir Daulay

Syakir Daulay, dikenal sebagai aktor muda Indonesia yang memulai perjalanan karirnya di dunia entertainment Tanah Air sejak 2016, dengan membintangi beberapa judul sinetron religi. Tidak hanya di seni peran, Syakir Daulay juga adalah seorang penyanyi lagu religi, serta saat ini aktif sebagai Youtuber. Tak berhenti di situ, bahkan sekarang Syakir mengaku bahwa dia juga seorang Gen-Sy. Apa itu Gen-Sy?

Istilah Gen-Sy (baca: gen-si) pertama kali tercetus dalam diskusi antara Yuswohady, Managing Partner Inventure dengan Ivan Ally, SVP of Corporate Secretary and Marketing Communications Group Bank Syariah Indonesia, di sebuah live talkshow radio. Berbeda dengan Gen-X, Gen-Y dan Gen-Z yang dikelompokkan berdasarkan klasifikasi usia, Gen-Sy adalah generasi baru dan didefinisikan melalui karakternya, yaitu sebagai generasi yang melihat pentingnya sebuah keseimbangan hidup – khususnya antara duniawi dan rohani.

Oleh karena definisi itu lah maka Syakir Daulay mengaku dirinya sebagai Gen-Sy. Ia lebih memilih gaya hidup sederhana di masa mudanya agar tidak mengalami kesulitan finansial di masa tua. “Memenuhi kebutuhan lebih baik daripada memenuhi keinginan untuk dipamerkan,” ucapnya. Hal ini disampaikan oleh Syakir saat menjadi bintang tamu di video podcast mingguan #HarMONEYLife oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Jumat, 9 April 2021.

Mengaku juga sebagai Presiden IJO TOMAT (Ikatan Jomblo Terhormat), Syakir mulai terbiasa mengatur keuangan sendiri sejak 2009 yang lalu ketika harus merantau ke Jakarta di usianya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Menurut Syakir, lika liku permasalahan keuangan anak muda dimulai ketika sudah semakin beranjak dewasa, yaitu ketika telah memiliki pemasukan sendiri dan godaan duniawi gaya hidup yang beragam. Namun, Syakir tetap konsisten dengan prinsipnya untuk rajin menabung sejak muda dan hidup sederhana sebagai bentuk meneladani Allah SWT.

“Mereka-mereka ini adalah generasi baru yang paham pentingnya keseimbangan hidup. Doyan traveling, tapi sowan orang tuanya juga sering. Sneakers gonta-ganti, tapi gak lupa investasi. Kerja keras cari nafkah, tapi gak lupa ibadah. Dalam konteks keuangan pun mereka mencari keseimbangan antara manfaat yang didapat secara ekonomi, sambil juga tetap menjaga jalan akidah dan religi, sehingga memilih keuangan syariah”, demikian dijelaskan oleh Ivan.

Hal ini dibenarkan oleh Yuswohady, yang menyebutkan bahwa Gen-Sy ini muncul salah satunya berasal dari generasi milenial muslim yang merupakan experience-seeker. Mereka kerap mencari pengalaman seru dan menyenangkan, dan tidak ingin kelewatan momen penting dalam hidupnya, tapi tetap sejalan dengan kaidah agama maupun nilai-nilai kebaikan yang mereka pegang.

“Inspirasi ini datang dari generasi millennial yang sekarang sudah menginjak usia dewasa – sudah banyak yang memiliki keluarga sendiri – mulai mengalami pergeseran preferensi. Dari yang sebelumnya YOLO, FOMO, tapi kini sudah mulai bergeser mencari ‘keseimbangan’ dalam hidup,” jelas Yuswohady pada salah satu interviewnya. “Sekarang, buat mereka seru saja tidak cukup. Harus juga diimbangi dengan sisi kebaikan atas semua hal yang mereka lakukan.”

“Masa muda tidak lepas dengan yang namanya menjalani passion atau hobi, mencari jati diri, dan bereksplorasi. Gen-Sy pun juga menjalani itu semua, tapi berusaha untuk tetap menjaga keseimbangan. Tetap bisa hangout di coffee shop terbaru, namun juga tidak lupa punya perencanaan untuk membeli rumah”, demikian tutup Ivan.

 

SF-Admin