Tingginya Minat Terhadap Kandidat Indonesia yang Cerdas Teknologi dan Digital

Saat perekonomian Asia Tenggara berangsur pulih dan kegiatan bisnis beradaptasi dengan kondisi pandemi COVID-19 setahun kemudian, ada titik terang yang terlihat karena perusahaan tetap berhati-hati dalam meningkatkan jumlah tenaga kerja mereka.

Ketidakpastian telah mempercepat urgensi untuk menciptakan tenaga kerja yang tangguh dan siap digital guna mendukung perubahan bisnis. Para profesional yang mampu membawa rangkaian keterampilan khusus terutama di bidang teknologi, rangkaian keterampilan non-teknis (soft skill) yang mendukung kerja jarak jauh dan kemampuan beradaptasi, juga dengan pengalaman internasional akan banyak diminati dan melawan tren perlambatan kenaikan gaji secara umum di seluruh industri.

Untuk menarik dan mempertahankan kandidat terbaik, terutama di sektor yang mengalami pertumbuhan seperti teknologi dan rantai pasokan, perusahaan mencari cara untuk merombak gaya kerja tradisional dan menyesuaikan strategi manajemen kandidat mereka. Hal-hal tersebut merupakan temuan-temuan utama dari edisi ke-22 ‘Survey Gaji 2021’, sebuah analisis otoritatif dan tolak ukur perkembangan tren gaji perusahaan perekrutan profesional spesialis Robert Walters.

Prospek perekrutan secara keseluruhan untuk wilayah Asia Tenggara terlihat tetap konservatif karena perusahaan melewati tahun 2020 yang penuh tantangan. Pandemi yang tidak terduga telah mengganggu pasar di wilayah ini, disebabkan karena adanya pembatasan perjalanan, karantina wilayah (lockdown) secara Nasional, dan perubahan kebiasaan belanja konsumen dalam sekejap.

Sementara ritel fisik dan penerbangan paling terkena dampak pada tahun 2020, sektor-sektor seperti teknologi, rantai pasokan, dan farmasi mengalami peningkatan aktivitas perekrutan, dan permintaan kandidat untuk sektor-sektor ini akan berlanjut pada tahun 2021.

Khususnya di bidang teknologi, selain e-commerce yang sedang berkembang pesat, berbagai bidang baru seperti teknologi pendidikan, teknologi kesehatan, fintech, perbankan digital, dan perbankan virtual diharapkan menjadi area pertumbuhan utama di kawasan ini. Akibatnya, para profesional dengan keahlian khusus dalam kecerdasan buatan (AI), machine learning, otomatisasi, compliance, manajemen proyek teknologi, dan keamanan siber akan sangat dicari.

Pengamatan yang cermat pada tahun 2020 menunjukkan terjadinya pembekuan upah di seluruh industri, terutama di industri yang berorientasi pada tenaga kerja. Tahun ini, para profesional yang berganti pekerjaan akan menerima sedikit kenaikan gaji – bahkan bagi mereka yang berada di pasar negara berkembang.

Namun, pencari kerja di sektor pertumbuhan yang dilengkapi keterampilan khusus dan mengikuti permintaan dapat mengharapkan kenaikan gaji hingga 20% ketika pindah ke peran berikutnya pada tahun 2021.

Pada jangkauan yang lebih luas, 2021 akan melihat perubahan ulang ekspektasi perusahaan dan para profesional terhadap keseimbangan pekerjaan dan kehidupan kerja. Saat para profesional beradaptasi dengan model pekerjaan jarak jauh dan mengelola tim dari jarak jauh, perusahaan perlu mengevaluasi lebih lanjut dampak jangka panjang dari gaya kerja jarak jauh dan menentukan pendekatan unik di berbagai bidang seperti memiliki tempat kerja virtual atau hybrid.

Selain itu, dikarenakan semakin banyak profesional yang berbasis di luar negeri atau kandidat glocal yang kembali ke negara mereka untuk berkumpul dengan keluarga di tengah pandemi, diprediksikan akan ada peningkatan permintaan dari pemberi kerja yang berpikiran maju untuk memanfaatkan pengalaman internasional mereka.

