Penampilan TRCC dalam kategori Children Choir’s di kompetisi “11th Bali International Choir Festival (BICF) dikonduktori oleh Luciana Oendoen

The Resonanz Children’s Choir (TRCC) adalah salah satu paduan suara yang beranggotakan anak-anak usia 5 sampai 17 tahun, beragam agama, suku dan latar belakang. TRCC merupakan paduan suara anak yang dibentuk dari hasil audisi yang sangat ketat dari anak-anak yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.

Kini, TRCC kembali menambah prestasinya setelah berhasil meraih 2 gelar juara sekaligus, yaitu Gold Medal & Champion dalam kategori Children’s Choir dan Gold Medal & Champion pada kategori Folksong di kompetisi “11th Bali International Choir Festival (BICF)” yang digelar sejak tanggal 25 Juli di Taksu Hall Dharma Negara Alaya, Denpasar, Bali.

Selain itu konduktor Luciana Oendoen, yang memberikan aba-aba di kategori Children’s Choir mendapatkan Special Award for Technical Artistry in Conducting.

Ini bukan pertama kali TRCC meraih juara di Bali International Choir Festival, untuk kali ini TRCC memberangkatkan 56 orang anggotanya, 22 orang dengan rentang usia 8-12 tahun dan 31 orang dengan rentang usia 13-18 tahun yang dikonduktori oleh Luciana Oendoen pada kategori Children’s Choir dan Rainer Reviereino di kategori Folksong, serta juga dilatih oleh David Hartono.

Bali International Choir Festival (BICF) sendiri adalah kompetisi international paduan suara yang diikuti oleh grup paduan suara maupun vokal group di berbagai usia dari dalam negeri bahkan luar negeri.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan BICF kesebelas  dan melombakan 12 kategori yaitu: Children’s Choir, Teenager’s Choir, Mixed Youth Choir, Mixed Choir, Senior Choir, Musica Sacra, Gospel & Spiritual, Music Of Religions, Pop & Jazz, Folksong, Vocal Group dan Virtual Choir.

“Saya tentunya merasa bangga dan sangat bahagia untuk TRCC yang dapat memenangkan 3 sekaligus gelar di kompetisi 11th Bali International Choir Festival, saya melihat antusias anak-anak juga begitu tinggi dari saat latihan dan ketika bertanding, karena mereka sudah rindu ingin kembali meraih prestasi setelah terhalang pandemi selama 2 tahun terakhir,” ungkap Avip Priatna, selaku direktur The Resonanz Music yang menaungi TRCC.

“Terakhir TRCC bertanding dan menjadi paduan suara pertama di Indonesia yang memenangkan kompetisi tertua dan tersulit di Eropa yaitu European Grand Prix for Choral Singing (EGP) di Slovenia tahun 2018,” lanjutnya.

TRCC sendiri sudah memang sudah ‘langganan’ menjadi juara di kompetisi internasional, tahun 2012 TRCC meraih gelar juara di Bali International Choir Festival.

Sejak itu, TRCC rutin menjadi juara di berbagai kompetisi Internasional, seperti tahun 2013 meraih juara umum dan 5 gelar lainnya di kompetisi “Choir of the World” di Hong kong, tahun 2014 menjadi juara umum dan juga 5 gelar lainnya di kompetisi “10th Cantemus International Choir Festival” di Nyiregyhaza, Hungaria, tahun 2015 meraih 4 gelar di kompetisi “The Golden Gate International Choral Festival” di Berkeley, California, Amerika Serikat.

Selanjutnya, tahun 2016 meraih juara umum dan 1 gelar lainnya di “Claudio Monteverdi International Choral Festival and Competition” di Venezia, Italia, tahun 2017 meraih juara umum dan 2 gelar lainnya di “Musica Eterna Roma International Festival & Competition” di Roma, Italia, dan di tahun yang sama meraih juara umum dan 2 gelar lainnya di “49th Tolosa Choral Contest” di Tolosa, Spanyol yang membawa TRCC untuk dapat bertanding dan meraih juara di 30th European Grand Prix for Choral Singing (EGP) di kota Maribor, Slovenia pada tahun 2018.

“Kami di The Resonanz Music ingin selalu konsisten dalam berkarya serta mencetak prestasi khususnya untuk mengharumkan nama Indonesia dan menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara-negara luar dalam membawakan karya-karya musik dengan kesulitan yang cukup komplek,” sambung Avip Priatna kembali.

Dalam kompetisi ini, TRCC membawakan 6 buah lagu termasuk 3 lagu Indonesia didalamnya, yaitu Ondel-Ondel, Bungong Jeumpa dan Cublak-Cublak Suweng.

SF-Admin