Herry Ginanjar, pakar ESG sekaligus anggota Dewan Juri IDEAS 2023 memberikan trophy penghargaan Gold Winner kategori DEI kepada Adisty Nilasari, Senior External & Digital Communications Manager PT Unilever Indonesia, Tbk.

Sejalan dengan salah satu pilar strategi ‘The Unilever Compass’, PT Unilever Indonesia, Tbk. terus menjalankan peran untuk turut menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif. 

Oleh karenanya, Unilever Indonesia dianugerahi Gold Winner di penghargaan Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2023 untuk dua sub-kategori sekaligus, yaitu: Kesetaraan Gender dan Keberpihakan Pada Penyandang Disabilitas.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas peran, komitmen serta kontribusi Unilever Indonesia yang begitu kuat dalam mengomunikasikan praktik terbaik penerapan Diversity, Equality, and Inclusion (DEI) – baik di ruang lingkup internal maupun eksternal organisasi.

Kristy Nelwan, Head of Communication sekaligus Chair of Equity, Diversity & Inclusion (ED&I) Board Unilever Indonesia menyampaikan, “Kami memiliki Equity, Diversity & Inclusion Board yang secara khusus dibentuk untuk mendorong dan mengimplementasikan berbagai program yang berfokus pada keadilan bagi perempuan dan penyandang disabilitas, sekaligus menghapuskan segala bentuk diskriminasi maupun stigma di lingkungan organisasi maupun masyarakat.”

“Kami bersyukur karena dengan penghargaan IDEAS 2023 ini, berarti program dan kampanye DEI kami pada 2022 dan 2023 – khususnya dalam hal kesetaraan gender dan keberpihakan pada penyandang disabilitas – dinilai mampu membawa perubahan nyata. Tentunya ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berkontribusi pada upaya kolektif mendorong masyarakat yang adil, toleran, dan inklusif,” lanjut Kristy.

Penghargaan ini dikawal oleh sederetan dewan juri yang sangat berkompeten di bidang DEI dan ESG, di antaranya Emilia Bassar – CEO Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM), Dyah Indrapati – pakar praktik DEI, Herry Ginanjar – pakar praktik ESG, Asmono Wikan – CEO PR INDONESIA Group, dan Nia Sarinastiti – Accenture/Dosen Senior Unika Atma Jaya.

Adapun kriteria penjurian bagi para pemenang IDEAS 2023 adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai inisiatif program atau kebijakan dan/atau panduan yang jelas
  • Memiliki strategi dan taktik komunikasi yang unik, inovatif, kreatif dan berkelanjutan
  • Menjalin kemitraan yang berkelanjutan dengan pihak-pihak lainnya
  • Disertai dengan metode pengukuran umum untuk pelaksanaan program PR/komunikasi  

Pandangan Dan Komitmen Unilever Indonesia Terhadap Kesetaraan Gender

Bagi Unilever Indonesia, memperjuangkan kesetaraan tidak lagi cukup. Keadilan atau equity menjadi upaya yang lebih tepat karena memberikan kesempatan yang sama, perlakuan adil, dan support yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan unik dari setiap perempuan dalam menunjukkan potensi dan kiprahnya.

Secara internal perusahaan, hal ini antara lain dilakukan dengan: (1) Mengadvokasi lingkungan kerja yang mempromosikan budaya keragaman dan inklusi, serta mendorong potensi karyawan tanpa memandang jenis kelamin mereka; (2) Mendorong terciptanya gender balanced organization; (3) Mengkomunikasikan kode etik Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT) di semua tingkatan untuk melindungi hak karyawan, termasuk perempuan, dalam mendapatkan perlakuan yang adil dan setara; serta (4) Mendukung kemampuan perempuan untuk berkarir di bidang pekerjaan yang umumnya didominasi oleh laki-laki.

Sementara secara eksternal, Unilever Indonesia terus berupaya: (1) Mengkomunikasikan seluruh inisiatif keadilan gender yang dilakukan secara korporat, utamanya dari perspektif para leader perempuan di Unilever Indonesia; (2) Mensosialisasikan berbagai program bagi komunitas pemberdayaan perempuan dan kegiatan pendampingan; (3) Menyebarluaskan kampanye atau program-progam keadilan gender yang diinisiasi korporasi maupun yang dijalankan oleh brand-brandnya; sekaligus (4) Aktif menyuarakan pentingnya keadilan gender di dunia bisnis, salah satunya melalui keterlibatan Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever Indonesia selaku Chair dari Women in Business Action Council (WiBAC) di kepresidenan B20 Indonesia tahun 2022 lalu.

Kesempatan Yang Adil Bagi Penyandang Disabilitas

Unilever Indonesia percaya bahwa semua orang, apapun latar belakang dan kondisi fisiknya, berhak mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Untuk itu, secara internal Perusahaan menggencarkan sejumlah inisiatif: (1) Mengkomunikasikan kode etik Respect, Dignity & Fair Treatment (RDFT) beserta kebijakan dan praktik manajemen SDM yang bebas dari stigma dan diskriminasi, termasuk terhadap penyandang disabilitas – mulai dari rekrutmen, kesempatan menjajaki jenjang karir, hingga kompensasi; dan (2) Menyebarluaskan budaya dan lingkungan kerja yang ramah disabilitas, dari segi fasilitas maupun kesiapan karyawan untuk berkolaborasi dengan teman penyandang disabilitas.

Contohnya, Perusahaan bekerja sama dengan komunitas Feminis Themis menyelenggarakan Kelas Bahasa Isyarat yang diikuti oleh karyawan di kantor pusat Unilever Indonesia. Terdiri dari 10 sesi, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan semangat inklusivitas dan mempersiapkan karyawan untuk berkolaborasi dengan teman penyandang tuli.

Begitupun di sisi eksternal, Unilever Indonesia telah: (1) Mengkomunikasikan seluruh inisiatif/kampanye/program keadilan bagi disabilitas yang telah dilakukan, baik secara korporat maupun brand; dan (2) Menyebarluaskan berbagai program bagi komunitas disabilitas dan kegiatan pendampingan untuk membina lebih banyak teman disabilitas agar dapat mencapai masa depan yang lebih baik.

“Kami percaya bahwa seluruh upaya dan komunikasi DEI yang kami lakukan akan bermuara pada reputasi Perusahaan yang lebih solid; memungkinkan kami mendapatkan kepercayaan, rasa cinta serta dukungan dari seluruh karyawan, mitra bisnis, maupun konsumen agar kita dapat bersama-sama berkontribusi pada Indonesia yang lebih toleran, adil dan inklusif sesuai dengan peranan masing-masing,” tutup Kristy.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan IDEAS yang kedua setelah pertama kali dicetuskan tahun lalu oleh majalah PR Indonesia. Di tengah masih sedikitnya penghargaan yang khusus diberikan untuk praktik DEI di Indonesia, diharapkan IDEAS dapat mendorong lebih banyak organisasi untuk memiliki strategi dan aksi nyata dalam menyebarluaskan semangat keberagaman, kesetaraan dan inklusi di tengah masyarakat Indonesia.   

SF-Admin