“Prospek perekrutan untuk tahun ini akan sangat dipengaruhi oleh distribusi vaksin yang tersedia secara luas dan efektif, dan kembalinya menjadi sebuah wilayah yang lebih optimis, kemungkinan akan terjadi di babak kedua tahun ini. Ada titik terang dalam masa ketidakpastian saat ini, melihat munculnya sektor yang mengalami pertumbuhan dan perusahaan yang berupaya memperkuat ketergantungan bisnis melalui aliran pendapatan digital. Manajer perekrutan disarankan untuk menyesuaikan pola pikir guna menciptakan tenaga kerja yang tangguh dan menarik kandidat terbaik dengan cara proaktif menghubungi kandidat yang berkualitas, mengembangkan kandidat dari dalam, dan memikirkan ulang deskripsi pekerjaan tradisional,” kata Gerrit Bouckaert, Direktur Pelaksana, Asia Tenggara, Robert Walters.

 

Prediksi 2021 untuk Indonesia

Pandemi telah berdampak besar terhadap pasar perekrutan lintas sektor Indonesia. Sebagian besar perusahaan harus mengambil langkah-langkah pemotongan biaya, terutama dalam rencana perekrutan, karena kurangnya visibilitas yang menyeluruh mengenai kinerja bisnis masa depan, diakibatkan akan realita keadaan negara yang sedang mengalami ketidakstabilan ekonomi. Meskipun demikian, bisnis mulai beradaptasi dan menerapkan rencana pemulihan. Pada tahun 2021, aktivitas perekrutan akan tetap konservatif. Kenaikan gaji untuk para profesional secara umum diharapkan kurang dari 20%, terutama untuk posisi pekerjaan di bidang hukum, penjualan & pemasaran, dan akuntansi.

Empat bidang utama yang mengalami pertumbuhan pada tahun 2020, yakni kesehatan, e-commerce, logistik, dan teknologi, diprediksi aktivitas perekrutan akan terus berlanjut di tahun 2021. Beberapa industri mengalami kenaikan dalam bisnisnya akibat pandemi, karena semakin banyaknya konsumen yang mulai secara aktif mempertimbangkan kembali kebutuhan kesehatan mereka, seperti salah satunya meningkatkan perlindungan asuransi. Sektor e-commerce dan logistik khususnya mempunyai performa yang baik karena banyak pelanggan yang beralih dari mengonsumsi barang melalui toko fisik ke toko online. Perusahaan fintech turut melihat adanya lonjakan bisnis, karena banyak konsumen yang membayar melalui dompet virtual. Pandemi juga mempercepat proses digitalisasi secara alami, terlihat dari banyaknya bisnis tradisional yang mulai menjual dan berinteraksi dengan pelanggan mereka melalui berbagai saluran digital.

Eric Mary, Country Manager Indonesia, Robert Walters menjelaskan, “Kami berharap dua tren utama akan menonjol di Indonesia pada tahun 2021. Pertama, perusahaan bersiap untuk mempercepat proses transformasi digital mereka dan kedua, para tim kerja harus berbuat lebih banyak meskipun ada pengurangan anggota di dalamnya. Kebutuhan transformasi digital perusahaan akan membutuhkan seorang profesional yang mahir di dunia teknologi dan digital. Kami juga berharap untuk melihat adanya perekrutan profesional yang ditargetkan kepada beberapa fungsi seperti sumber daya manusia (SDM) dan keuangan, karena beberapa perusahaan merestrukturisasi dan meningkatkan keterampilan karyawan mereka agar sesuai dengan iklim digital yang baru.”

Survei Gaji Robert Walters mengidentifikasi bahwa perusahaan pada tahun 2021 akan mencari kandidat dengan keahlian teknis yang kuat di bidang teknologi, digital, dan e-commerce. Para profesional dengan keterampilan seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, pengalaman menangani pelanggan, classic coding, dan pengembangan akan dibutuhkan. Pada tahapan yang lebih luas, profesional tingkat menengah hingga senior akan tetap menarik bagi perusahaan, terutama mereka yang telah terbukti mampu mendorong transformasi bisnis. Para pencari kerja dengan keahlian khusus ini dapat mengharapkan kenaikan gaji yang relatif lebih tinggi hingga 35%.

Dalam lingkungan pasca-COVID, perusahaan juga akan lebih menekankan pada keahlian non-teknis (soft skill), seperti komunikasi antara karyawan dan pemberi kerja yang kuat, loyalitas di tempat kerja, akuntabilitas, keandalan, dorongan, kemandirian, dan individu yang berorientasi pada solusi. Sebagai gantinya, karyawan dan calon karyawan mengharapkan model yang berorientasi pada sumber daya berdasarkan kepercayaan dan akuntabilitas. Perusahaan juga perlu beradaptasi dengan dunia kerja yang baru, di mana model kerja 9–5 digantikan dalam berbagai peran dan industri tertentu.

Meskipun bisnis telah melambat dalam merekrut profesional SDM pada tahun 2020, ada sedikit peningkatan dari kuartal ketiga tahun lalu, dan profesional SDM akan memainkan peran penting bagi bisnis pada tahun 2021 untuk mempercepat proses rekrutmen guna mendapatkan kandidat terbaik. Profesional SDM berkaliber tinggi dengan pengalaman di seluruh spektrum, seperti kemitraan bisnis, rekrutmen, kompensasi dan tunjangan, pengembangan kandidat, dan manajemen kinerja akan sangat diminati.

“Perusahaan perlu menjual cerita mereka dengan lebih baik, menjelaskan secara detail tentang apa yang ingin mereka capai, visi perusahaan, dan apa kontribusi calon karyawan nantinya. Kami menyarankan perusahaan yang ingin merekrut pada tahun 2021 untuk melakukannya dengan cepat sebagai langkah awal. Memperkerjakan seseorang selalu membawa risiko tertentu, sehingga manajer perekrutan tidak perlu 100 persen yakin akan calon karyawan. Ingatkan diri Anda untuk menerima sejatinya orang yang Anda perkerjakan tidak sepenuhnya sempurna dan latih mereka jika diperlukan. Di tahun 2021, kemajuan bergantung kepada perusahaan yang bisa memutuskan dan bergerak cepat,” jelas Eric.

Pengesahan Omnibus Law oleh pemerintah pada tahun 2020 dirancang agar Indonesia menjadi lebih menarik bagi masuknya perusahaan multinasional dan investasi asing ke perusahaan start-up lokal untuk go internasional, hal ini khususnya meningkatkan permintaan kepada masyarakat Indonesia yang mempunyai keahlian bilingual dan pengalaman multinasional. Tatkala pasokan kandidat lokal rendah, meyakinkan orang Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk kembali ke tanah air akan menjadi tantangan karena persepsi kesehatan dan keselamatan. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional yang baru di Asia Pasifik diharapkan dapat meningkatkan pasar perekrutan secara keseluruhan, tetapi dampak signifikan yang terjadi pada tahun 2021 tidak dapat diperkirakan.

“Perusahaan harus tetap mencari orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dengan eksposur kerja internasional yang sesuai. Terlepas dari tantangan tersebut, program Pulang Kampung kami telah berhasil menghubungkan orang Indonesia yang telah kembali ke tanah air dengan perusahaan yang membutuhkan,” kata Eric.

 

Sorotan penting Survei Gaji 2021 untuk Indonesia

Survei Gaji juga menjelaskan berbagai persyaratan perekrutan dan batas kenaikan gaji dari industri-industri penting yang bergerak maju ke tahun 2021, yang meliputi:

 

Akuntansi & Keuangan

Hingga ada kejelasan yang lebih baik tentang situasi global COVID-19, pasar perekrutan akan terus konservatif di tahun 2021. Namun, aktivitas perekrutan di e-commerce dan teknologi akan terus aktif karena ada pertumbuhan di sektor-sektor ini. Kandidat dengan pengalaman digital akan sangat dicari. Untuk perusahaan yang sudah ada, perekrutan baru sebagian besar dilakukan untuk menggantikan staf saat ini dengan kandidat yang lebih gesit dan dekat dengan transformasi digital. Meski begitu, penggantian sebagian besar akan ditunda karena inisiatif penghematan biaya. Pada tahun 2020, banyak perusahaan B2C kesulitan memenuhi anggaran dan angka tahun sebelumnya. Perusahaan B2B sebagian besar menghadapi situasi serupa, kecuali perusahaan dengan proyek yang sedang berlangsung di pertambangan, konstruksi, pembangkit listrik, dan energi.

 

Perbankan & Layanan Keuangan

Lembaga keuangan relatif terlindungi dengan baik pada tahun 2020, khususnya, perusahaan asuransi yang mengalami peningkatan dalam bisnis. Melihat bisnis Fintech yang berkembang selama pandemi, perusahaan pada tahun 2021 akan terus merekrut personel yang dapat mengemban tugas pekerjaan risiko, compliance, dan audit agar selaras dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, permintaan akan kandidat yang sangat terampil di sektor ini akan melebihi pasokan.

 

Sumber Daya Manusia

SDM memainkan peran penting dalam kelangsungan dan efisiensi bisnis selama pandemi. Perusahaan membutuhkan generalis SDM yang mampu multitasking di beberapa bidang, termasuk kreatif dalam menyediakan wadah kesempatan belajar serta menjaga kesejahteraan karyawan. Tren ini akan berlanjut di tahun 2021.

 

Hukum

Saat ini, industri hukum kelebihan pasokan kandidat karena adanya PHK dan beberapa perusahaan yang menutup bisnis mereka pada tahun 2020. Telah terjadi peningkatan permintaan pada industri teknologi, e-commerce, dan manufaktur pada tahap awal pandemi. Peran pengacara hubungan industrial dan litegasi juga sangat diminati untuk mendukung perusahaan yang melakukan pelatihan redundansi pada tahun 2020 dan mungkin tetap diminati pada tahun 2021. Meskipun pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mengakibatkan sebagian besar perusahaan menerapkan pembekuan perekrutan sepanjang tahun 2020, pasar rekrutmen diperkirakan akan menjadi lebih baik di tahun 2021 karena perusahaan mungkin mulai memperkerjakan kembali.

 

Penjualan & Pemasaran

2020 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi perusahaan B2C. Sebagian besar perusahaan FMCG menerapkan pembekuan perekrutan dan perusahaan ritel mengurangi gaji karyawan, dan dalam beberapa kasus, mengumumkan pemberhentian. Peran digital dan e-commerce, bagaimanapun, sangat diminati, karena perusahaan beralih dari model offline ke strategi online untuk menjual produk mereka. Sebagian besar perusahaan akan bersikap pragmatis dan melanjutkan perekrutan, bergantung pada kinerja bisnis mereka di tahun 2021.

Perusahaan B2B di industri komoditas, bahan kimia, dan pengemasan tidak terlalu terpengaruh. Aktivitas rekrutmen tetap lancar karena tingkat interaksi manusia berkurang dalam bisnis ini. Pertambangan, minyak dan gas, serta pelumas termasuk industri yang paling terpengaruh. Industri logistik dalam e-commerce adalah satu-satunya segmen dengan pasar perekrutan yang dinamis selama tahun 2020. Peran pengembangan bisnis sangat diminati karena perusahaan ingin menghasilkan lebih banyak prospek dan pendapatan. Country manager juga diminati karena beberapa perusahaan ingin memperluas bisnis mereka di sini. Pada tahun 2021, lebih banyak peran komersial akan dicari untuk membantu pertumbuhan bisnis.

 

Rantai Pasokan & Pengadaan

Pasar perekrutan melambat pada tahun 2020 karena banyak perusahaan mengambil pendekatan konservatif – mereka menangguhkan rencana perekrutan dan tidak mengganti karyawan yang keluar. Beberapa karyawan mengambil tanggung jawab ganda dan tren ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir kuartal pertama atau kedua tahun 2021.

 

Teknologi & Transformasi

Beberapa perusahaan perlu memangkas biaya agar tetap kompetitif selama permulaan pandemi dan akan terus melakukannya, atau bahkan mengubah model bisnis mereka secara keseluruhan. Ada pertumbuhan berkelanjutan untuk perusahaan start-up lokal yang selektif, khususnya pasar online, asuransi, dan kesehatan, karena meningkatnya permintaan akan layanan mereka. Kandidat dengan latar belakang yang kuat di Produk dan Analisa sangat diminati, dan teknisi back-end dan front-end akan terus diminati. Perusahaan start-up besar akan mulai memindahkan layanan mereka ke cloud, mengakibatkan adanya peningkatan permintaan terhadap kandidat keamanan siber yang terlatih. Beberapa bisnis akan berkinerja lebih baik dan merekrut lebih banyak pada tahun 2021 karena mereka beradaptasi dengan norma baru bekerja dari rumah. Namun, institusi besar akan sangat berhati-hati sebelum menambah tenaga mereka. Permintaan akan kandidat yang sangat terampil di bidang teknologi, transformasi, dan digital terus melebihi pasokan pada tahun 2021.

 

SF-Admin